• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Senin, 26/01/2026 12:35
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Nasional

Kayu Hanyut Banjir Bandang Sumatra Indikasi Pembalakan Liar

Masalah ini memunculkan persoalan serius terkait kerusakan hutan dan daerah aliran sungai (DAS).

NurbyNur
30/11/25 - 22:05
in Nasional, Peristiwa
A A
Kayu Hanyut Banjir Bandang Sumatra Indikasi Pembalakan Liar

Warga mengamati sampah kayu gelondongan pascabanjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. (Antara)

Jakarta(Lampost.co)— Manajer Kebijakan Lingkungan Hidup Yayasan KEHATI, Muhamad Burhanudin menegaskan banyaknya kayu yang hanyut dalam jumlah besar saat banjir bandang di Sumatra amat mungkin terkait aktivitas pembalakan liar atau degradasi hutan.

“Secara ekologis dan forensik bencana, jawabannya sangat mungkin ya (ada pembalakan liar),” kata Burhanudin , Minggu (30/11).

Ia menyebut masalah ini memunculkan persoalan serius terkait kerusakan hutan dan daerah aliran sungai (DAS).

Baca juga: Walhi Sebut Penyebab Banjir dan Longsor Sumatra Bukan Sekadar Hujan

Salah satu temuan paling menonjol ialah banyaknya kayu gelondongan yang hanyut bersama arus banjir. Pihaknya menilai menjadi indikator kuat adanya aktivitas penebangan di kawasan hulu.

Muncul Saat Banjir

Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga pola utama yang selalu muncul dalam banjir bandang di Sumatra dan berkaitan dengan kemunculan material kayu dalam jumlah besar.

Pola pertama yakni keberadaan tumpukan kayu sisa pembalakan liar maupun eksploitasi legal yang tidak sesuai prosedur.

Burhanudin menyebut praktik ini sering meninggalkan pangkal batang besar dan limbah tebangan di kawasan hutan.

Dalam sejumlah lokasi HPH, HTI, serta perkebunan, pembukaan jalan dan aktivitas penebangan tidak di sertai debris management yang memadai. Sehingga kayu sisa menjadi material yang mudah hanyut ketika debit air meningkat.

Pola kedua ialah ditemukannya kayu dengan ciri potongan baru. Burhanudin mengungkapkan bahwa dalam beberapa kejadian di Aceh Timur.

Mandailing Natal, dan Tapanuli Selatan, kayu-kayu yang terbawa arus memiliki pola penebangan yang sangat jelas.

“Kayu-kayu itu berdiameter besar, masih fresh atau basah, potongannya rapi, dan terdapat bekas gergaji mesin. Ini bukan pohon tumbang alami,” ujarnya.

Menurutnya, ciri-ciri tersebut tidak mungkin berasal dari runtuhan alami. Melainkan aktivitas penebangan di dalam atau sekitar DAS.

Sementara, pola ketiga yakni kondisi DAS rusak yang mempercepat lepasnya kayu dan material besar dari kawasan hulu. Ketika tutupan hutan menurun, lantai hutan tidak lagi mampu menahan limpasan air. Akibatnya, banjir membawa balok, akar, hingga batang pohon dalam jumlah besar.

“Ini adalah tanda klasik deforestasi hulu plus penebangan tidak terkendali,” ucapnya.

Kayu Tidak Hanyut Otomatis

Meski begitu, Burhanudin mengingatkan bahwa tidak seluruh kayu yang hanyut otomatis berasal dari pembalakan liar. Beberapa kemungkinan lain dapat terjadi,seperti limbah kayu dari aktivitas legal (misalnya penebangan HPH atau perkebunan) yang tidak dikelola.

Sisa penebangan proyek infrastruktur di sekitar hulu sungai, dan material dari pohon tumbang alami.

“Ini harus dicermati, jika jumlah kayu yang hanyut besar dan bentuknya berupa potongan rapi. Maka probabilitas illegal logging atau illegal clearance meningkat tajam,” tuturnya.

Tags: BANJIRbanjir SumatraBNPBlongsorpembalakan liar
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

BGN Siap Buka Rekrutmen PPPK Tahap 3 dan 4 Tahun 2026, Sediakan 32.460 Formasi

Puluhan Ribu Formasi PPPK BGN Akan Dibuka, Ini Informasinya

byNur
25/01/2026

Jakarta (Lampost.co)--— Badan Gizi Nasional (BGN) berencana membuka rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap 3 dan 4 pada...

Lemkari Lampung Koleksi 8 Emas di Kejurda Karate Gubernur Cup V  

Lemkari Lampung Koleksi 8 Emas di Kejurda Karate Gubernur Cup V  

byMustaan
25/01/2026

BANDAR LAMPUNG (lampost.co) — Perguruan Lemkari Lampung terus menunjukkan dominasinya pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Karate Gubernur Cup V Lampung. Hingga...

ilustrasi kecelakaan

Dua Anggota Polres Cimahi Gugur Saat Bertugas di Lokasi Bencana Cisarua

byNur
25/01/2026

Jakarta (Lampost.co)---– Duka mendalam menyelimuti jajaran Kepolisian Daerah Jawa Barat. Dua anggota Polres Cimahi gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan dalam...

Berita Terbaru

Akar Hotel Lampung mempersembahkan perayaan Imlek spesial bertajuk “Fire Horse Fortune”.
Advertorial

Sambut Imlek 2026, Akar Hotel Lampung Hadirkan Perayaan “Fire Horse Fortune”

byAdi Sunaryo
26/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) - Dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2026, Akar Hotel Lampung mempersembahkan perayaan spesial bertajuk “Fire Horse...

Read moreDetails
Ilustrasi

Kasus Rabies Lamsel Meningkat, Dinkes Gencarkan Vaksinasi VAR-SAR

26/01/2026
BATIQA Hotel Lampung berkolaborasi dengan Agroforestri Institut Teknologi Sumatera (ITERA) menggelar aksi penanaman pohon bertajuk “Satu Kamar Satu Pohon”.

BATIQA Hotel Lampung Berkolaborasi dengan Agroforestri ITERA Gelar Aksi “Satu Kamar Satu Pohon” Peringati Hari Lingkungan Hidup Nasional

26/01/2026
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memborong enam penghargaan Indonesia Green Awards (IGA) 2026.

Tegaskan Komitmen Berkelanjutan, PTBA Borong Penghargaan Indonesia Green Awards 2026

26/01/2026
Harga emas batangan Antam hari ini, Senin. Dok MI

Harga Emas Antam 26 Januari 2026, Rekor Baru Lewati Rp2,9 Juta

26/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.