Kenaikan nilai pasar Jay Idzes menjadi bukti pemain Indonesia kini bisa bersaing di level tertinggi.
Jakarta (Lampost.co) — Nilai pasar Jay Idzes, bek tengah andalan Timnas Indonesia, yang meningkat membuat namanya berkibar di kancah sepak bola internasional. Peningkatan nilai transfer menunjukkan jika kualitas pemain Indonesia kian diperhitungkan.
Berdasarkan data terbaru Transfermarkt pada 17 Juni 2025, nilai pasar Jay Idzes ada di angka kini 7,5 juta euro atau sekitar Rp140 miliar. Angka itu melewati kompatriotnya di Timnas Garuda, Mees Hilgers, yang ada di angka 6,5 juta euro. Nilan tersebut juga menjadikan Jay sebagai pemain termahal di Asia Tenggara.
Lonjakan nilai ini tidak datang tiba-tiba. Faktor utama pendorong meningkatnya nilai transfer berkat performa impresif pemilik ban kapten di klubnya, Venezia, serta kontribusinya di Timnas Indonesia.
Sepanjang kompetisi Serie A musim 2024/2025 bersama Venezia, Jay tampil konsisten dan terlibat dalam 35 laga. Meski gagal menyelamatkan Venezia dari degradasi, peran dan kepemimpinannya di lapangan sebagai kapten tim tetap mendapat sorotan positif.
Jabatan sebagai kapten di Timnas Indonesia juga belum tergantikan. Ia menjadi pilar penting di lini belakang skuad Garuda, menunjukkan kedewasaan, ketenangan, serta kemampuan membaca permainan yang matang. Kombinasi antara performa konsisten dan kepemimpinan inilah yang membuat harga pasarnya meroket dalam kurun waktu singkat.
Kini rumor klub besar mana yang akan mnejadi pelabuhan berikutnya Jay Idzes kian terdengar. Sejumlah media olahraga Italia menyebutkan beberapa klub Serie A tertarik meminangnya, termasuk Inter Milan yang tengah membutuhkan bek muda berbakat dengan pengalaman di Liga Italia.
Namun, Jay Idzes hingga kini belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait masa depannya, apakah akan bertahan di Venezia atau memilih pindah klub. Apalagi, dia masih memiliki kontrak hingga musim panas 2027 di Venezia.
Dengan sisa kontrak yang cukup panjang, negosiasi transfer tentu tidak akan mudah bagi klub peminat. Walau begitu, apabila Venezia memutuskan menjual, harga jual Jay bisa melejit lebih tinggi lagi.
Faktor meningkatnya nilai pasar pemain bukan hanya berdasarkan statistik dan menit bermain. Beberapa variabel juga bisa memengaruhinya, seperti kinerja dalam kompetisi domestik dan internasional, usia dan potensi perkembangan. Selain itu, riwayat cedera, popularitas, dan permintaan pasar.
Ada dua faktor utama yang membuat nilai pasar Jay naik, yakni performa cemerlang dan posisinya sebagai kapten. Namun, nilai itu bukan harga transfer resmi, melainkan estimasi nilai jual realistis di pasar saat ini.
Sebaliknya, nilai pasar bisa menurun drastis jika pemain mengalami cedera parah, performa menurun, atau kehilangan tempat di tim utama. Jadi, konsistensi menjadi kunci utama untuk mempertahankan posisi di level tertinggi.
Prestasi Jay Idzes ini jelas menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia. Sejak sejumlah pemain diaspora memperkuat timnas, sepak bola nasional mulai berkibar di kancah internasional.
Dengan pencapaian ini, Jay Idzes bukan hanya menorehkan sejarah pribadi, tetapi juga membawa nama Indonesia ke peta sepak bola dunia. Jika ia benar-benar hijrah ke klub besar seperti Inter Milan, bisa menjadi inspirasi bagi pemain muda di Tanah Air untuk mengikuti jejaknya.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update