Kemenangan ini membawa trofi Coppa Italia ke-10 sepanjang sejarah klub sekaligus menyempurnakan musim fantastis mereka dengan double winners.
Roma (Lampost.co)–Dominasi Inter Milan di kancah sepak bola Italia musim 2025/2026 benar-benar tidak terbendung. Pasukan Biru-Hitam resmi menasbihkan diri sebagai juara Coppa Italia 2025/2026. Inter menumbangkan SS Lazio 2-0 pada laga final di Stadion Olimpico, Roma, Kamis (14/5/2026) dini hari WIB.
Kemenangan ini membawa trofi Coppa Italia ke-10 sepanjang sejarah klub sekaligus menyempurnakan musim fantastis mereka. Sebelumnya, Inter telah lebih dahulu mengunci gelar scudetto Serie A. Prestasi ini mengulangi memori indah musim 2009/2010 di era Jose Mourinho. Saat itu Inter membukukan gelar double winners domestik dalam satu musim.
Pelatih Cristian Chivu menunjukkan tangan dinginnya dalam meracik strategi. Sejak peluit kick-off berbunyi, Inter langsung memegang kendali tempo dan mengurung pertahanan Lazio. Hasilnya pun instan; pada menit ke-14, kebuntuan pecah melalui situasi sepak pojok Federico Dimarco.
Bola yang meluncur deras gagal Marcus Thuram sambut. Namun justru menghantam kepala bek Lazio, Adam Marusic, yang salah mengantisipasi arah bola. Gol bunuh diri tersebut mengubah papan skor menjadi 1-0 untuk keunggulan tim tamu. Tertinggal satu gol membuat anak asuh Maurizio Sarri semakin tertekan dan kesulitan mengembangkan permainan akibat disiplinnya lini tengah Inter yang dikomandoi Nicolo Barella.
Tekanan masif Nerazzurri kembali membuahkan hasil pada menit ke-35. Berawal dari aksi gigih Denzel Dumfries di sisi sayap yang berhasil memenangi duel perebutan bola, pemain asal Belanda itu melepaskan umpan matang ke jantung pertahanan lawan.
Lautaro Martinez yang berdiri bebas dengan dingin menyelesaikan peluang tersebut untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Skor ini bertahan hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, Lazio yang didukung penuh publik Roma mencoba keluar menyerang. Tijjani Noslin sempat mendapatkan peluang bersih, namun sepakannya masih melenceng tipis. Di sisi lain, kiper Inter, Josep Martinez, tampil sangat sigap saat menggagalkan peluang emas Boulaye Dia di menit-menit akhir laga, memastikan gawang Inter tetap suci hingga peluit panjang berbunyi.
Keberhasilan ini menjadi catatan emas bagi Cristian Chivu di musim perdananya menangani tim senior. Hanya dalam satu tahun, ia mampu mengembalikan kejayaan Inter di dua kompetisi domestik sekaligus. Dominasi atas Lazio juga ditegaskan kembali setelah pekan lalu mereka menang dengan skor 3-0 di tempat yang sama pada ajang liga.
Inter Milan kini berdiri tegak sebagai penguasa Italia, membuktikan regenerasi skuad dan kepemimpinan Chivu telah membawa klub menuju level yang baru. Perayaan gelar juara pun pecah di ibu kota, menandai berakhirnya penantian panjang untuk merasakan kembali manisnya dua gelar utama dalam semusim.
Susunan Pemain:
Lazio (4-3-3): Edoardo Motta; Adam Marusic, Mario Gila, Alessio Romagnoli, Nuno Tavares; Toma Basic, Patric, Kenneth Taylor; Gustav Isaksen, Tijjani Noslin, Mattia Zaccagni. Pelatih: Maurizio Sarri.
Inter Milan (3-5-2): Josep Martinez; Yann Bisseck, Manuel Akanji, Alessandro Bastoni; Denzel Dumfries, Nicolo Barella, Piotr Zielinski, Petar Sucic, Federico Dimarco; Marcus Thuram, Lautaro Martinez. Pelatih: Cristian Chivu.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update