• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Jumat, 13/03/2026 23:54
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Opini

Gotong-Royong Koperasi Desa?

Melalui koperasi, rasa kebersamaan, persamaan, dan tolong menolong dapat dituumbuhkan. Jiwa koperasi adalah menolong diri sendiri secara bersama-sama. (Bung Hatta)

MustaanbyMustaan
11/03/25 - 06:43
in Opini
A A
koperasi

Ilustrasi (Medcom.id)

ADVERTISEMENT
koperasi
Dharma Setyawan Dosen IAIN Metro Lampung / Founder Payungi.org

“PEREKONOMIAN disusun sebagai usaha bersama berdasar atas Azas Kekeluargaan,” bunyi UUD 1945 Pasal 33 ayat 1 yang dimaksud pasal tersebut adalah Koperasi“. Saat Bung Hatta berkunjung ke negara – negara skandinavia, khususnya Denmark pada akhir tahun 1930-an, Bung Hatta menyimpulkan bahwa koperasi adalah lembaga self-help lapisan masyarakat yang lemah atau kecil untuk bisa mengendalikan pasar. Sytem gotong-royong dalam ekonomi koperasi butuh komitmen pengorbanan dari bawah, persamaan dan kesetaraan tidak lahir dari intruksi atas tapi kesadaran akar rumput. 

Dengan kata lain, koperasi punya inti pendidikan ekonomi dengan konsep saling asah, asih dan asuh. Transfer pengetahuan ekonomi ke masyarakat banyak, kesadaran pergerakan yang terus membesar dan budaya iuran untuk memperbesar modal material.  Koperasi di desa pada akhirnya kerja-kerja praktik gotong-royong dari modal sosial ke modal capital. Proses organik dari bawah inilah yang akhirnya membuktikan perjalanan koperasi adalah perjalanan pengetahuan masyarakat dalam menangkal invansi capital luar yang akan masuk ke desa. 

Berebut dana desa yang tidak seberapa dan meninggalkan modal sosial yang akhirnya memiskinkan desa bukan hanya dari sisi material, tapi pemiskinan mental dan spiritual orang desa.

Sejak terbentuknya undang-undang desa, orang-orang di Jakarta selalu berpikir tentang hal-hal terkait administrasi, relasi ekonomi politik, birokrasi, menjual teknologi dan bahkan menjadikan desa sebagai ajang kemenangan elektoral menuju tangga kekuasaan. 10 tahun lebih undang-undang ini semakin menegasikan bahwa orang Jakarta punya kebenaran sendiri tentang kemajuan desa. 

Desa sebagai ruang kebudayaan, komunitas masyarakat yang mandiri, kiblat modal sosial, konsep pergerakan sosial, sumber lokalitas namun kini Desa harus bisa keluar dari zona aslinya. Nilai-nilai gotong-royong, swadaya, rembug warga, jimpitan, atau dalam system senasib-sepenangungan mulai terbuang dengan mengenalkan kerja birokrasi yang pamrih. 

Harus diakui ada kebaikan dana desa tapi juga perlu ada kesadaran tentang dana desa yang merusak pondasi gotong-royong. Esensi kerjasama (koperasi) dari budaya menjadi kinerja telah membawa spirit yang berbeda. Orang desa memandang gotong-royong adalah manifestasi kesadaran, panggilan kebudayaan dan praktik komunal. Kini telah berubah menjadi manusia upahan, kinerja yang harus ada laporannya dan akhirnya menimbulkan hirarki birokrasi. 

Gotong-royong bukan proyek, tapi pengorbanan diri untuk semua. Orang-orang desa sejak dulu punya rasa handar beni (rasa memiliki). Namun yang terjadi kini, adanya dana desa semakin meruntuhkan pemahaman gotong-royong, dana desa semakin merobohkan modal sosial yang sejatinya tidak ternilai.

Tapi beban penyakit visi, misi, raker, roadmap, kinerja, administrasi dan segala parodi keruwetan administrasi menjadi orang desa belajar ruang birokratis yang procedural bahkan koruptif.

Pun dengan koperasi, yang tidak mungkin terbangun dari konsep top down. Koperasi dan gotong-royong adalah nafas panjang kebudayaan desa. Ketika suku-suku lokal punya lumpung padi dengan berbagai sebutan; leuit, gledheg, keben dan lainnya, sejatinya itu semua punya esensi nafas koperasi. Untuk menjaga ancaman kebutuhan masa depan lumbung padi berdiri, bahkan ada padi di kasepuhan ciptagelar dapat terjaga hingga 60 tahun lamanya.

Kalau kesadarannya hilang, kebersamannya hancur, kebudayaannya luntur, kata koperasi tinggal jargon manis sebagaimana orang-orang Jakarta bicara di seminar. Menubuhkan nilai-nilai lokal ini hanya orang desa yang bisa melakukan. Penyakit individual yang tertular dari orang-orang Jakarta ini obat penyembuhnya sudah tersedia oleh desa yaitu gotong-royong. Tapi beban penyakit visi, misi, raker, roadmap, kinerja, administrasi dan segala parodi keruwetan administrasi menjadi orang desa belajar ruang birokratis yang procedural bahkan koruptif.

Nilai-nilai orang desa bisa tumbuh kembali jika undang-undang desa dan orang-orang Jakarta bertobat untuk mengotori desa. Jika nilai gagal mewujud, sehebat apapun aturan dibuat, desa akan terus memanen banyak masalah. Modal sosial yang begitu banyak di desa akan terus defisit karena negara mengajarkan lebih dalam tentang penipuan, penggelapan, manipulasi, dan segala kalkulator kebohongan pembangunan desa. Berebut dana desa yang tidak seberapa dan meninggalkan modal sosial. Yang akhirnya memiskinkan desa bukan hanya dari sisi material, tapi pemiskinan mental dan spiritual orang desa.

Leadership Desa

Apa yang sedang terjadi di desa hari ini adalah gambaran tentang krisis kepemimpinan. Dana desa menjebak masyarakat menjadi sangat material minded. Semakin terkikisnya sikap kolektif masyarakat membuat desa semakin kehilangan energi komunalnya. Semakin birokratis sebuah masyarakat, maka akan muncul banyak hirarki yang membuat mereka kehilangan ruang setara. Hanya semangat kolektif yang mampu membuat tatanan desa masih ada hingga saat ini. Meskipun cerita tentang anggaran desa seolah dibesar-besarkan dan mengganggu modal sosial yang selama ini menjaga kelangsungan hidup di desa. 

Desa masa depan adalah kepemimpinan yang dapat mengembalikan desa ke tatanan komunalnya. Kembali pada kualitas manusia desa, maka program-program dari kebijakan Jakarta tidak berakhir dengan kegagalan dan kegagalan. Desa harus memiliki ruang pengetahuan, ruang berembug yang setara menghidupkan lagi kepemimpinan lokal. 

Pembangunan desa sejatinya tentang peningkatan kualitas manusia yang punya nyala pengetahuan, api pergerakan dan bara pengorbanan.

Memperbaiki kualitas manusia adalah proses mengembalikan leadership desa. Bahwa desa harus menemukan kembali kepemimpinan dengan basis legitimasi keteladanan bukan proses politik kepemimpinan hasil transaksional. Menghidupkan tradisi gotong-royong sama dengan menemukan pemimpin otentik yang dapat menggerakkan masyarakat desa. Dari sana sebenarnya pelajaran manajemen ekonomi, manajemen manusia, manajemen politik secara langsung kembali menjadi contoh-contoh inspiratif. Jadi ini bukan tentang pembangunan gedung, storage, ruang kantor koperasi, dan pembangunan fisik yang sangat dominan akan berakhir dengan mangkrak. Pembangunan desa sejatinya tentang peningkatan kualitas manusia yang punya nyala pengetahuan, api pergerakan dan bara pengorbanan.

Tags: esaigotongroyongJurnalismekolomkoperasiOpini
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Akademisi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung, Devi Yulianti. Dok UNILA

Menertibkan Penyalahgunaan Distribusi Barang Subsidi

byTriyadi Isworo
07/03/2026

MENJELANG Hari Raya Idul Fitri, kebutuhan bahan pokok hampir selalu menjadi perhatian utama masyarakat. Apalagi barang bersubsidi. Dari tahun ke...

Dosen Hubungan Internasional FISIP Universitas Lampung, Khairunnisa Simbolon, S.IP., M.A. Dok UNILA

Mediasi Iran-AS oleh Prabowo: Seberapa Realistis?

byTriyadi Isworo
07/03/2026

WACANA mengenai keinginan Presiden Prabowo Subianto untuk memediasi konflik yang tengah terjadi antara Iran dan Amerika Serikat. Ini tersampaikan oleh...

Ketika Timur Tengah Terbakar, Bagaimana Model Ketahanan Ekonomi Indonesia? 

Ketika Timur Tengah Terbakar, Bagaimana Model Ketahanan Ekonomi Indonesia? 

byMustaan
05/03/2026

Hasan Ashari (Mahasiswa Program Doktor Perbanas Institute) Ketika konflik kembali memanas di Timur Tengah, dunia kembali menyadari betapa rapuhnya stabilitas...

Berita Terbaru

kar Hotel & Resort Lampung menggelar kegiatan Buka Puasa Bersama Karyawan dan Anak Yatim Piatu dengan mengusung tema “Ramadan Penuh Berkah, Bersama Berbagi Kebahagiaan.”
Advertorial

Ramadan Penuh Berkah, Akar Hotel & Resort Lampung Gelar Buka Puasa Bersama Karyawan dan Anak Yatim Piatu

byNur
13/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co)---- Dalam semangat kebersamaan dan kepedulian di bulan suci Ramadan, Akar Hotel & Resort Lampung menggelar kegiatan Buka...

Read moreDetails
bologna vs as roma

Bologna dan AS Roma Berbagi Angka di Leg Pertama 16 Besar Liga Europa 2026

13/03/2026
Pemerintah terus memastikan seluruh simpul transportasi nasional berada dalam kondisi siap melayani mobilitas masyarakat yang diprediksi meningkat signifikan pada angkutan Lebaran 2026.Dok/Lampost.co

Pemerintah Pastikan Lintasan Pelabuhan Merak–Pelabuhan Bakauheni Siap Hadapi Arus Mudik

13/03/2026
Siaga Ramadan dan Lebaran 2026, Mitsubishi Fuso Jamin Operasional Konsumen Lewat “Fuso Berkah Ramadhan”

Siaga Ramadan dan Lebaran 2026, Mitsubishi Fuso Jamin Operasional Konsumen Lewat “Fuso Berkah Ramadhan”

13/03/2026
ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan menyiapkan sebanyak 57 kapal pada angkutan arus mudik dan balik Lebaran tahun 2026. Dok/Lampost.co

ASDP Siapkan 57 Kapal pada Angkutan Mudik dan Balik Lebaran Tahun Ini

13/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.