Perebutan satu tiket tersisa menuju Liga Champions akan berlangsung panas hingga pekan terakhir, melibatkan persaingan sengit antara Roma dan Juventus.
Roma (Lampost.co)–AS Roma menunjukkan tajinya sebagai salah satu kandidat kuat pengisi zona Liga Champions musim depan. Menjamu Fiorentina dalam lanjutan pekan ke-35 Serie A Italia 2025/2026 di Stadion Olimpico, Selasa (5/5/2026) dini hari WIB, tim berjuluk I Giallorossi itu tampil perkasa dengan melumat tim tamu empat gol tanpa balas.
Kemenangan besar ini memiliki arti yang sangat krusial bagi peta persaingan papan atas Italia. Tambahan tiga poin membuat AS Roma naik ke posisi kelima klasemen sementara dengan koleksi 64 poin. Kini, anak asuh Gian Piero Gasperini tersebut hanya terpaut satu angka dari Juventus yang berada di peringkat keempat atau batas akhir zona Liga Champions. Dengan beberapa laga tersisa, tekanan kini berpindah sepenuhnya ke kubu Si Nyonya Tua.
Sejak peluit pertama berbunyi, AS Roma langsung mengambil kendali permainan. Mengandalkan skema agresif, tuan rumah tidak membutuhkan waktu lama untuk memecah kebuntuan. Pada menit ke-13, bek senior Gianluca Mancini membuka keunggulan melalui sundulan tajam setelah memaksimalkan umpan terukur dari sepak pojok Niccolo Pisilli.
Keunggulan tersebut tak membuat Roma mengendurkan serangan. Hanya berselang empat menit, tepatnya pada menit ke-17, Wesley menggandakan kedudukan menjadi 2-0.
Pemain muda tersebut berhasil mengonversi umpan matang Mario Hermoso menjadi gol. Fiorentina tampak kesulitan mengembangkan permainan akibat tekanan tanpa henti lini tengah Roma yang digalang Bryan Cristante.
Pesta gol di babak pertama ditutup aksi Mario Hermoso pada menit ke-34. Setelah memberikan asis sebelumnya, kali ini Hermoso turut mencatatkan namanya di papan skor, membawa Roma unggul nyaman 3-0 saat turun minum.
Memasuki babak kedua, AS Roma tetap menjaga intensitas permainan mereka. Dominasi tuan rumah makin absolut ketika Niccolo Pisilli memperbesar keunggulan menjadi 4-0 pada menit ke-58. Kembali melalui skema bola udara, Pisilli melepaskan sundulan yang tidak terjangkau kiper Fiorentina, David de Gea.
Di sisi lain, Fiorentina tampak tidak berdaya menghadapi koordinasi apik lini belakang Roma yang dikawal Evan Ndicka dan Mancini. Meski menelan kekalahan pahit, posisi La Viola di peringkat ke-16 dengan 37 poin masih terhitung aman dari zona degradasi karena masih memiliki selisih sembilan poin dari zona merah.
Keberhasilan Gian Piero Gasperini meramu taktik di Olimpico malam itu membuktikan AS Roma sedang berada dalam tren positif di penghujung musim. Perebutan satu tiket tersisa menuju kompetisi kasta tertinggi Eropa akan berlangsung panas hingga pekan terakhir, melibatkan persaingan sengit antara Roma dan Juventus.
Susunan Pemain:
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update