Kemenangan ini menjaga asa Persija untuk finis di papan atas pada akhir musim nanti.
Kediri (Lampost.co)–Persija Jakarta sukses memetik poin penuh saat melakoni laga tandang krusial pada pekan ke-33 BRI Super League 2025/2026. Menyambangi markas Persik Kediri di Stadion Brawijaya, Kediri, Sabtu (16/5/2026) sore WIB, tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut berhasil bangkit dan membungkam tuan rumah dengan skor meyakinkan 3-1.
Kemenangan ini menjadi respons yang sangat positif sekaligus penawar luka bagi Persija Jakarta setelah pada pekan sebelumnya mereka menelan kekalahan pahit dari sang rival abadi, Persib Bandung. Tambahan tiga angka ini membuat posisi Persija makin kukuh di peringkat ketiga klasemen sementara dengan koleksi 68 poin. Sebaliknya, kekalahan di kandang sendiri membuat Persik Kediri tertahan di posisi ke-12 dengan raihan 39 poin.
Tampil di depan pendukung sendiri, Persik Kediri yang berjuluk Macan Putih langsung memeragakan permainan agresif sejak peluit kick-off berbunyi. Skuad asuhan Marcos Reina tersebut beberapa kali merepotkan barisan pertahanan Persija yang dipimpin bek timnas Rizky Ridho. Di sisi lain, Persija yang mengusung misi wajib bangkit juga meladeni permainan terbuka tuan rumah sehingga jual beli serangan tidak terhindarkan.
Stadion Brawijaya bergemuruh pada menit ke-24 ketika penyerang Persik, Jose Enrique, sukses memecah kebuntuan. Memanfaatkan celah di lini belakang tim tamu, Enrique berhasil menaklukkan penjaga gawang senior Andritany Ardhiyasa dan mengubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.
Namun, kegembiraan publik Kediri tidak bertahan lama. Mentalitas juara Persija langsung terlihat setelah mereka merespons gol tersebut hanya dalam kurun waktu dua menit.
Tepat pada menit ke-26, gelandang muda berbakat Rayhan Hannan sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui penyelesaian akhir yang tenang. Setelah kedudukan kembali imbang, tempo laga tetap tinggi, namun tidak ada gol tambahan yang tercipta hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, jeli melihat adanya kebuntuan di lini serangnya. Pada menit ke-55, Souza melakukan perjudian taktis yang berani dengan menarik keluar duo penyerang Mauro Zijlstra dan Alaaeddine Ajaraie, kemudian memasukkan Gustavo Almeida serta Emaxwell.
Keputusan arsitek asal Brasil tersebut terbukti menjadi masterclass yang mengubah jalannya pertandingan secara total. Masuknya Gustavo Almeida membuat lini serang Macan Kemayoran tampil jauh lebih hidup, dinamis, dan memberikan tekanan psikologis yang besar bagi lini belakang Persik Kediri.
Sembilan menit setelah menginjakkan kaki di lapangan, tepatnya pada menit ke-64, Gustavo Almeida membuktikan kelasnya sebagai predator kotak penalti. Pemain asal Negeri Samba tersebut sukses mengonversi peluang menjadi gol lewat sebuah sundulan mematikan yang membawa Persija berbalik unggul 2-1.
Hanya berselang dua menit dari gol pertamanya, Gustavo kembali menjadi momok menakutkan bagi lini pertahanan Macan Putih. Pada menit ke-66, berawal dari skema serangan balik yang rapi, Gustavo melepaskan tembakan terukur dari dalam kotak penalti yang gagal kiper Persik, Husna Al Malik, halau. Skor pun berubah menjadi 3-1.
Dalam sisa waktu pertandingan, Persik Kediri berusaha keras mengejar ketinggalan dengan memasukkan tenaga baru. Namun kedisplinan lini belakang Persija membuat skor 3-1 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang akhir pertandingan. Kemenangan ini sekaligus menjaga asa Persija untuk finis di papan atas pada akhir musim nanti.
Susunan Pemain:
Persik Kediri: Husna Al Malik; Al Mahra Hehanussa, Henhen Herdiana, Muhammad Firli, Rezaldi Hehanussa; Imanol Garcia, Jon Miquel Toral, Telmo Ferreira; Ernesto Gomez, Jose Enrique, Krisna Bayu Otto.
Pelatih: Marcos Reina.
Persija Jakarta: Andritany Ardhiyasa; Bruno Tubarao, Paulo Ricardo, Rizky Ridho, Dony Tri Pamungkas; Jean Motta, Jordi Amat, Fabio Calonego, Rayhan Hannan; Alaaeddine Ajaraie, Mauro Zijlstra.
Pelatih: Mauricio Souza.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update