Bandar Lampung (Lampost.co) — Tim promosi Bhayangkara Presisi Lampung FC melakukan sejumlah gebrakan menatap kompetisi Liga 1 musim 2025/2026. Dalam membangun fondasi tim yang kuat, manajemen merekrut pelatih, asisten pelatih, dan pemain mumpuni.
Poin Penting:
-
Manajemen melakukan berbagai perubahan untuk membawa tim dapat mencapai target di Liga 1 musim 2025/2026.
-
Merekrut pelatih dan pemain mumpuni untuk dapat bersaing dengan tim-tim kuat.
-
Gebrakan dalam upaya regerasi pemain dan harapannya membawa perubahan signifikan bagi tim.
Langkah Berani Pindah ke Lampung
Bhayangkara FC memutuskan pindah ke Lampung dengan nama baru Bhayangkara Presisi Lampung FC. Bukan keputusan biasa. Kepindahan ini membawa misi rebranding menyeluruh, termasuk perubahan nama dan pendekatan dalam membentuk tim.
Klub ingin memperluas basis suporter dan mendekatkan diri dengan masyarakat Lampung. Identitas baru juga membuka lembaran baru dalam kiprah mereka di kancah sepak bola nasional.
Baca juga: Bantai Arema FC 4-0, Oxford United ke Final Piala Presiden
Perkuat Struktur Kepelatihan
Manajemen bergerak cepat menyusun kekuatan. Gebrakan awal dengan kembali memakai jasa Paul Munster yang pernah menangani Bhayangkara. Pria Irlandia itu dalam menangani tim merupakan pelatih progresif dengan pendekatan modern.
Munster tidak bekerja sendirian. Ia akan dibantu Mustaqim sebagai asisten pelatih. Sementara itu, posisi pelatih kiper dipercayakan kepada Carlos Eduardo Passos, yang sebelumnya menangani Persib Bandung. Jamie Steejl akan bertanggung jawab sebagai pelatih fisik.
Gebrakan itu menunjukkan keseriusan Bhayangkara membangun tim dari dasar dengan struktur teknis yang solid.
Datangkan Talenta Muda dan Berpengalaman
Gebrakan lain Bhayangkara Presisi Lampung FC, yakni aktif di bursa transfer pemain. Sejumlah pemain bintang bergabung untuk memperkuat semua lini. Dua anak didik Munster di Persebaya Surabaya yang terkenal tangguh dan pengalaman bermain di Liga 1, yakni Slavko Damjanovic dan Ardi Idrus, masuk rekrutan.
Lini sayap juga mendapat penguatan. Gebrakan Bhayangkara Presisi Lampung FC untuk menambah variasi serangan dan menambah kecepatan di sisi lapangan dengan mendatangkan Ryan Kurnia dari Persib Bandung dan Firza Andika dari Persija Jakarta. Di lini belakang, M. Ferrari, bek muda Timnas Indonesia U-23 yang sebelumnya berseragam Persija, dipastikan bergabung.
Pemain Asing Baru
Gebrakan Bhayangkara Presisi Lampung FC paling menarik datang terkait perekrutan pemain asing. Bhayangkara mendatangkan Andreas Nieto dari klub Liga Kamboja, Phnom Penh FC. Visi permainan mumpuni dan cakap dalam kontrol bola menjadi kelebihan gelandang serbabisa Timnas Kamboja kelahiran Kolombia itu. Harapannya, hadir dimensi baru permainan Bhayangkara dengan kehadiran Nieto, terutama dalam penguasaan bola dan transisi menyerang.
Melepas Beberapa Pilar
Di sisi lain, dalam proses membangun ulang skuad, Bhayangkara juga harus melepas beberapa pemain lama. Nama-nama seperti Muhammad Hargianto, Indra Adi, Fatchurohman, dan Ruben Sanadi tak lagi menghuni skuad utama.
Selain mereka, Taufiq Febrianto, Andy Setyo, Erwin Gutawa, dan Frezy Al Hudaifi juga kemungkinan hengkang. Sejumlah gebrakan Bhayangkara Presisi Lampung FC tersebut menjadi keputusan manajemen dalam meregenerasi tim.
Target Besar Tampil Mengejutkan di Liga 1
Bhayangkara Presisi Lampung FC memiliki ambisi besar di Liga 1 musim 2025/2026. Manajemen klub menargetkan tim bisa langsung kompetitif dan tampil mengejutkan di musim perdana mereka kembali ke Liga 1. Bhayangkara Presisi Lampung FC dengan segala gebrakan optimistis menghadirkan permainan atraktif dan hasil positif di Liga 1 musim 2025/2026.








