Pemerintah memastikan seluruh hak almarhumah tetap terpenuhi, termasuk pelaksanaan badal haji sesuai ketentuan yang berlaku.
Jakarta (Lampost.co) — Pelaksanaan ibadah haji 1447 H/2026 M memasuki hari keempat dengan dinamika yang cukup menantang. Kabar duka datang dari Tanah Suci setelah satu jemaah asal Indonesia meninggal dunia di Madinah.
Juru Bicara Kementerian Haji, Ichsan Marsha, menyampaikan jemaah tersebut berasal dari kloter SOC-3 asal Solo. Almarhumah bernama Rodiyah, berusia 68 tahun, meninggal akibat serangan jantung.
“Innalillahi wa innailaihi rojiun. Kami menyampaikan duka cita atas wafatnya satu jemaah haji asal Solo,” ujar Ichsan dalam konferensi pers.
Pemerintah memastikan seluruh hak almarhumah tetap terpenuhi, termasuk pelaksanaan badal haji sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain kabar duka, kondisi kesehatan jemaah lain juga menjadi perhatian serius. Data terbaru menunjukkan puluhan jemaah mengalami penurunan kondisi fisik selama berada di Madinah.
Sementara, 93 jemaah menjalani rawat jalan, dua orang ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan satu jemaah harus mendapat penanganan intensif di rumah sakit Arab Saudi.
Ichsan menegaskan pihaknya terus memperkuat layanan kesehatan agar seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman. “Kami fokus menjaga kesehatan jemaah. Setiap laporan kami tindak lanjuti dengan cepat,” katanya.
Kondisi cuaca di Madinah turut menjadi faktor utama yang memengaruhi kesehatan jemaah. Suhu udara saat itu mencapai 34 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan rendah.
Cuaca kering seperti itu berisiko memicu dehidrasi, terutama bagi jemaah lanjut usia. Untuk itu, petugas terus mengingatkan pentingnya menjaga stamina. “Kami imbau jemaah banyak minum air dan mengurangi aktivitas di luar ruangan,” ujar Ichsan.
Di tengah berbagai tantangan, proses pemberangkatan jemaah haji Indonesia tetap berjalan sesuai jadwal. Hingga hari keempat, terdapat 40 kloter berangkat ke Arab Saudi.
Total jemaah yang berangkat mencapai 15.349 orang. Dari jumlah tersebut, 9.884 jemaah tiba dengan selamat di Madinah.
Pemerintah juga mengambil langkah strategis untuk menjaga kondisi fisik jemaah sejak dari Indonesia. Salah satunya dengan mengurangi kegiatan seremonial saat pelepasan.
Langkah itu bertujuan agar jemaah memiliki waktu istirahat yang cukup sebelum menjalani perjalanan panjang menuju Tanah Suci.
Kementerian Haji terus mengoptimalkan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk petugas kesehatan dan PPIH di lapangan. Fokus utama saat itu adalah memastikan keselamatan dan kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update