Jakarta (Lampost.co) — Sejumlah pemain keturunan dengan kualitas mumpuni masih sulit untuk memperkuat Timnas Indonesia. Beberapa di antaranya memiliki nilai pasar tinggi di Eropa.
PSSI di bawah kepemimpinan Erick Thohir terus berupaya mencari pemain keturunan untuk memperkuat Timnas Indonesia melalui jalur naturalisasi.
Terbaru, Dean James, Emil Audero, dan Joey Pelupessy sedang dalam proses untuk mendapatkan paspor Indonesia untuk bisa tampil membela Timnas Garuda pada Maret 2025.
Namun, masih ada beberapa pemain keturunan lain yang hingga kini belum bisa memperkuat Timnas Indonesia. Penyebabnya, dari kendala administratif atau pilihan pribadi.
Pemain Keturunan Sulit Bela Timnas Indonesia
Berikut daftar 6 pemain keturunan yang sulit membela Timnas Indonesia.
-
Jairo Riedewald (Royal Antwerp)
Jairo Riedewald, gelandang bertahan Royal Antwerp, sebenarnya masuk dalam radar PSSI untuk memperkuat Timnas Indonesia. Namun, kendala administratif membuat naturalisasinya sulit terwujud dalam waktu dekat.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan situasi Jairo mirip dengan proses naturalisasi Maarten Paes, yang membutuhkan waktu hingga 8 bulan. Untuk itu, proses naturalisasi Jairo belum bisa lanjut.
-
Million Manhoef (Stoke City)
Pemain sayap Stoke City, Million Manhoef, memiliki darah Indonesia dari sang kakek. Pengalamannya bermain di Eredivisie bersama Vitesse Arnhem dan kini di Championship Inggris bersama Stoke City menjadi nilai tambah bagi Timnas Garuda.
Musim ini, Manhoef mencetak 5 gol dan 3 assist dari 26 pertandingan. Namun, ia masih tercatat sebagai pemain Timnas Belanda U-21. Sehingga, harus menunggu minimal tiga tahun tanpa membela Belanda sebelum bisa berganti federasi ke PSSI sesuai aturan FIFA.
-
Miliano Jonathans (FC Utrecht)
Winger muda FC Utrecht, Miliano Jonathans, memiliki darah Indonesia dari sang nenek yang berasal dari Depok. Ia sebagai pemain yang cepat dan lincah dalam mengolah bola di sektor kanan penyerangan.
Saat ini, Miliano masih fokus membela klubnya setelah sempat mengalami cedera panjang. Menurut kabar, ia baru akan mengumumkan keputusannya terkait membela Timnas Indonesia pada pertengahan 2025.
-
Ian Maatsen (Aston Villa)
Bek kiri Aston Villa, Ian Maatsen, memiliki nilai pasar tertinggi di antara para pemain keturunan, yakni mencapai 32 juta euro (Rp545 miliar). Musim ini, ia mencatatkan 1 assist dari 32 laga.
Namun, Ian Maatsen masih berstatus sebagai pemain Timnas Belanda U-21. Sehingga, harus menunggu minimal tiga tahun tanpa membela Belanda sebelum bisa pindah federasi ke PSSI.
-
Pascal Struijk (Leeds United)
Bek tengah Leeds United, Pascal Struijk, merupakan salah satu pemain yang sulit terbujuk untuk membela Timnas Indonesia. Musim ini, ia mencetak 5 gol sebagai bek tengah yang juga memiliki kemampuan bertahan yang kuat.
Namun, dalam sebuah wawancara, Pascal Struijk pernah menolak tawaran dari Timnas Belgia. Sebab, ia masih berharap mendapatkan kesempatan membela Timnas Belanda. Jika Belgia saja dia tolak, peluangnya bermain untuk Indonesia tampaknya sangat kecil.
-
Jayden Oosterwolde (Fenerbahce)
Bek serba bisa milik Fenerbahce, Jayden Oosterwolde, menjadi salah satu pemain keturunan yang paling menarik perhatian PSSI. Ia bisa bermain sebagai bek kiri, gelandang kiri, maupun bek tengah.
Saat ini, Jayden masih dalam proses pemulihan cedera dan baru bisa kembali bermain pada 2 Juni 2025. Menariknya, asisten pelatih Timnas Indonesia, Alex Pastoor, ternyata telah menemui Jayden langsung di Istanbul untuk membujuknya agar mau memperkuat Timnas Garuda.
“Asisten pelatih Tim Nasional Indonesia, Alex Pastoor, datang ke Istanbul untuk bertemu dengan Jayden Oosterwolde. Dia membujuknya bermain untuk Tim Nasional Indonesia,” demikian laporan dari akun fanbase Fenerbahce, @1907Bros.