Bogor (Lampost.co) – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, yang juga Juru Bicara Presiden RI, menjelaskan alasan Presiden Prabowo Subianto mengabsen para ketua umum partai politik. Mereka yang tergabung dalam koalisi pendukung pemerintah saat acara retret di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Selasa, 6 Januari 2029.
Sebagian besar ketua umum partai politik yang tergabung dalam koalisi saat ini mengisi kursi Kabinet Merah Putih. Mereka mendukung pemerintahan Presiden Prabowo-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Jajaran ketua umum parpol yang mengisi kursi menteri itu adalah Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia sebagai Menteri ESDM. Kemudian Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan. Lalu Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
Selanjutnya Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat. Ketua Umum PRIMA Agus Jabo Priyono sebagai Wakil Menteri Sosial, dan Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta sebagai Wakil Menteri Luar Negeri.
“Itu kan bagian dari Beliau (Presiden Prabowo, red.) ingin kita semua bagian dari Koalisi Merah Putih yang terdiri dari gabungan partai-partai politik. Baik yang memiliki kursi parlemen maupun yang belum memiliki kursi parlemen.” kata Prasetyo Hadi menjawab pertanyaan wartawan saat jumpa pers di sela-sela retret.
“Kita ingin menunjukkan bahwa kita harus menjadi koalisi yang solid. Karena membutuhkan persatuan, membutuhkan kerja sama. Untuk dapat mencapai seluruh program-program yang sudah dicanangkan oleh pemerintah,” ujarnya.
Taklimat Awal Tahun 2026
Sementara itu, pada sesi pembuka retret, saat menyampaikan Taklimat Awal Tahun 2026. Presiden Prabowo sempat menyinggung keberadaan ketua umum-ketua umum partai Koalisi pendukung pemerintahannya.
“Ketua-ketua partai semua ada di sini ya? Ada,” kata Presiden.
“Di sini koalisi kita kuat ya,” ujar Presiden dalam acara yang sama.
Kemudian, Presiden lanjut berkelakar saat menanyakan keberadaan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. “Ketua PKB ada? Oh, kayak Pak PKB yang harus kita awasi terus nih,” ujar Prabowo.
Sebelumnya, PKB bergabung dalam koalisi partai pendukung pemerintah, sempat berkontestasi dengan Prabowo pada Pilpres 2024.
Prabowo, yang berpasangan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Saat Pilpres 2024 berhadapan dengan pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, kemudian pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.
Pasangan Anies-Muhaimin saat itu diusung PKB, PKS, dan Partai NasDem. Namun, selepas pilpres yang dimenangkan pasangan Prabowo-Gibran. PKB, PKS, dan NasDem menyatakan dukungannya kepada pemerintahan Presiden Prabowo.








