Jakarta (Lampost.co)— Kebijakan work from home (WFH) yang tengah pemerintah siapkan, tidak sekadar menjadi pola kerja baru. Tetapi juga strategi menghadapi tekanan krisis energi global.
Pemerintah melalui koordinasi lintas kementerian tengah menyusun skema WFH yang efektif, terutama untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM).
Baca juga: Menkeu: WFH Tak Ganggu Produktivitas, Justru Hemat BBM
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan kebijakan ini akan segera pemerintah berlakukan setelah Lebaran. Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai WFH berpotensi menjadi solusi jangka pendek dalam menjaga stabilitas energi nasional.
Dengan berkurangnya mobilitas harian pekerja, konsumsi BBM pemerintah proyeksikan turun, terutama di kota-kota besar. Dampak ini dinilai signifikan dalam mengurangi tekanan impor energi dan menjaga ketahanan fiskal.
Meski demikian, pemerintah tetap menjaga keseimbangan dengan memastikan sektor strategis tetap berjalan optimal. Pendekatan ini menunjukkan bahwa transformasi pola kerja dapat berjalan beriringan dengan kebutuhan ekonomi nasional.
WFH kini bukan lagi sekadar tren pascapandemi, melainkan bagian dari strategi adaptif pemerintah dalam menghadapi dinamika global sekaligus mendorong efisiensi energi nasional.
Ikuti terus berita dan artikel Lampost.co lainnya di Google News








