• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Rabu, 11/03/2026 10:03
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Nasional

Kayu Hanyut Banjir Bandang Sumatra Indikasi Pembalakan Liar

Masalah ini memunculkan persoalan serius terkait kerusakan hutan dan daerah aliran sungai (DAS).

NurbyNur
30/11/25 - 22:05
in Nasional, Peristiwa
A A
Kayu Hanyut Banjir Bandang Sumatra Indikasi Pembalakan Liar

Warga mengamati sampah kayu gelondongan pascabanjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. (Antara)

ADVERTISEMENT

Jakarta(Lampost.co)— Manajer Kebijakan Lingkungan Hidup Yayasan KEHATI, Muhamad Burhanudin menegaskan banyaknya kayu yang hanyut dalam jumlah besar saat banjir bandang di Sumatra amat mungkin terkait aktivitas pembalakan liar atau degradasi hutan.

“Secara ekologis dan forensik bencana, jawabannya sangat mungkin ya (ada pembalakan liar),” kata Burhanudin , Minggu (30/11).

Ia menyebut masalah ini memunculkan persoalan serius terkait kerusakan hutan dan daerah aliran sungai (DAS).

Baca juga: Walhi Sebut Penyebab Banjir dan Longsor Sumatra Bukan Sekadar Hujan

Salah satu temuan paling menonjol ialah banyaknya kayu gelondongan yang hanyut bersama arus banjir. Pihaknya menilai menjadi indikator kuat adanya aktivitas penebangan di kawasan hulu.

Muncul Saat Banjir

Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga pola utama yang selalu muncul dalam banjir bandang di Sumatra dan berkaitan dengan kemunculan material kayu dalam jumlah besar.

Pola pertama yakni keberadaan tumpukan kayu sisa pembalakan liar maupun eksploitasi legal yang tidak sesuai prosedur.

Burhanudin menyebut praktik ini sering meninggalkan pangkal batang besar dan limbah tebangan di kawasan hutan.

Dalam sejumlah lokasi HPH, HTI, serta perkebunan, pembukaan jalan dan aktivitas penebangan tidak di sertai debris management yang memadai. Sehingga kayu sisa menjadi material yang mudah hanyut ketika debit air meningkat.

Pola kedua ialah ditemukannya kayu dengan ciri potongan baru. Burhanudin mengungkapkan bahwa dalam beberapa kejadian di Aceh Timur.

Mandailing Natal, dan Tapanuli Selatan, kayu-kayu yang terbawa arus memiliki pola penebangan yang sangat jelas.

“Kayu-kayu itu berdiameter besar, masih fresh atau basah, potongannya rapi, dan terdapat bekas gergaji mesin. Ini bukan pohon tumbang alami,” ujarnya.

Menurutnya, ciri-ciri tersebut tidak mungkin berasal dari runtuhan alami. Melainkan aktivitas penebangan di dalam atau sekitar DAS.

Sementara, pola ketiga yakni kondisi DAS rusak yang mempercepat lepasnya kayu dan material besar dari kawasan hulu. Ketika tutupan hutan menurun, lantai hutan tidak lagi mampu menahan limpasan air. Akibatnya, banjir membawa balok, akar, hingga batang pohon dalam jumlah besar.

“Ini adalah tanda klasik deforestasi hulu plus penebangan tidak terkendali,” ucapnya.

Kayu Tidak Hanyut Otomatis

Meski begitu, Burhanudin mengingatkan bahwa tidak seluruh kayu yang hanyut otomatis berasal dari pembalakan liar. Beberapa kemungkinan lain dapat terjadi,seperti limbah kayu dari aktivitas legal (misalnya penebangan HPH atau perkebunan) yang tidak dikelola.

Sisa penebangan proyek infrastruktur di sekitar hulu sungai, dan material dari pohon tumbang alami.

“Ini harus dicermati, jika jumlah kayu yang hanyut besar dan bentuknya berupa potongan rapi. Maka probabilitas illegal logging atau illegal clearance meningkat tajam,” tuturnya.

Tags: BANJIRbanjir SumatraBNPBlongsorpembalakan liar
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Wan Jamaluddin Kembali Dilantik sebagai Rektor UIN Raden Intan Lampung

Wan Jamaluddin Kembali Dilantik sebagai Rektor UIN Raden Intan Lampung

byMustaan
10/03/2026

Bandar Lampung – Wan Jamaluddin Z kembali dipercaya memimpin UIN Raden Intan Lampung. hal itu setelah resmi dilantik oleh Nasaruddin...

BSN Perkuat Kolaborasi Developer Dukung Program 3 Juta Rumah

BSN Perkuat Kolaborasi Developer Dukung Program 3 Juta Rumah

byMustaan
09/03/2026

BANDAR LAMPUNG (lampost.co)– Upaya mempercepat pemenuhan kebutuhan hunian layak bagi masyarakat terus diperkuat melalui kolaborasi antara perbankan dan pengembang perumahan....

Rerie: Penundaan Akses Akun Anak Upaya Menjaga Masa Depan Generasi Bangsa

Rerie: Penundaan Akses Akun Anak Upaya Menjaga Masa Depan Generasi Bangsa

byWandi Barboyand1 others
07/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co): Kebijakan pemerintah yang menunda akses akun digital bagi anak di bawah usia 16 tahun menjadi langkah penting...

Berita Terbaru

Langit mendung dan rintik hujan menyelimuti Tugu Adipura Kota Bandar Lampung. BMKG memprediksi cuaca Provinsi Lampung berawan berpotensi hujan. (Foto: Triyadi Isworo/Lampost.co)
Cuaca

Rabu, 11 Maret 2026, Lampung Berawan Waspada Potensi Hujan

byTriyadi Isworo
11/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan prakiraan cuaca harian. Rabu, 11 Maret 2026 cuaca Provinsi...

Read moreDetails
Mantan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona menjalani sidang perdana dalam perkara korupsi SPAM Kabupaten Pesawaran di PN Tipikor Tanjung Karang, Senin, 10 Maret 2026. Foto: Lampost/Asrul Septian Malik

Bupati Pesawaran Dendi Terima Rp59 Miliar Dari Proyek Dinas PUPR Sepanjang 2019–2024

11/03/2026
Mantan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona menjalani sidang perdana dalam perkara korupsi SPAM Kabupaten Pesawaran di PN Tipikor Tanjung Karang, Senin, 10 Maret 2026. Foto: Lampost/Asrul Septian Malik

Sidang Korupsi SPAM, Dendi Ramadhona Diduga Terima Rp1,2 Miliar dari Rekanan

11/03/2026
logo Piala FA

Hasil Undian Perempat Final Piala FA 2026, Ada Big Match Man City Vs Liverpool

10/03/2026
Logo La Liga Spanyol

Espanyol Gagal Menang Lagi, Real Oviedo Curi Poin di Barcelona

10/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.