Tambahan tiga poin membuat Bali United sukses menyalip Persita Tangerang di tabel klasemen.
Banten (Lampost.co)–Pertarungan sengit tersaji dalam lanjutan pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026 saat Persita Tangerang menjamu Bali United. Bertanding di Banten International Stadium pada Kamis (23/4/2026) malam WIB, tim tamu yang berjuluk Serdadu Tridatu sukses mengamankan kemenangan tipis 1-0 lewat drama penalti dan intervensi VAR.
Kemenangan ini menjadi sangat berarti bagi skuad asuhan Johnny Jansen. Tambahan tiga poin ini membuat Bali United sukses menyalip posisi lawannya di tabel klasemen.
Saat ini, Bali United naik ke peringkat ketujuh dengan koleksi 42 poin. Sedangkan Pendekar Cisadane harus rela tertahan di peringkat kesembilan dengan selisih hanya satu angka, yakni 41 poin.
Sejak peluit pertama berbunyikan, kedua tim tampak bermain sangat hati-hati. Persita yang tampil di depan pendukung sendiri mencoba membangun serangan secara perlahan. Namun, kedisiplinan barisan belakang Bali United yang dipimpin duet Joao Ferrari dan Kadek Arel sulit tertembus.
Di sisi lain, Bali United lebih banyak mengandalkan skema serangan balik cepat melalui kecepatan Diogo Campos dan R. Arjuna. Namun, penyelesaian akhir yang kurang klinis dari kedua belah pihak membuat papan skor tidak berubah. Hingga wasit meniup peluit tanda turun minum, skor kacamata 0-0 tetap bertahan.
Memasuki paruh kedua, tensi pertandingan mulai memanas. Pelatih Persita, Carlos Pena, menginstruksikan anak asuhnya untuk bermain lebih menekan.
Namun, petaka justru menghampiri tuan rumah pada menit ke-61. Berawal dari kemelut di kotak penalti, sebuah tendangan voli pemain Bali United membentur tangan gelandang Persita, Pablo Ganet. Tanpa ragu, wasit langsung menunjuk titik putih.
Diogo Campos yang maju sebagai algojo menunjukkan ketenangannya. Dengan sepakan mendatar yang akurat ke sisi kanan bawah gawang, bola gagal kiper Persita jangkau meskipun arahnya tertebak. Skor pun berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Bali United.
Tertinggal satu gol, Persita Tangerang meningkatkan intensitas serangan secara total. Masuknya Ahmad Nur Hardianto memberikan warna baru di lini depan.
Drama terjadi di masa injury time ketika umpan silang Hardianto mengenai tubuh kapten Bali United, Ricky Fajrin. Pemain Persita sempat melakukan protes keras karena menganggap terjadi handball.
Wasit kemudian memutuskan meninjau ulang kejadian tersebut melalui video assistant referee (VAR). Setelah pengamatan mendalam, wasit membatalkan keputusan penalti karena bola terbukti hanya mengenai dada Ricky Fajrin. Keputusan ini sempat memicu kekecewaan suporter tuan rumah, namun skor tetap tidak berubah hingga laga usai.
Kemenangan ini memperpanjang tren positif Bali United, sekaligus menjadi pekerjaan rumah besar bagi Carlos Pena untuk mengembalikan ketajaman lini depan Persita di sisa kompetisi musim ini.
Susunan Pemain:
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update