Naples (Lampost.co)–Sejarah baru tercipta di kancah sepak bola Italia. Como 1907 secara mengejutkan berhasil menyingkirkan raksasa Serie A, Napoli, pada babak perempat final Coppa Italia 2025/2026. Kemenangan dramatis ini mereka raih lewat adu penalti dengan skor 7-6 setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga waktu normal berakhir di Stadion Diego Armando Maradona, Rabu (11/2/2026).
Keberhasilan ini mengantarkan klub milik pengusaha asal Indonesia, Hartono bersaudara, melangkah ke semifinal Coppa Italia untuk pertama kali dalam 40 tahun terakhir. Di fase empat besar nanti, tim asuhan Cesc Fabregas tersebut akan meladeni Inter Milan yang lebih dahulu lolos.
Duel Taktik Fabregas dan Conte
Pertandingan berlangsung ketat sejak peluit pertama berbunyi. Napoli yang tampil di hadapan pendukung sendiri sebenarnya mendominasi penguasaan bola. Namun, kedisiplinan barisan pertahanan Como di bawah pimpinan Marc-Oliver Kempf membuat lini serang Il Partenopei frustrasi.
Baca juga: Sikat Juventus 3-0, Atalanta ke Semifinal Coppa Italia 2026
Petaka bagi Napoli terjadi pada menit ke-39. Mathias Olivera menjatuhkan pemain Como, Ivan Smolcic, di kotak terlarang saat menyambut umpan silang.
Wasit langsung menunjuk titik putih. Martin Baturina yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugas dengan sempurna, membawa tim tamu unggul 1-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Napoli asuhan Antonio Conte langsung tancap gas. Hanya 43 detik setelah restart, gawang Como dengan kawalan Jean Butez akhirnya jebol. Penyerang muda Antonio Vergara berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah memanfaatkan umpan matang dari Rasmus Hojlund.
Sepanjang sisa waktu babak kedua, Napoli terus mengurung pertahanan Como. Peluang emas sempat mereka dapat melalui sundulan Amir Rrahmani dan tendangan keras Romelu Lukaku. Namun, kegemilangan Jean Butez dan sapuan krusial Nico Paz di garis gawang memaksa laga harus berakhir dengan adu tos-tosan.
Jean Butez Jadi Pahlawan
Dalam babak adu penalti yang mendebarkan, mentalitas para pemain I Lariani benar-benar diuji. Penendang kedua Napoli, Romelu Lukaku, gagal menjalankan tugas setelah tendangannya melenceng dari gawang. Como sempat berada di atas angin sebelum eksekusi Maximo Perrone bisa Vanja Milinkovic-Savic gagalkan, membuat skor kembali imbang.
Drama berakhir pada penendang ketujuh. Marc-Oliver Kempf berhasil menyarangkan bola untuk Como, sedangkan eksekusi Stanislav Lobotka mampu Jean Butez tepis dengan heroik. Skor 7-6 untuk kemenangan Como memastikan kepulangan Napoli dari kompetisi domestik musim ini.
Komentar Pelatih
Usai laga, Cesc Fabregas memuji keberanian anak asuhnya. “Kami tahu Napoli adalah tim besar, tapi kami bermain tanpa rasa takut. Ini adalah kemenangan untuk Kota Como dan bukti bahwa proyek kami berjalan di arah yang benar,” ujar Fabregas.
Kemenangan ini sekaligus mengonfirmasi posisi Como 1907 sebagai kekuatan baru yang patut jadi perhitungan di Italia. Setelah tampil impresif di Serie A musim 2025/2026 dengan menempati posisi papan atas, kini mereka berpeluang merebut trofi perdana mereka di kasta tertinggi.
Laga semifinal melawan Inter Milan akan berlangsung dalam format dua leg pada April mendatang. Fokus Como kini kembali ke liga untuk menjaga momentum positif mereka pada tahun 2026 ini.








