Jakarta (Lampost.co)—Dua tiket perempat final Piala Afrika 2025 berhasil Senegal dan Mali amankan usai menyingkirkan Tunisia dan Sudan dalam pertandingan babak 16 besar, pada Sabtu hingga Minggu (3—4/1/2026) WIB.
Poin penting:
- Senegal menang meyakinkan 3-1 atas Sudan.
- Mali lolos secara dramatis lewat adu penalti atas Tunisia.
- Senegal akan menghadapi Mali untuk berebut satu tiket semifinal.
Senegal tampil meyakinkan dengan kemenangan 3-1 atas Sudan. Sedangkan Mali lolos secara dramatis usai menyingkirkan Tunisia lewat adu penalti.
Senegal memastikan diri menjadi tim pertama yang lolos ke perempat final Piala Afrika 2025 setelah menaklukkan Sudan 3-1 di Grande Stade Tangier.
Baca juga: Timnas Senegal ditahan imbang Kongo 1-1
Kemenangan ini mereka raih lewat kebangkitan impresif setelah sempat tertinggal lebih dahulu.
Sudan mengejutkan Senegal dengan gol cepat pada menit keenam melalui Aamir Abdallah. Pemain itu memotong ke dalam pertahanan Senegal sebelum melepaskan tembakan kaki kiri melengkung yang tidak mampu Edouard Mendy jangkau.
Tertinggal lebih dahulu membuat Senegal langsung mengambil alih kendali permainan. Dominasi penguasaan bola berbuah gol penyama kedudukan pada menit ke-24. Sadio Mane merebut bola di lini tengah dan mengirimkan umpan kepada Pape Gueye, yang menuntaskan peluang ke sudut gawang.
Pape Gueye kembali mencatatkan namanya di papan skor jelang turun minum. Berawal dari pergerakan Ismaila Sarr, bola mengalir ke Nicolas Jackson yang kemudian mengembalikannya ke tepi kotak penalti untuk Gueye selesaikan dengan sepakan terukur. Senegal berbalik unggul 2-1 saat jeda.
Baca juga: Daftar negara yang lolos ke babak 16 besar Piala Afrika
Pada babak kedua, Senegal menutup kemenangan lewat gol pemain pengganti berusia 17 tahun, Ibrahima Mbaye, pada menit ke-77.
Mbaye menjadi salah satu pencetak gol termuda sepanjang sejarah Piala Afrika. Dan Mane kembali berperan sebagai pemberi assist.
Mali vs Tunisia
Di laga lain, Mali melaju ke perempat final usai mengalahkan Tunisia 3-2 lewat adu penalti. Kedua tim bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu di Casablanca.
Mali harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-26 setelah kehilangan Woyo Coulibaly yang mendapat kartu merah setelah menginjak pergelangan kaki Hannibal Mejbri. Sejak saat itu, Mali lebih banyak bertahan dan menunggu peluang.
Tunisia baru memecah kebuntuan pada menit ke-88 melalui Firas Chaouat yang menyundul bola kiriman Elias Saad. Namun kemenangan di depan mata buyar setelah Mali mendapat hadiah penalti di masa injury time akibat handball Yassine Meriah.
Lassine Sinayoko sukses mengeksekusi penalti pada menit ke-97 untuk memaksa laga berlanjut ke perpanjangan waktu.
Tunisia sempat kembali mencetak gol di extra-time, tetapi wasit menganulir karena offside. Penentuan pemanang laga pun lewat adu penalti, di mana kiper Mali Djigui Diarra tampil sebagai pahlawan dengan dua penyelamatan krusial untuk memastikan kemenangan 3-2.
Menariknya, Mali melaju ke perempat final tanpa satu pun kemenangan di waktu normal sepanjang turnamen. Mereka sebelumnya hanya meraih hasil imbang di fase grup dan kembali bermain seri saat menghadapi Tunisia.
Baca juga: Maroko bermain imbang kontra Mali, Zambia ditahan Komoro
Hasil ini mempertemukan Senegal dan Mali di babak perempat final. Duel dua wakil Afrika Barat tersebut akan berlangsung di Tangier, Jumat (9/1/2025) mendatang, setelah Senegal lebih dahulu menyingkirkan Sudan.
Senegal, juara Piala Afrika 2021 sekaligus tim peringkat dua Afrika, akan menghadapi perlawanan Mali. Adapun Mali terkenal tangguh dan penuh daya juang meski kerap berada dalam tekanan.







