London (Lampost.co)—Arsenal resmi mengunci tiket ke partai puncak Carabao Cup (Piala Liga) musim 2025/2026 setelah menumbangkan Chelsea dengan skor tipis 1-0 pada laga leg kedua semifinal di Emirates Stadium, Rabu (4/2/2026) dini hari WIB. Gol tunggal di masa injury time memastikan The Gunners melaju dengan keunggulan agregat 4-2.
Pertandingan bertajuk derbi London ini berlangsung dengan tensi tinggi sejak peluit pertama berbunyi. Chelsea, yang tertinggal agregat 2-3 dari leg pertama, tampil sangat agresif demi mengejar defisit gol. Skuad asuhan Liam Rosenior tersebut mendominasi penguasaan bola hingga mencapai 56 persen dan melepaskan 14 tembakan sepanjang laga.
Drama Menit Akhir Kai Havertz
Meski Chelsea terus menekan melalui aksi João Pedro dan Liam Delap, pertahanan disiplin yang digalang William Saliba dan Gabriel Magalhães membuat The Blues frustrasi. Arsenal lebih memilih bermain sabar dan mengandalkan transisi cepat yang efektif.
Baca juga: Arsenal atasi perlawanan Chelsea melalui skor ketat 3-2
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-90+7. Berawal dari skema serangan balik, Declan Rice mengirimkan umpan silang presisi ke dalam kotak penalti. Kai Havertz, yang merupakan mantan penggawa Chelsea, muncul dari posisi tidak terkawal untuk melepaskan sontekan maut yang mengoyak jala Robert Sánchez. Stadion Emirates pun meledak dalam kegembiraan.
Efisiensi Vs Dominasi
Secara statistik, Chelsea sebenarnya tampil lebih mengancam. Namun, penyelesaian akhir yang buruk menjadi kendala utama bagi klub asal London Barat tersebut. Dari 14 percobaan, hanya dua tembakan yang tepat sasaran. Sebaliknya, Arsenal menunjukkan mentalitas juara dengan memanfaatkan satu-satunya peluang bersih di penghujung laga.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, memuji ketabahan anak asuhnya. “Kami bekerja sangat keras untuk mencapai final ini. Chelsea memberikan perlawanan yang luar biasa, tetapi kesabaran dan kedisiplinan pemain menjadi kunci kemenangan malam ini,” ujar Arteta dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.
Di sisi lain, Liam Rosenior mengaku kecewa dengan hasil tersebut. “Kami mendominasi hampir di seluruh aspek, tetapi sepak bola adalah tentang mencetak gol. Kami kehilangan fokus di detik-detik terakhir dan itu berakibat fatal,” ujarnya.
Menjaga Asa Quadruple
Kemenangan ini makin mempertegas dominasi Arsenal di kancah domestik musim 2025/2026. Saat ini, Martin Ødegaard dan kawan-kawan masih kokoh di puncak klasemen sementara Premier League dengan 53 poin dari 24 pertandingan. Lolos ke final Carabao Cup menjaga peluang mereka untuk meraih empat trofi sekaligus (quadruple) musim ini.
Bagi Chelsea, kegagalan di semifinal ini membuat mereka harus segera mengalihkan fokus total ke kompetisi Premier League demi mengamankan posisi di empat besar. Saat ini, The Blues berada di peringkat kelima, hanya terpaut satu poin dari Manchester United di zona Liga Champions.
Arsenal kini tinggal menunggu pemenang antara Manchester City atau Aston Villa yang akan menjadi lawan mereka di Stadion Wembley pada partai final mendatang.
Susunan Pemain:
Arsenal: David Raya; Ben White, Saliba, Gabriel, Timber; Rice, Zubimendi, Ødegaard; Saka, Gyökeres, Havertz.
Chelsea: Robert Sánchez; Wesley Fofana, Adarabioyo, Colwill, Cucurella; Enzo Fernández, Caicedo; Madueke, João Pedro, Cole Palmer; Liam Delap.








