Jakarta (Lampost.co) — Kembalinya Paul Munster menangani Bhayangkara Presisi Lampung FC di Liga 1 musim 2025/2026 menandai babak baru bagi tim yang kini bermarkas di Lampung itu. Pria Irlandia Utara itu mengemban misi membawa tim berjuluk The Guardians bisa bersaing di papan atas Liga 1.
Poin Penting:
-
Munster kembali setelah tiga tahun meninggalkan Bhayangkara Presisi Lampung FC.
-
Ada rencana revolusi taktik besar-besaran musim 2025/2026.
-
Membawa Bhayangkara Presisi Lmapung kembali menjadi tim yang disegani.
Penunjukan Munster bukan keputusan tiba-tiba. Sosoknya tidak asing bagi Bhayangkara Presisi Lampung FC. Munster pernah menjadi arsitek tim pada periode 2019 hingga 2022 dengan membawa filosofi permainan modern yang kala itu mampu mengangkat performa klub ke papan atas Liga 1.
Kilasan Emas 2019–2022
Kedatangan Paul Munster pada akhir 2019 langsung mencuri perhatian. Pelatih berlisensi UEFA Pro ini terkenal mengusung permainan pressing cepat dan penguasaan bola yang efektif. Di musim pertamanya, Munster membawa Bhayangkara FC stabil di papan tengah dan pada musim 2021, tim sempat menempati posisi empat besar sebelum kompetisi berhenti sementara karena pandemi.
Baca juga: Paul Munster Kembali Tukangi Bhayangkara FC
Pria berusia 43 tahun itu juga piawai dalam menggali dan mengorbitkan para pemain muda. Di bawah asuhannya, Adam Alis dan Ezechiel N’Douassel adalah dua nama yang mampu tampil konsisten.
Permainan menyerang total, disiplin tinggi, dan adaptif terhadap lawan menjadi visi kuat dia dalam membangun mental anak asuhnya.
Namun, pada 2022, Paul Munster memilih mundur setelah hasil tim mulai menurun akibat krisis cedera pemain. Ia kemudian berkelana ke Asia Tenggara dan Eropa Timur sebelum akhirnya menerima kembali pinangan Bhayangkara FC pada pertengahan Juni 2025.
Tantangan Baru, Energi Lama
Manajemen dan suporter menyambut positif kembalinya Munster menangani tim. Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara Presisi Lampung FC, Sumardji, mengatakan penunjukan Paul Munster adalah pilihan tepat.
“Tim bisa terangkat karena kami percaya Munster masih menyimpan energi dan strategi. Visi dan gaya mainnya cocok dengan identitas Bhayangkara FC,” ujarnya.
Langkah Strategis Paul Munster
Paul Munster pun datang dengan rencana besar untuk perombakan taktik dan regenerasi skuad. Munster akan melakukan beberapa langkah strategis, seperti rekrutmen pemain muda dengan fokus pemain lokal di bawah usia 23 tahun dengan potensi besar dan penguatan lini tengah dengan membangun ulang lini tengah agar lebih kreatif dan mampu menekan lawan lebih awal.
Selain itu, mengincar kapten baru yang mampu menjadi motor permainan dan motivator serta mengembalikan identitas permainan agresif yang efektif pada 2021.
Harapan Baru Suporter
Kembalinya Paul Munster mendapat sambutan meriah di media sosial. Bahkan, tagar #MunsterBack sempat menjadi trending topik di Twitter Indonesia. Mereka berharap Bhayangkara Presisi Lampung FC kembali menjadi kekuatan yang disegani, bukan lagi sebagai tim yang “bermain aman”.
“Semoga dia bisa bangun tim kayak 2021 dulu. Kami rindu Bhayangkara yang mainnya berani!” tulis akun fanbase resmi @TheGuardianArmy.