Jakarta (lampost.co) – PT Waskita Karya (Persero) Tbk merombak jajaran Dewan Komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Rabu (20/8). Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perseroan untuk memperkuat fundamental, meningkatkan sinergi, sekaligus memastikan pemulihan kinerja keuangan perusahaan konstruksi pelat merah tersebut.
Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menjelaskan penyesuaian susunan pengurus merupakan komitmen perseroan agar tetap adaptif terhadap dinamika industri konstruksi.
“Perubahan ini adalah strategi jangka panjang untuk memperkuat fundamental perusahaan. Restrukturisasi yang sedang berjalan juga akan terus menjadi prioritas agar Waskita semakin solid menghadapi tantangan,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Komisaris Baru Waskita Karya
Dalam RUPSLB tersebut, pemegang saham mengangkat lima nama baru sebagai anggota Dewan Komisaris, yakni:
-
Ade Abdul Rochim
-
Hasby Muhammad Zamri
-
Aqila Rahmani
-
Muhammad Harrifar Syafar
-
Muhammad Abdullah Syukri
Mereka menggantikan Dedi Syarif Usman, T. Iskandar, Muhamad Salim, Addin Jauharuddin, dan Muradi yang sebelumnya menjabat sebagai komisaris.
Selain itu, pemegang saham juga memutuskan penghapusan posisi Direktur Risk Management, Legal, dan QSHE yang sebelumnya diemban oleh Anton Rijanto.
Susunan Komisaris dan Direksi Terbaru Waskita Karya
Dewan Komisaris:
-
Komisaris Utama/Independen: Heru Winarko
-
Komisaris: Ade Abdul Rochim
-
Komisaris: Hasby Muhammad Zamri
-
Komisaris Independen: Aqila Rahmani
-
Komisaris Independen: Muhammad Harrifar Syafar
-
Komisaris Independen: Muhammad Abdullah Syukri
Dewan Direksi:
-
Direktur Utama: Muhammad Hanugroho
-
Direktur Keuangan: Wiwi Suprihatno
-
Direktur Business Strategic, Portfolio & Human Capital: Rudi Purnomo
-
Direktur Operasi I: Ari Asmoko
-
Direktur Operasi II: Dhetik Ariyanto
Strategi Pemulihan BUMN Konstruksi
Restrukturisasi jajaran komisaris ini diharapkan memperkuat tata kelola dan arah strategi Waskita Karya dalam menghadapi tantangan industri konstruksi nasional. Dengan proyek-proyek besar yang tengah berjalan, termasuk pembangunan infrastruktur strategis, perusahaan menegaskan komitmennya menjaga keberlanjutan usaha sekaligus mendukung program pembangunan pemerintah.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya BUMN konstruksi lain yang terus melakukan transformasi, baik dari sisi manajemen maupun strategi bisnis, demi memastikan keberlanjutan dan daya saing di tengah kondisi pasar yang penuh dinamika.








