Hasil ini terbilang luar biasa mengingat pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu harus memulai balapan dari posisi ke-17.
Jerez (Lampost.co)–Pembalap muda berbakat Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali mengharumkan nama bangsa di kancah balap motor internasional. Dalam seri keempat Moto3 Spanyol 2026 yang berlangsung di Sirkuit Jerez, Minggu (26/4/2026), pembalap andalan Honda Team Asia tersebut tampil heroik dengan melakukan aksi comeback fantastis untuk finis di posisi keenam.
Hasil ini terbilang luar biasa mengingat pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu harus memulai balapan dari posisi ke-17. Namun, keterbatasan posisi start tidak menghalangi nyali Veda untuk bersaing dengan barisan pembalap papan atas dunia di salah satu lintasan paling teknis dan menantang dalam kalender MotoGP.
Begitu lampu start padam, Veda langsung menunjukkan agresivitasnya. Dengan reaksi yang sangat cepat, ia berhasil melewati kerumunan pembalap di tikungan pertama dan merangsek naik tiga posisi ke urutan ke-14 pada lap pembuka. Ketenangan Veda dalam mengendalikan motor Honda miliknya menjadi kunci utama di tengah kepadatan barisan tengah Moto3 yang terkenal sangat kompetitif.
Memasuki putaran kedua, laju Veda makin tak terbendung. Ia terus menekan dan berhasil menembus posisi 10 besar setelah mendahului tiga pembalap sekaligus.
Pada fase ini, Veda sempat terlibat persaingan sengit dengan pembalap asal Malaysia, Hakim Danish. Keduanya saling tukar posisi dalam perebutan tempat di barisan depan, menunjukkan tingginya level persaingan talenta muda Asia di kancah dunia.
Meskipun sempat sedikit kehilangan momentum dan terdorong ke posisi ke-11 setelah disalip Mateo Morelli menjelang putaran keempat, Veda tidak patah arang. Ia merespons cepat dengan memanfaatkan celah yang ditinggalkan rival-rivalnya, termasuk kemunduran yang dialami Danish, untuk kembali mengamankan posisi 10 besar.
Sepanjang sisa balapan, Veda menunjukkan kedewasaan dalam membalap. Ia menjaga ritme dengan sangat konsisten, tidak membiarkan ban motornya cepat habis namun tetap melakukan manuver-manuver agresif yang terukur.
Perlahan tapi pasti, Veda terus memperbaiki posisinya di setiap sektor hingga akhirnya berhasil masuk persaingan enam besar pada fase akhir lomba. Ia menyentuh garis finis dengan catatan waktu total 33 menit 29,064 detik.
Di barisan paling depan, pembalap tuan rumah Maximo Quiles tampil sangat dominan sejak awal hingga akhir untuk mengunci kemenangan di Moto3 Spanyol 2026. Adrian Fernandez menempati posisi kedua, sementara David Munoz melengkapi dominasi pembalap Spanyol dengan mengamankan podium ketiga.
Bagi Veda Ega Pratama, hasil finis keenam ini merupakan pencapaian krusial dalam musim debutnya. Keberhasilan melakukan pemulihan dari posisi ke-17 menuju posisi enam besar mempertegas perkembangan positif serta potensi besarnya sebagai bintang masa depan Indonesia di ajang grand prix. Hasil di Jerez ini menjadi modal kepercayaan diri yang sangat tinggi bagi Veda untuk menghadapi seri-seri berikutnya di daratan Eropa.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update