Emmen (Lampost.co)–Kabar mengejutkan datang dari kancah sepak bola Belanda yang melibatkan pemain naturalisasi Indonesia, Tim Geypens. Bek kiri berbakat milik FC Emmen tersebut kini tengah menghadapi situasi pelik terkait status kewarganegaraannya yang berdampak langsung pada kelangsungan kariernya di Eropa.
Akar Masalah Administrasi di Belanda
Polemik ini bermula dari aturan ketat di Belanda yang tidak mengenal kewarganegaraan ganda bagi warganya yang secara sukarela mengambil paspor negara lain. Dengan resmi menyandang status WNI, otoritas setempat menyatakan paspor Belanda milik Tim Geypens secara otomatis tidak berlaku. Dampaknya, Geypens kini kehilangan statusnya sebagai pemain Uni Eropa (UE).
Baca juga: PSSI Coret Dean James dari Skuad Timnas Indonesia
Bagi klub seperti FC Emmen yang berkompetisi di Eerste Divisie, perubahan status ini membawa beban finansial dan legal yang berat. Sebagai pemain non-Uni Eropa, Geypens wajib memiliki izin kerja khusus dan menerima standar gaji minimum yang jauh lebih tinggi, yakni mencapai kisaran 600.000 euro per tahun. Klub kasta kedua Belanda tersebut menganggap angka ini sangat memberatkan anggaran mereka.
Kerugian FC Emmen dan Ancaman Sanksi
Direktur Teknik FC Emmen, Nico Haak, menyatakan keprihatinannya atas situasi ini. Ia mengungkapkan klub memilih untuk memarkir Geypens demi menghindari risiko pengurangan poin atau denda administratif dari KNVB. Sebelumnya, klub lain seperti Go Ahead Eagles juga terseret masalah serupa terkait pemain Timnas Indonesia lainnya, Dean James.
Ketidakjelasan ini membuat FC Emmen merugi secara teknis karena kehilangan salah satu bek kiri terbaiknya di fase krusial musim 2025/2026. “Ini adalah tragedi pribadi bagi Tim. Dia adalah talenta besar yang kini melihat hidupnya seolah runtuh karena masalah administratif yang tidak ia pahami sepenuhnya konsekuensinya,” ujar Haak dalam wawancara terbaru.
Nasib di Timnas Indonesia
Kondisi ini juga menjadi pukulan telak bagi pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. Tim Geypens sejatinya baru saja mendapatkan panggilan untuk memperkuat skuad Garuda dalam ajang FIFA Series 2026. Namun, dengan pembekuan status di level klub, kebugaran dan mentalitas sang pemain kini menjadi tanda tanya besar.
PSSI kabarnya tengah berkoordinasi dengan pihak konsuler dan pengacara olahraga di Belanda untuk mencari jalan tengah. Langkah diplomasi ini perlu agar pemain diaspora seperti Geypens tetap bisa berkarier di Eropa tanpa terbentur regulasi gaji pemain non-UE yang mencekik.
Solusi yang Mungkin Diambil
Beberapa opsi kini tengah menjadi pertimbangan. Mulai dari pengajuan izin kerja darurat hingga kemungkinan peminjaman ke klub di luar Belanda yang memiliki regulasi lebih fleksibel terhadap pemain Asia. Namun, jika tidak ada solusi cepat dalam jendela transfer mendatang, karier Tim Geypens di Belanda terancam berhenti total sebelum kontraknya berakhir pada Juni 2026.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi para pemain diaspora lainnya. Pentingnya pendampingan hukum yang matang saat memutuskan berpindah kewarganegaraan, terutama bagi mereka yang merumput di liga-liga Eropa dengan aturan residensi yang ketat.








