KONI Lampung Gaspol Persiapan PON 2032

Sinergi antara KONI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci agar Lampung mampu mempertahankan status tuan rumah sekaligus sukses menggelar PON 2032.

Editor Lulu
Selasa, 26 Mei 2026 12.57 WIB
KONI Lampung Gaspol Persiapan PON 2032
KONI Lampung membentuk dua panitia, yakni panitia sarana dan prasarana serta api PON, dalam rapat di ruang rapat KONI setempat, Selasa (26/5). (Dok. KONI Lampung)

Bandar Lampung (Lampost.co) — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung mulai memanaskan persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032. Langkah awal itu terlihat melalui pembentukan panitia sarana dan prasarana serta api PON.

Poin Penting:

  • Panitia mendapat waktu dua tahun menyelesaikan persiapan.

  • Status tuan rumah bisa dicabut jika persiapan gagal.

  • Api abadi akan menjadi simbol penting PON 2032.

KONI Lampung bergerak setelah penetapan Lampung dan Banten sebagai tuan rumah bersama PON 2032. Karena itu, persiapan teknis mulai lebih awal agar status tuan rumah tetap aman.

Pembentukan dua tim tersebut menjadi sinyal keseriusan Lampung menyambut ajang olahraga terbesar nasional. Selain itu, langkah tersebut juga menunjukkan besarnya tantangan untuk menyelesaikannya dalam waktu singkat.

Baca juga: Pesenam Lampung Bidik Olimpiade Los Angeles 2028

Wakil Ketua Umum II KONI Lampung, Riagus Ria, mengatakan panitia memiliki tugas penting dan mendesak. Tim sarana dan prasarana akan mendata seluruh venue cabang olahraga.

“KONI membentuk panitia yang bertugas mendata dan mengecek sarana dan prasarana cabang olahraga, yang menjadi venue kita di PON 2032 mendatang. Tim terbagi dua, satunya lagi untuk mencari dan mendata atau mengecek keberadaan api abadi untuk menjadi api PON,” kata Riagus Ria, Selasa, 27 Mei 2026.

Langkah itu penting karena api PON memiliki nilai simbolik tinggi dalam pelaksanaan pesta olahraga nasional. Selain menjadi simbol semangat olahraga, api tersebut juga merepresentasikan identitas daerah tuan rumah.

Karena itu, keberadaan api abadi menjadi perhatian serius KONI Lampung. Tim akan melakukan pendataan sekaligus penelitian lokasi yang berpotensi menjadi sumber api PON.

Riagus menegaskan kedua tim harus bekerja cepat. Sebab, KONI Pusat memberi tenggat waktu dua tahun untuk menyelesaikan pekerjaan rumah persiapan PON.

Menurut dia, tekanan terhadap Lampung cukup besar. Apalagi status tuan rumah bisa hilang jika persiapan gagal. “Kita mendapat waktu dua tahun menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah,” ujar Riagus.

Pernyataan itu menunjukkan persiapan PON bukan sekadar seremoni penunjukan tuan rumah. Namun, daerah harus mampu memenuhi standar nasional olahraga.

Infrastruktur Tantangan Utama

Persoalan sarana dan prasarana menjadi tantangan terbesar Lampung. Sebab, sejumlah cabang olahraga masih membutuhkan venue representatif bertaraf nasional.

Selain itu, beberapa fasilitas olahraga membutuhkan renovasi besar agar sesuai standar pertandingan nasional. Kondisi itu menuntut sinergi antara KONI dan pemerintah daerah.

Pemerintah Provinsi Lampung juga akan terlibat aktif dalam percepatan pembangunan fasilitas olahraga. Sebab, PON bukan hanya agenda olahraga, tetapi juga momentum pembangunan daerah.

Ajang tersebut berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan investasi daerah. Karena itu, keberhasilan menjadi tuan rumah membawa dampak jangka panjang bagi Lampung.

Namun, persiapan PON membutuhkan anggaran besar dan perencanaan matang. Jika pengelolaannya tidak serius, proyek pembangunan venue berpotensi terhambat.

Selain infrastruktur, kesiapan sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Lampung harus menyiapkan tenaga pendukung, panitia pelaksana, hingga sistem pelayanan atlet dan tamu.

Di sisi lain, pencarian api abadi juga menyimpan tantangan tersendiri. Lampung harus memastikan sumber api memiliki nilai historis dan layak secara teknis.

Karena itu, proses pencarian tidak bisa sembarangan. Tim harus melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan ahli terkait.

Langkah cepat KONI Lampung mendapat perhatian publik olahraga. Banyak pihak berharap persiapan berjalan secara transparan dan terukur.

Sebab, pengalaman sejumlah daerah menunjukkan status tuan rumah bisa menjadi beban jika persiapan berjalan lambat. Tentunya, Lampung harus menghindari kondisi seperti itu.

Meski demikian, peluang Lampung sukses menggelar PON tetap terbuka lebar. Dukungan pemerintah dan masyarakat menjadi modal penting menghadapi tantangan tersebut.

Selain itu, kolaborasi dengan Banten sebagai tuan rumah bersama bisa memperkuat efektivitas persiapan. Kedua daerah dapat berbagi tugas dan pengalaman dalam penyelenggaraan event besar.

PON 2032 juga menjadi kesempatan emas bagi Lampung mempercepat pembangunan olahraga. Jika berhasil, Lampung tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga pusat pembinaan olahraga nasional.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI