Keberhasilan ini resmi mengakhiri puasa gelar juara Aston Villa selama 30 tahun di seluruh kompetisi.
Istanbul (Lampost.co)–Skuad asal Inggris, Aston Villa, akhirnya kembali merasakan manisnya kejayaan di panggung sepak bola Benua Biru. Tim berjuluk The Villans tersebut tampil luar biasa dan superior dengansaat menaklukkan wakil Jerman, SC Freiburg, 3-0 pada partai final UEFA Europa League 2026 di Stadion Beşiktaş Park, Istanbul, Turki.
Kemenangan gemilang di tanah Turki ini menjadi momen yang sangat emosional dan bersejarah bagi Aston Villa. Pasalnya, keberhasilan ini resmi mengakhiri puasa gelar juara mereka selama 30 tahun di seluruh kompetisi. Sekaligus membawa klub asal Birmingham tersebut kembali berjaya di kompetisi Eropa. Terakhir kali mereka mengangkat trofi besar pada tahun 1982 silam.
Pelatih kepala Aston Villa, Unai Emery, tidak mampu menyembunyikan rasa bangga dan harunya setelah peluit panjang berbunyi. Keberhasilan ini sekaligus mempersembahkan trofi juara Europa League kelima sepanjang karier kepelatihannya yang legendaris.
“Saya sangat berterima kasih. Terima kasih kepada pemilik klub, seluruh staf Aston Villa, dan terutama para suporter yang selalu bersama kami sepanjang musim,” ujar Emery dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.
Emery secara khusus menyebut ledakan animo dan dukungan tanpa henti dari para fan Aston Villa menjadi sumber kekuatan terbesar bagi anak asuhnya sepanjang mengarungi perjalanan panjang di kompetisi Eropa musim ini. Menurut sang juru taktik, atmosfer luar biasa yang pendukung setia Villa hadirkan membuat para pemain di lapangan mampu tampil dengan energi penuh sejak babak penyisihan hingga partai puncak.
“Di mana pun kami bermain di Eropa, ribuan suporter selalu datang mendukung. Hari ini kami bahkan merasa seperti bermain di kandang sendiri, di Villa Park,” ujar pelatih asal Spanyol tersebut dengan nada emosional.
Jalannya laga final memperlihatkan dominasi total Aston Villa sejak menit-menit awal babak pertama. Tekanan demi tekanan lini serang Villa akhirnya membuahkan hasil ketika gelandang kreatif, Youri Tielemans, sukses mencetak gol pembuka yang memecah kebuntuan. Setelah gol tersebut, kepercayaan diri tim semakin berlipat ganda, hingga kemudian Emi Buendía dan Morgan Rogers mencetak dua gol tambahan untuk memastikan kemenangan telak 3-0 atas Freiburg.
Emery menganalisis keberhasilan timnya dalam memanfaatkan situasi bola mati (set piece) menjadi titik balik krusial yang meruntuhkan mental bertanding Freiburg, sekaligus membuat Aston Villa makin nyaman dalam mendikte jalannya pertandingan.
“Kami mulai menemukan ritme permainan yang tepat, dan setelah mencetak gol pertama, tim bermain dengan penuh kepercayaan diri yang tinggi,” ujar Emery.
Raihan trofi di Istanbul ini makin mempertegas status Unai Emery sebagai salah satu pelatih terbaik dalam sejarah kompetisi Eropa. Ia kini kokoh berdiri sendirian sebagai pelatih dengan koleksi gelar juara Europa League terbanyak sepanjang sejarah sepak bola modern.
Menariknya, kesuksesan Aston Villa pada musim ini terasa berlipat ganda dan makin spesial. Selain berhasil membawa pulang trofi kompetisi kasta kedua Eropa ke Villa Park, mereka juga sukses mengakhiri kompetisi domestik dengan finis di papan atas Premier League. Catatan impresif tersebut otomatis memastikan satu tiket lolos ke putaran final UEFA Champions League untuk musim depan.
“Kami ingin membawa Aston Villa kembali bersaing memperebutkan trofi-trofi bergengsi dan kembali dihormati di daratan Eropa,” ujar Emery menutup pembicaraan mengenai target masa depan klub.
Melalui keberhasilan yang spektakuler ini, Aston Villa resmi menutup lembaran musim kompetisi 2025/2026 dengan kepala tegak penuh kebanggaan, sekaligus membuka gerbang era baru kebangkitan klub yang cerah di bawah kepemimpinan dingin Unai Emery.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update