• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Senin, 19/01/2026 18:15
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Oasis

Jejak Manusia Purba Pertama di Kutub Utara Terungkap dari Penemuan Fosil Purba ini

EffranbyEffran
04/10/24 - 09:05
in Oasis
A A
Fosil mamut 35.000 tahun. Dok National Geographic

Fosil mamut 35.000 tahun. Dok National Geographic

Bandar Lampung (Lampost.co) — Penemuan fosil mamut berbulu berusia 39.000 tahun dengan nama Yuka mengungkap bukti baru tentang jejak manusia purba di Kutub Utara.

Para ilmuwan menemukan adanya sayatan pada beberapa bagian tubuh Yuka. Peneliti meyakini hal itu sebagai tanda aktivitas manusia pertama di wilayah ekstrem tersebut.

Fosil mamut Yuka itu ditemukan pertama kali pada 2010 di Siberia Utara. Penemuan itu menjadi salah satu fosil mamut paling terpelihara yang pernah ditemukan.

Setelah penelitian lebih lanjut, para ilmuwan menemukan adanya sayatan pada tulang belakang dan di sekitar rongga mata Yuka. Penemuan itu menunjukkan manusia purba berinteraksi dengan mamut-mamut itu ribuan tahun lalu.

Studi terbaru yang terbit di jurnal Advances in Science mengungkap sayatan pada mamut Yuka kemungkinan terbuat menggunakan bilah batu api. Senjata kuno itu umum manusia purba gunakan.

Para peneliti menganalisis tanda-tanda sayatan itu melalui eksperimen dengan bilah batu api pada sampel kulit sapi dan mammoth untuk membandingkannya.

“Hasil analisis eksperimental menunjukkan sayatan itu memiliki ciri khas traceologi yang membedakannya dari luka karena hewan,” kata para peneliti.

Penemuan itu sangat penting mengingat keberadaan manusia di Kutub Utara sebelumnya memudar sekitar 35.000 tahun yang lalu. Namun, sayatan yang ada pada Yuka menunjukkan manusia tetap ada di wilayah tersebut hingga 39.000 tahun lalu jauh lebih lama dari perkiraan sebelumnya.

Teknologi Bilah Batu Kuno

Para ilmuwan juga mengungkap bilah batu api untuk membuat sayatan pada mamut Yuka. Hal itu menunjukkan keterampilan manusia purba dalam berburu dan memanfaatkan hewan di lingkungan yang keras.

Teknologi bilah batu itu juga membedakan jejak aktivitas manusia dari cedera alami yang mungkin akibat hewan atau faktor lingkungan.

Selain bukti fisik pada mamut Yuka, studi-studi sebelumnya termasuk temuan pada 2016, menyebut manusia mungkin ada di Kutub Utara sejak 45.000 tahun lalu.

Hal itu berdasarkan penemuan sisa-sisa serigala yang tertangkap. Namun, bukti arkeologis menunjukkan keberadaan manusia sempat memudar sebelum temuan mamut ini.

Penemuan Penting di Dunia Arkeologi

Penemuan mamut Yuka memberikan gambaran lebih jelas tentang kehidupan manusia purba di wilayah Kutub Utara. Meski manusia di wilayah tersebut diyakini punah pada 35.000 tahun lalu. Bukti sayatan pada Yuka mengindikasikan keberadaan mereka bertahan lebih lama dari perkirakan.

Ekspedisi penggalian fosil itu dari tim ilmuwan berbagai universitas dan lembaga penelitian internasional, termasuk Universitas New York, Universitas Tübingen, dan Museum Nasional di Berlin.

Penelitian itu tidak hanya mengungkapkan interaksi manusia purba dengan mamut. Namun, turut memberikan wawasan baru tentang adaptasi manusia terhadap lingkungan ekstrem seperti Kutub Utara.

Tags: Bilah Batu KunoFosil MamutJejak Manusia PurbaKutub UtaraManusia PurbaPenelitian Arkeologipenemuan fosil
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

patroli gajah

Karbon, Badak, Gajah dan Masa Depan Way Kambas di Tengah Pasar Karbon Indonesia

byMustaan
19/01/2026

TAMAN Nasional Way Kambas (TNWK) di Lampung Timur selama ini dikenal bukan hanya sebagai surga konservasi satwa endemik. Tetapi juga...

PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) terus memperkuat posisinya dalam mendukung transisi energi dan pengembangan industri hilir guna memenuhi tuntutan global terhadap dekarbonisasi, efisiensi energi dan kelestarian lingkungan.

Indonesia Tersingkir di Pasar Karbon: Potensi Besar Tak Tergarap

byMustaan
16/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) — Indonesia, meskipun memiliki cadangan karbon alami yang melimpah, masih belum optimal memanfaatkan potensi tersebut. Yakni sebagai...

Ilustrasi perdagangan karbon. Perdagangan karbon.(MI/Denny Susanto)

Pasar Karbon Indonesia Besar Dijanji, Berat Direalisasi

byMustaan
16/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) — Perdagangan karbon menjadi salah satu strategi penting Indonesia dalam menghadapi perubahan iklim sekaligus membuka peluang ekonomi...

Berita Terbaru

Satgas Gabungan saat membersihkan tembok rubuh di Jalan Antasari, Kedamaian, Bandar Lampung, Senin 19 Januari 2026. Foto Andi Apriadi
Bandar Lampung

Hujan Deras Picu Longsor-Tembok Runtuh di Sejumlah Wilayah Bandar Lampung

byDelima Napitupuluand1 others
19/01/2026

Bandar Lampung (lampost.coHujan deras yang mengguyur Kota Bandar Lampung sejak akhir pekan memicu sejumlah kejadian bencana, mulai dari longsor hingga...

Read moreDetails
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Lampung, Yozi Rizal

DPRD Provinsi Soroti Minimnya Kejelasan Program Koperasi Merah Putih

19/01/2026
https://lampost.co/wp-content/uploads/2026/01/Sekprov-Lampung-Marindo-Kurniawan-350x250.jpeg

Pemprov Lampung Percepat Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih

19/01/2026
Peran BUMD Sebagai Pilar Penting Penggerak Ekonomi Daerah

Progres Koperasi Merah Putih di Lampung Capai 35,8 Persen

19/01/2026
barang bukti, di antaranya dua ekor sapi

Polres Pringsewu Tangkap Empat Pelaku Pencurian Sapi Antarwilayah

19/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.