Selisih 12 angka Inter Milan dari Napoli di posisi kedua menjadi margin yang mustahil dipangkas mengingat kompetisi musim ini hanya menyisakan tiga pertandingan lagi.
Milan (Lampost.co)–Publik Stadion Giuseppe Meazza meledak dalam kegembiraan luar biasa pada Senin (4/5/2026) dini hari WIB. Inter Milan resmi menasbihkan diri sebagai jawara Serie A Italia musim 2025/2026 setelah menumbangkan Parma dengan skor meyakinkan 2-0 pada giornata ke-35. Kemenangan ini memastikan posisi Nerazzurri di puncak klasemen tidak akan mungkin lagi terkejar para pesaingnya.
Dengan tambahan tiga poin ini, Inter Milan kini mengoleksi 82 poin. Selisih 12 angka dari Napoli di posisi kedua menjadi margin yang mustahil dipangkas mengingat kompetisi musim ini hanya menyisakan tiga pertandingan lagi. Pencapaian ini sekaligus menandai raihan gelar liga ke-21 sepanjang sejarah klub asal kota mode tersebut.
Pertandingan mulai dengan tensi tinggi. Parma, yang tampil tanpa beban, sempat memberikan kejutan pada menit kedelapan melalui sundulan Enrico Delprato yang melenceng tipis. Inter segera merespons lewat peluang Denzel Dumfries dan tembakan keras Nicolo Barella yang membentur tiang gawang pada menit ke-25.
Upaya keras anak asuh Simone Inzaghi baru membuahkan hasil di masa injury time babak pertama (45+1′). Berawal dari umpan terobosan cerdik Piotr Zieliński, Marcus Thuram berhasil lolos dari jebakan offside dan melepaskan tembakan jarak dekat yang menaklukkan kiper Parma, Zion Suzuki. Skor 1-0 menutup paruh pertama dan membawa satu kaki Inter di podium juara.
Memasuki babak kedua, Inter tetap menjaga dominasi permainan. Guna menyegel kemenangan, Cristian Chivu melakukan pergantian pemain strategis pada menit ke-67 dengan memasukkan Lautaro Martínez dan Henrikh Mkhitaryan. Keputusan ini terbukti menjadi langkah jenius.
Pada menit ke-80, kolaborasi dua pemain pengganti tersebut membuahkan hasil. Lautaro Martínez mengirimkan umpan matang yang langsung Henrikh Mkhitaryan sambar di depan gawang.
Gol tersebut menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Parma sempat mencetak gol melalui Nesta Elphege pada menit ke-86, namun wasit menganulir karena posisi offside. Skor tetap bertahan hingga peluit panjang berbunyi, menandai mulainya pesta juara di San Siro.
Keberhasilan merengkuh scudetto ke-21 ini merupakan bukti konsistensi Inter Milan sepanjang musim. Di sisi lain, bagi Parma, kekalahan ini tidak terlalu memengaruhi posisi mereka secara drastis. Berada di urutan ke-12 dengan 42 poin, Parma sudah pasti aman dari ancaman degradasi, meskipun mereka juga telah kehilangan peluang menembus zona kompetisi Eropa.
Malam di Milan pun berakhir dengan perayaan megah. Bendera biru-hitam berkibar di setiap sudut kota, merayakan dominasi mutlak Inter Milan sebagai penguasa baru sepak bola Italia musim 2025/2026.
Susunan Pemain:
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update