Bangkalan (Lampost.co)–Madura United FC akhirnya berhasil memutus kutukan tanpa kemenangan yang telah menghantui mereka selama 11 pertandingan terakhir. Menjamu Persik Kediri dalam lanjutan pekan ke-27 BRI Super League 2025-2026, skuad berjuluk Laskar Sape Kerrap tersebut sukses mengamankan tiga poin penuh setelah menang tipis 2-1 di Stadion Gelora Bangkalan, Jawa Timur, Sabtu (11/4/2026).
Kemenangan ini menjadi sangat emosional dan krusial bagi publik sepak bola Madura. Tambahan tiga angka ini secara otomatis mengangkat posisi Madura United ke peringkat 14 klasemen sementara dengan koleksi 23 poin dari 27 laga. Hasil ini sekaligus memastikan mereka untuk sementara waktu keluar dari zona degradasi.
Dominasi Babak Pertama dan Gol Pembuka Sandro
Sejak wasit Nindi Rohaendi meniup peluit tanda mulainya pertandingan, anak asuh pelatih caretaker Rahmad Basuki langsung menerapkan pola permainan menyerang yang sangat agresif. Madura United tampak ingin segera mengakhiri tren negatif mereka dengan menekan pertahanan tim tamu secara konsisten.
Baca juga: Eksekusi Maut Gustavo Franca Bawa Arema FC Bungkam Tuan Rumah Persita Tangerang
Meskipun mendominasi jalannya laga, pertahanan Persik Kediri sempat tampil cukup solid pada 20 menit awal. Kebuntuan bagi tuan rumah baru pecah pada menit ke-34. Bermula dari pergerakan cerdik Jordy Wehrmann, ia mengirimkan umpan matang yang sukses Fransiskus Alesandro selesaikan dengan sempurna. Gol dari pemain yang akrab disapa Sandro ini membawa Madura unggul 1-0 hingga turun minum.
Kebangkitan Macan Putih dan Gol Penentu Riquelme Sousa
Memasuki babak kedua, Persik Kediri yang dijuluki Macan Putih tidak tinggal diam. Mereka mencoba bangkit dan memberikan perlawanan sengit untuk mengejar ketinggalan.
Hasilnya, pada menit ke-62, Rendy Sanjaya berhasil membobol gawang Madura United dan mengubah skor menjadi imbang 1-1. Gol ini sempat membuat suasana stadion menjadi tegang karena bayang-bayang hasil seri kembali menghantui tuan rumah.
Namun, semangat juang pemain Madura United patut mendapat acungan jempol. Pada menit ke-73, sebuah kerja sama apik di depan kotak penalti menjadi kunci kemenangan.
Sandro yang sebelumnya mencetak gol, kali ini berperan sebagai pemberi asis bagi Riquelme Sousa. Tendangan akurat Sousa sukses menggetarkan gawang Persik dan mengubah kedudukan menjadi 2-1.
Hingga pertandingan berakhir, skor tetap bertahan untuk keunggulan tuan rumah. Pelatih Rahmad Basuki mengaku sangat bersyukur atas hasil ini. “Dengan kemenangan ini, Madura setidaknya bisa keluar dari zona degradasi,” ujarnya usai laga.
Misi Bangkit Laskar Sape Kerrap
Rahmad berharap keberhasilan memutus tren 11 laga tanpa kemenangan menjadi momentum titik balik bagi Madura United untuk terus menjauh dari papan bawah klasemen di sisa musim. Sinergi antara pemain muda seperti Sandro dan legiun asing seperti Riquelme Sousa serta Jordy Wehrmann kini menjadi tumpuan harapan para pendukung untuk melihat tim kesayangan mereka kembali ke jalur elite sepak bola nasional.








