• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Jumat, 13/03/2026 01:54
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Nasional

BRIN Ingatkan Penanganan Bencana Tak Cukup di Fase Tanggap Darurat

BRIN menegaskan penanganan bencana harus berlanjut hingga pemulihan pascabencana yang menyeluruh.

Muharram Candra LuginabyMuharram Candra Lugina
01/01/26 - 22:09
in Nasional
A A
BRIN Ingatkan Penanganan Bencana Tak Cukup di Fase Tanggap Darurat

Logo Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). (Antara/HO/Humas BRIN0

ADVERTISEMENT

Jakarta (Lampost.co) — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan penanganan bencana tidak boleh berhenti pada fase tanggap darurat. Sebaliknya, proses tersebut harus berlanjut ke pemulihan pascabencana yang menyeluruh dan berkelanjutan.

Poin Penting:

  • BRIN menekankan pemulihan pascabencana berkelanjutan.

  • Pemulihan harus berbasis data ilmiah dan inklusif.

  • Kolaborasi pemerintah, kampus, dan masyarakat sipil penting dalam pemulihan pascabencana.

Selain merusak infrastruktur, bencana juga berdampak langsung pada kehidupan sosial, ekonomi, dan psikologis masyarakat terdampak.

Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora BRIN, M. Najib Azka, menilai fase transisi menjadi tahap paling krusial. Namun, fase ini juga paling rentan menimbulkan persoalan lanjutan. “Pada fase transisi sering terjadi keterputusan antara bantuan darurat dan pemulihan jangka menengah,” ujar Najib, Kamis, 1 Januari 2026.

Baca juga: Jawa dan Sumatra Penyumbang Bencana Terbanyak 2025

Selain itu, Najib melihat jarak antara kebijakan nasional dan realitas lokal masih kerap muncul. Akibatnya, program pemulihan sering tidak menjawab kebutuhan riil warga terdampak.

Oleh karena itu, BRIN mendorong pemulihan pascabencana berbasis data ilmiah dan bukti lapangan. Pendekatan ini lebih inklusif dan berorientasi jangka panjang. “Pemulihan tidak hanya membangun infrastruktur. Namun, pemulihan harus mencakup pendapatan, kesehatan mental, dan martabat warga,” ujar Najib.

Sejalan dengan itu, Kepala Pusat Riset Kependudukan BRIN, Ali Yansyah Abdurrahim, menekankan pentingnya perspektif kependudukan dalam pemulihan pascabencana.

Menurutnya, bencana sering mengubah struktur rumah tangga dan memicu migrasi. Selain itu, kelompok rentan juga mengalami peningkatan risiko sosial. “Dinamika penduduk harus menjadi perhatian utama agar pemulihan tidak bersifat parsial,” kata Ali.

Dari sisi klimatologi, Profesor Riset BRIN Erma Yulihastin menjelaskan hubungan erat antara bencana dan krisis iklim global. Kenaikan suhu bumi hingga 1,5 derajat Celsius memperparah cuaca ekstrem.

Akibatnya, hujan ekstrem dan angin kencang semakin sering terjadi di Sumatra. Kondisi ini meningkatkan risiko banjir dan longsor. “Proyeksi hingga 2040 menunjukkan Sumatra menjadi wilayah paling rawan cuaca ekstrem,” ujar Erma.

Perbarui Kesiapsiagan dan Mitigasi

Karena itu, BRIN menilai harus terus memperbarui kesiapsiagaan dan mitigasi. Pembaruan tersebut wajib berbasis data ilmiah terbaru.

Sementara itu, Direktorat Pemulihan dan Peningkatan Fisik BNPB memaparkan rencana rehabilitasi pascabencana Siklon Senyar di Sumatra. Pemulihan tersebut tidak hanya menyasar aspek fisik. BNPB juga menyiapkan pemulihan sosial, ekonomi, dan lingkungan.

“Pemulihan melalui rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana atau R3P,” ujar perwakilan BNPB.

Selain pemerintah, masyarakat sipil dan perguruan tinggi turut berperan penting. Direktur Eksekutif Salam Setara, Ahmad Mujahid, menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor.

Menurutnya, koordinasi memastikan bantuan tepat sasaran dan berkelanjutan. Selain itu, dapat menghindari tumpang tindih program.

Di sisi lain, Universitas Syiah Kuala menyoroti pentingnya pendidikan darurat dan dukungan psikososial. Dukungan ini krusial, terutama bagi anak-anak penyintas.

Dengan demikian, BRIN berharap penanganan bencana di Indonesia tidak bersifat reaktif. Sebaliknya, pemulihan harus terencana, berkelanjutan, dan berkeadilan.

Tags: bencana sumatraBNPBBRINcuaca ekstremkrisis iklimpemulihan pascabencanapenanganan bencanarehabilitasi bencanatanggap darurat
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Pasokan Listrik dan BBM Tetap Aman Selama Lebaran 2026

Pasokan Listrik dan BBM Tetap Aman Selama Lebaran 2026

byWandi Barboyand1 others
12/03/2026

Jakarta (Lampost.co): Pemerintah memastikan pasokan listrik dan bahan bakar minyak (BBM) tetap tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran...

Banggar DPR Ajukan Sejumlah Kebijakan Jaga Stabilitas APBN karena Ketidakpastian Ekonomi Global

Banggar DPR Ajukan Sejumlah Kebijakan Jaga Stabilitas APBN karena Ketidakpastian Ekonomi Global

byWandi Barboyand1 others
12/03/2026

Jakarta (Lampost.co): Badan Anggaran (Banggar) DPR RI mengajukan sejumlah langkah kebijakan kepada pemerintah untuk menjaga stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja...

Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Agus Fatoni bersalaman dengan Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar. Agus Fatoni mendapat amanah menjadi Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) masa bakti 2026–2031. Dok Kemenag

Presiden Prabowo Tugaskan Putra Lampung, Agus Fatoni jadi Pimpinan BAZNAS RI

byTriyadi Isworo
12/03/2026

Jakarta (Lampost.co) — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menetapkan dan menunjuk Agus Fatoni sebagai Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)...

Berita Terbaru

Pasokan Listrik dan BBM Tetap Aman Selama Lebaran 2026
Nasional

Pasokan Listrik dan BBM Tetap Aman Selama Lebaran 2026

byWandi Barboyand1 others
12/03/2026

Jakarta (Lampost.co): Pemerintah memastikan pasokan listrik dan bahan bakar minyak (BBM) tetap tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran...

Read moreDetails
Banggar DPR Ajukan Sejumlah Kebijakan Jaga Stabilitas APBN karena Ketidakpastian Ekonomi Global

Banggar DPR Ajukan Sejumlah Kebijakan Jaga Stabilitas APBN karena Ketidakpastian Ekonomi Global

12/03/2026
Pelabuhan Bakauheni Prioritaskan Pemudik Pejalan Kaki dan Kendaraan Golongan I - VI A

Pelabuhan Bakauheni Prioritaskan Pemudik Pejalan Kaki dan Kendaraan Golongan I – VI A

12/03/2026
Komandan Korem (Danrem) 043/Garuda Hitam (Gatam), Brigjen TNI Haryantana pamitan kepada Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal di Ruang Kerja Gubernur Lampung, Kantor Gubernur, Bandar Lampung, Kamis, 12 Maret 2026. Dok ADPIM Lampung

Gubernur Lampung Mirza Apresiasi Brigjen TNI Haryantana Jaga Kondisi Keamanan Daerah

12/03/2026
Komandan Korem (Danrem) 043/Garuda Hitam (Gatam), Brigjen TNI Haryantana pamitan kepada Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal di Ruang Kerja Gubernur Lampung, Kantor Gubernur, Bandar Lampung, Kamis, 12 Maret 2026. Dok ADPIM Lampung

Sinergi Seluruh Pihak Jaga Keamanan dan Stabilitas Lampung

12/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.