Jakarta (Lampost.co) — PSSI mencanangkan strategi jangka panjang Timnas Indonesia yang salah satunya dengan menggelar laga FIFA Matchday pada September 2025. Timnas Indonesia akan melakoni pertandingan uji coba menghadapi tim asal Timur Tengah.
Poin Penting:
-
Erick Thohir pastikan Belanda dan Portugal batal jadi lawan Timnas.
-
Indonesia akan melawan Lebanon atau Kuwait di FIFA Matchday September 2025.
-
Gaya permainan Timur Tengah jadi alasan pemilihan lawan.
Uji Coba Lawan Negara Elite Eropa
Sebelumnya, pernyataan Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang membuka peluang laga uji coba melawan negara elite Eropa membuat pencinta sepak bola Tanah Air antusias. Sayang, kabar terbaru menyebutkan bukan Belanda atau Portugal yang akan menjadi lawan Timnas Indonesia dalam FIFA Matchday September 2025, tapi Lebanon dan Kuwait.
Agenda untuk menggelar uji coba melawan Timnas Belanda sudah dikomunikasi Ketua Umum PSSI Erick Thohir saat berkunjung ke Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB), beberapa waktu lalu. Namun, harapan bertemu dengan tim kelas dunia itu belum bisa terwujud.
Baca juga: 3 Negara Saingi Indonesia Jadi Tuan Rumah Babak Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia
“September 2025 itu jadwal kosong. Kami harus mengisinya dengan laga uji coba. Lebanon dan Kuwait yang akan mnejadi lawan timnas kita nanti,” ujar Erick dalam keterangannya kepada media, Rabu, 7 Mei 2025.
Fokus Persiapan Kualifikasi Piala Dunia 2026
Laga FIFA Matchday, September 2025, bukan sekadar pemanis dalam mengisi wkatu kosong, tapi lebih jauh sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Laga bertujuan sebagai bagian dari persiapan Timnas Indonesia menghadapi putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Peluang lolos Timnas Garuda dari Grup C masih terbuka dan kini menempati peringkat ketiga klasemen dengan sembilan poin dari delapan pertandingan. Untuk lolos ke fase berikutnya, Timnas Indonesia harus menyudahi kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di posisi tiga atau empat.
Jika menembus putaran keempat, skuad asuhan Patrick Kluivert diprediksi akan sering berhadapan dengan tim-tim dari Timur Tengah. “Tentunya kita harus melihat dan jeli mana yang pantas timnas hadapi sebagai persiapan. Dan, Lebanon dan Kuwait sudah memberikan respons untuk menghadapi timnas kita,” ujar Erick.
Kenapa Timur Tengah?
Pemilihan Lebanon dan Kuwait dalam FIFA Matchday, September mendatang, bukan tanpa alasan. Kemungkinan besar lawan Timnas Indonesia di babak keempat potensial berasal dari Timur Tengah.
“Pemilihan lawan dari Timur Tengah agar para pemain terbiasa menghadapi atmosfer dan gaya permainan tim-tim asal Timur Tengah,” ujarnya.
Diharapkan mental tanding para pemain meningkat sehingga bisa meningkatkan daya saing.
Evaluasi dan Target Realistis
Meskipun belum lolos ke putaran keempat, PSSI tetap mempersiapkan berbagai scenario, termasuk menjaga konsistensi performa timnas. Jadwal uji coba pada FIFA Matchday juga menjadi ajang evaluasi sebelum menghadapi laga-laga penting selanjutnya.
“Para pemain akan kehilangan ritme jika dalam waktu lama tidak bertanding. Untuk menjaga ritme para pemain salah satunya melalui FIFA Matchday, September nanti ,” kata Erick.