Veda sukses melakukan comeback sensasional dengan finis di posisi kedelapan setelah memulai balapan dari barisan belakang.
Barcelona (Lampost.co)–Pembalap muda berbakat asal Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali menunjukkan mentalitas baja di panggung kejuaraan dunia. Melakoni balapan sengit pada seri Moto3 Catalunya 2026 di Circuit de Barcelona-Catalunya, Minggu (17/5/2026) sore WIB, Veda sukses melakukan comeback sensasional dengan finis di posisi kedelapan setelah memulai balapan dari barisan belakang.
Sementara itu, podium tertinggi berhasil direbut pembalap tangguh Maximo Quiles. Quiles yang sempat tercecer dan mengalami kesulitan di pertengahan lomba mampu bangkit secara dramatis untuk keluar sebagai pemenang seri Catalunya.
Tugas berat sejatinya sudah menanti Veda Ega Pratama sejak sebelum lampu hijau menyala. Akibat hasil kualifikasi yang kurang maksimal, pembalap yang bernaung di bawah bendera Honda Team Asia ini harus rela mengawali jalannya balapan dari urutan ke-21. Namun, modal posisi start yang tidak menguntungkan tersebut tidak mematahkan semangat juang sang pembalap Tanah Air.
Begitu balapan mulai, Veda langsung tampil agresif namun tetap perhitungan. Sejak lap pertama, ia terus memacu motornya demi memperbaiki posisi. Usahanya membuahkan hasil cepat ketika ia berhasil merangsek naik ke urutan ke-13. Di saat yang sama, drama langsung terjadi di barisan depan setelah sang pemuncak klasemen sementara, Maximo Quiles, sempat melebar saat melakukan start.
Memasuki lap kedua, jalannya balapan dipimpin David Almansa yang ditempel ketat David Munoz dan Brian Uriarte. Di tengah kepungan para pembalap Eropa, Veda Ega Pratama secara konisten menjaga ritme motornya dengan sangat baik di barisan tengah untuk mengamankan posisinya.
Memasuki lap kelima, progres signifikan kembali Veda tunjukkan dengan berhasil menembus posisi 10 besar. Sementara itu, persaingan di grup depan makin panas. Pada lap kedelapan, pembalap asal Malaysia, Hakim Danish, sempat menyodok ke posisi keempat, sementara Veda membayangi tepat di belakangnya pada posisi kesembilan. Duel sengit sesama pembalap Asia Tenggara pun tak terhindarkan.
Peta persaingan kembali berubah di pertengahan lomba setelah Brian Uriarte mengambil alih pimpinan balapan. Tekanan yang begitu masif dari para rival sempat membuat Veda sedikit kehilangan momentum pada lap ke-11. Pembalap bernomor motor andalan Indonesia ini sempat melorot ke posisi ke-11 setelah dilewati Marco Morelli dan Casey O’Gorman.
Pertarungan mencapai klimaksnya saat balapan menyisakan lima lap terakhir. Perebutan podium menjadi sangat sengit antara Uriarte dan Quiles, sebelum akhirnya Quiles berhasil merebut kembali posisi terdepan. Drama besar kemudian terjadi menjelang finis ketika pembalap Jesus Rios mengalami kecelakaan (crash).
Situasi chaos di lap-lap akhir tersebut berhasil dimanfaatkan dengan sangat cerdik oleh Veda Ega Pratama. Dengan ketenangan luar biasa, ia berhasil menghindari insiden dan memacu motornya untuk kembali merangsek ke barisan depan hingga akhirnya menyentuh garis finis di posisi kedelapan. Veda finis tepat di belakang rivalnya, Hakim Danish, yang mengamankan urutan ketujuh.
Maximo Quiles keluar sebagai juara dengan catatan waktu total 32 menit 28,964 detik. Berkat tambahan poin berharga dari Catalunya ini, Veda Ega Pratama kini kokoh menempati peringkat kelima di klasemen sementara Moto3 2026 dengan koleksi 58 poin. Hasil ini menjaga asa dan peluang sang pembalap muda Indonesia untuk terus bersaing di papan atas kejuaraan dunia musim ini.
Hasil 10 Besar Moto3 Catalunya 2026:
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update