• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Rabu, 25/03/2026 05:30
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Nasional

Awan di Dua Samudra Redup, Sinyal Bahaya Baru bagi Iklim Dunia

Temuan ilmiah ini mengguncang paradigma lama bahwa udara bersih selalu membawa dampak positif bagi Bumi.

Muharram Candra LuginabyMuharram Candra Lugina
08/11/25 - 23:13
in Nasional
A A
Awan di Dua Samudra Redup, Sinyal Bahaya Baru bagi Iklim Dunia

Ilustrasi foto awan. (Antara)

ADVERTISEMENT

Bandar Lampung (Lampost.co) — Sebuah studi terbaru memunculkan temuan mengejutkan jika awan di Samudra Atlantik dan Pasifik kini semakin redup. Kondisi tersebut mempercepat pemanasan global. Penelitian tersebut menunjukkan reflektivitas laut menurun sekitar 2,8% setiap dekade di wilayah Atlantik Utara dan Pasifik Timur Laut.

Poin Penting:

  • Reflektivitas di Atlantik dan Pasifik turun 2,8% per dekade.

  • Udara bersih menurunkan partikel aerosol yang membantu pembentukan awan.

  • Lautan makin panas, mempercepat pemanasan global.

Kedua wilayah itu mencakup sekitar sepertujuh permukaan Bumi sehingga penurunan kecil dalam kecerahan awan membawa dampak besar bagi kenaikan suhu global.

Udara Bersih, Awan Makin Redup

Penelitian pimpinan Dr. Knut von Salzen dari University of Washington menjelaskan udara yang semakin bersih akibat berkurangnya polusi justru membuat awan kehilangan kecerahan. Dengan kata lain, semakin sedikit partikel aerosol di udara, semakin besar risiko Bumi memanas.

Baca

“Ketika partikel polusi berkurang, tetesan air dalam awan menjadi lebih besar dan lebih cepat menguap. Akibatnya, awan makin redup dan energi matahari lebih banyak terserap laut,” ujar Von Salzen.

Selain itu, data satelit NASA CERES EBAF mendukung hasil itu. Dalam dua dekade terakhir, tingkat refleksi awan di kedua samudra besar terus menurun. Artinya, efek albedo Bumi melemah, membuat lebih banyak radiasi matahari menembus atmosfer dan menghangatkan lautan.

Efek Samping Udara Bersih

Kebijakan pengendalian polusi di berbagai negara memang berhasil menurunkan emisi sulfur dioksida dari pembangkit listrik dan industri. Namun, udara bersih menimbulkan efek samping tak terduga terhadap iklim global.

Partikel aerosol yang hilang sebenarnya berperan penting sebagai inti kondensasi awan. Tanpa partikel itu, awan laut kehilangan “nukleasi” sehingga reflektivitasnya menurun.

“Udara bersih bagus untuk kesehatan, tetapi berpotensi mempercepat pemanasan global,” ujar Sarah Doherty, peneliti senior University of Washington.

Ia juga menegaskan pentingnya menyeimbangkan kebijakan udara bersih dengan strategi pengendalian gas rumah kaca agar efek pemanasan tidak semakin cepat.

Lautan Makin Panas, Bumi Semakin Tak Stabil

Sementara itu, fenomena awan redup di atas lautan menciptakan efek umpan balik berbahaya. Ketika laut makin panas, awan rendah semakin menipis, dan energi matahari yang terserap meningkat. Siklus ini membuat pemanasan regional di permukaan laut kian tak terkendali.

Para ilmuwan kini meneliti solusi alternative, seperti marine cloud brightening atau pencerahan awan laut. Teknik itu melibatkan penyemprotan partikel garam halus untuk meningkatkan reflektivitas. Namun, efektivitas dan dampak lingkungannya masih menjadi perdebatan di kalangan peneliti iklim.

Peringatan Bagi Dunia

Penelitian tersebut juga menjadi pengingat udara bersih bukan jaminan Bumi menjadi lebih sejuk. Tanpa pengendalian emisi karbon dan metana secara agresif, pemanasan global akan melaju lebih cepat.

Von Salzen juga menegaskan manusia perlu memahami kompleksitas hubungan antara polusi udara, awan, dan suhu bumi meningkat. Ia menilai langkah mitigasi perubahan iklim tidak cukup hanya dengan membersihkan udara, tetapi juga harus diimbangi pengurangan emisi gas rumah kaca global.

Tags: awan lautawan redupefek albedolaut memanasPemanasan GlobalPerubahan Iklimpolusi udarastudi iklimsuhu bumi meningkatudara bersih
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menerbitkan surat edaran untuk memastikan kesiapan fasilitas, layanan, dan mitigasi bencana di seluruh destinasi wisata.

Pemerintah Ingatkan Mitigasi Bencana Tempat Wisata Libur Lebaran

byDelima Napitupulu
24/03/2026

Jakarta (lampost.co)--Dalam menyambut lonjakan pengunjung pada masa libur Idulfitri 1447 Hijriah, Kementerian Pariwisata telah mengambil langkah strategis guna menjamin pengalaman...

Tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji dan penyelenggaraan ibadah haji Yaqut Cholil Qoumas (kiri) kembali ke rumah tahanan (rutan) KPK setelah menjalani tahanan rumah pada (19/3), Jakarta, Selasa (24/3/2026). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/agr/aa. (ANTARA FOTO/FAKHRI HERMANSYAH)

KPK Buka Alasan Yaqut Dikembalikan ke Rutan: Ada Pemeriksaan dan Pengumuman Penting

byAdi Sunaryo
24/03/2026

Jakarta (Lampost.co)— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya mengungkap alasan di balik keputusan mengembalikan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, ke...

Mantan Menteri Agama sekaligus tersangka kasus kuota haji Yaqut Cholil Qoumas memakai rompi oranye dan berjalan menuju mobil tahanan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (12/3/2026). (ANTARA/Rio Feisal)

KPK Periksa Kesehatan Yaqut, Proses Pengembalian ke Rutan Segera Rampung

byAdi Sunaryo
24/03/2026

Jakarta (Lampost.co) — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji, Yaqut Cholil Qoumas, masih menjalani pemeriksaan...

Berita Terbaru

Redmi Pad SE 8.7. Dok Xiaomi
Teknologi

5 Tablet Android 2 Jutaan Bisa SIM Card, Internetan Bebas Tanpa WiFi

byEffran
24/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kebutuhan perangkat fleksibel terus meningkat. Banyak orang kini memilih tablet untuk belajar, bekerja, dan hiburan. Menariknya,...

Read moreDetails
Jorge Martin GP Brasil

Jorge Martin Enggan Bicara Gelar Juara MotoGP 2026 meski Tempel Marco Bezzecchi

24/03/2026
Sekura Cakak Buah, Tradisi yang Menjaga Identitas Lampung Barat

Sekura Cakak Buah, Tradisi yang Menjaga Identitas Lampung Barat

24/03/2026
WAKIL Ketua MPR Eddy Soeparno (WFH Setelah Lebaran)

WFH Setelah Lebaran: Wakil Ketua MPR Ingatkan Roda Ekonomi Jangan Melambat

24/03/2026
Skema WFH

WFH Seminggu Sekali Segera Berlaku: Mensesneg Tegaskan Tidak Untuk Semua Sektor

24/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.