• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Senin, 01/12/2025 04:20
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Nasional

Kurikulum Merdeka: Tantangan dan Peluang Madrasah di Era Pembelajaran Kontekstual

NurMedcombyNurandMedcom
23/04/24 - 17:57
in Nasional, Pendidikan
A A
sekolah

Foto:Dok/Lampost.co

Jakarta (Lampost.co)— Dunia pendidikan mengalami perubahan sangat cepat, oleh karena itu madrasah harus mampu merespon cepat mengembangkan pembelajaran kontekstual yang lebih efektif.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah pada Ditjen Pendidikan Islam, Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar, menilai perubahan dunia mengharuskan seluruh stakeholders madrasah melakukan langkah penting dan strategis pembelajaran kontekstual . Hal itu agar proses pendidikan tetap relevan, mendalam, dan komprehensif dalam membekali anak didik.

“Fenomena ini harus kita respons serius oleh para guru dan kepala madrasah sehingga dapat membekali anak didik dengan baik dan tepat,” kata Thobib dalam seminar nasional “Meningkatkan Kompetensi GTK Menyongsong Kurikulum Nasional”, Selasa (23/4).

Ia juga menyinggung soal penerapan Kurikulum Merdeka yang menjadi kurikulum nasional. Menurutnya, kebijakan Kemendikbud terkait Kurikulum Merdeka, Merdeka Belajar, dan Merdeka Mengajar harus di tanggapi positif oleh guru dan kepala madrasah.

Thobib menyebut urgensi Kurikulum Merdeka memiliki latarbelakang krisis pembelajaran bangsa ini yang perlu pemulihan serius. Setidaknya ada tiga poin pokok kurikulum merdeka penting.

Pertama, penyampaian materi pembelajaran bersifat esensial, sehingga insight siswa bisa lebih mendalam. Kedua, mengembangkan soft skill dan karakter anak didik melalui profil pelajar Pancasila.

“Ketiga, pembelajaran berjalan secara lebih fleksibel, baik untuk siswa maupun guru dengan tetap menjaga kualitas capaian pembelajaran,” tutur dia.

Dosen Psikologi Islam SKSG UI ini menuturkan penerapan Merdeka Belajar dan Merdeka Mengajar sejalan dengan warisan tradisi pendidikan Islam. Anak didik menempatkan sebagai subjek, bukan objek pendidikan secara pasif.

“Sayyidina Ali bin Abi Thalib pernah berkata: ‘allimu auladakum bighairi ilmikum fa-innahum khuliqu lizamani ghairi zamanikum. Ajarilah anak-anak kalian tidak dengan cara dan ilmu kalian, karena mereka memiliki perilaku sesuai dengan konteks zamannya,” papar dia.
Thobib memaparkan ajaran Sayyidina Ali bin AbibThalib jelas menggambarkan tentang pentingnya pendidikan dan proses pembelajaran anak perlu menyesuaikan dengan konteks zaman yang lebih kreatif dan inovatif.

“Spirit Merdeka Belajar dan Merdeka Mengajar bisa kita bilang mirip dengan konsep yang Ali bin Abi Thalib maksuda,” ujar dia.

Tolak Ukur Keberhasilan

Ketua Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2024, Ganefri, membantah penerapan Kurikulum Merdeka menjadi biang menurunnya jumlah penerimaan siswa di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2024. Dia menegaskan SNBP tidak bisa dijadikan tolok ukur kesuksesan Kurikulum Merdeka.

“Jadi, tidak bisa melihat dari SNBP begitu saja,” kata Ganefri.

Ganefri mengatakan keberhasilan Kurikulum Merdeka bisa jadi lebih terlihat pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2024. Sebab, soal-soal di SNBT sangat detail dan terukur.
“Dan saya melihat proses penyusunan soal SNBT ini benar-benar memenuhi kaidah-kaidah dalam penyusunan instrumen untuk mengukur seseorang itu mampu atau tidak,” papar dia.

Ganefri mengakui soal-soal di SNBT lebih banyak yang sejalan dengan Kurikulum Merdeka. Sebab, soal-soal di SNBT mengukur tingkat penalaran dari siswa.

“Nanti kita akan melihat lagi capaian siswa ini,” tutur dia.

 

Tags: kurikulum merdekamadrasahpembelajaranPENDIDIKAN
ShareSendShareTweet

Berita Lainnya

Pengungsi Banjir Sumatra Berisiko Alami Penyakit Infeksi

Pengungsi Banjir Sumatra Berisiko Alami Penyakit Infeksi

byNur
30/11/2025

Aceh (Lampost.co)--- Musibah banjir besar yang melanda Sumatra menyebabkan ratusan korban meninggal dan puluhan ribu warga mengungsi dan kerusakan infrastruktur...

Kayu Hanyut Banjir Bandang Sumatra Indikasi Pembalakan Liar

Kayu Hanyut Banjir Bandang Sumatra Indikasi Pembalakan Liar

byNur
30/11/2025

Jakarta(Lampost.co)--- Manajer Kebijakan Lingkungan Hidup Yayasan KEHATI, Muhamad Burhanudin menegaskan banyaknya kayu yang hanyut dalam jumlah besar saat banjir bandang...

BNPB Percepat Distribusi Logistik Korban Banjir Sumatra

BNPB Percepat Distribusi Logistik Korban Banjir Sumatra

byNur
30/11/2025

Aceh (Lampost.co)---Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan upaya pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatra...

Berita Terbaru

Marinir Perkuat Peran Sosial dan Gelar Beragam Lomba
Humaniora

Marinir Perkuat Peran Sosial dan Gelar Beragam Lomba

byWandi Barboyand1 others
30/11/2025

Bandar Lampung (Lampost.co): Korps Marinir TNI AL memperkuat peran sosialnya melalui rangkaian kegiatan besar dalam perayaan HUT ke-80. Marinir menggelar...

Read moreDetails
Tabligh Akbar Indonesia Berdoa 2025 Berakhir Khidmat, 575 Ribu Jemaah Padati Kota Baru

Tabligh Akbar Indonesia Berdoa 2025 Berakhir Khidmat, 575 Ribu Jemaah Padati Kota Baru

30/11/2025
Teknisi Reklame Tersetrum, Luka Bakar Capai 80 Persen

Teknisi Reklame Tersetrum, Luka Bakar Capai 80 Persen

30/11/2025
Pangkormar Jamin Tempat Tinggal Prajurit Terdampak Bencana Sumatra

Pangkormar Jamin Tempat Tinggal Prajurit Terdampak Bencana Sumatra

30/11/2025
Tim Gabungan Satreskrim Polresta Bandar Lampung menangkap pemuda yang tega membunuh bibinya sendiri kemudian mencuri motor dan smartphone untuk judi online. Dok. Polres Bandar Lampung

Pembunuh Wiwik Safitri Pengguna Obat Psikotropika

30/11/2025
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.