IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Selasa, 07/04/2026 03:45
Jendela Informasi Lampung
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Opini

Investasi dan Inovasi Pendidikan untuk Generasi Emas 2045

Artikel ini mengajak semua elemen untuk tidak sekadar bicara pendidikan. Tetapi mengambil peran untuk bertindak nyata dalam memperbaikinya secara bersama-sama. Di tangan pendidikanlah, masa depan Indonesia dipertaruhkan.

Triyadi IsworobyTriyadi Isworo
06/04/26 - 09:00
in Opini
A A
Profesor Psikologi Pendidikan Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Prof. Syafrimen. M. Ed., Ph. D. Dok UIN Raden Intan

Profesor Psikologi Pendidikan Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Prof. Syafrimen. M. Ed., Ph. D. Dok UIN Raden Intan

ADVERTISEMENT

INDONESIA saat ini berada pada titik krusial dalam sejarah peradabannya. Agenda besar menuju Indonesia Emas 2045 tidak hanya bergantung pada pertumbuhan ekonomi dan stabilitas politik. Melainkan yang lebih krusial adalah kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan oleh sistem dan proses pendidikan hari ini.

Dalam konteks tersebut, kebijakan pendidikan dasar dan menengah terutama program wajib belajar 12 tahun merupakan fondasi strategis yang harus dikelola secara visioner, inovatif, dan kolaboratif. Bagaimanapun, pertanyaan mendasar yang perlu diajukan adalah apakah sistem pendidikan kita telah bergerak melampaui pemerataan akses menuju transformasi kualitas? Apakah sekolah telah menjadi ruang pembentukan kepemimpinan masa depan, atau masih terjebak dalam rutinitas administratif dan pedagogi konvensional?

Pendidikan sebagai Investasi Peradaban

Sejarah pada berbagai negara maju menunjukkan bahwa investasi pendidikan bukanlah beban anggaran. Melainkan strategi jangka panjang untuk membangun keunggulan kompetitif. Negara-negara seperti Finlandia, Jepang, dan Korea Selatan telah membuktikan bahwa kualitas pendidikan yang unggul tidak lahir secara instan. Tetapi melalui konsistensi kebijakan, keberanian melakukan inovasi, dan komitmen kolektif lintas sektor.

Finlandia, misalnya, menempatkan guru sebagai profesi elit yang dihormati secara sosial dan didukung secara akademik. Jepang menanamkan nilai karakter dan disiplin sejak pendidikan dasar melalui pendekatan whole child education. Korea Selatan bahkan menjadikan pendidikan sebagai prioritas nasional pasca perang, dengan investasi besar pada literasi, sains, dan teknologi.

Pelajaran penting dari praktik-praktik global ini adalah bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum, tetapi oleh ekosistem pendidikan yang sehat, kepemimpinan sekolah yang kuat, guru yang profesional, partisipasi masyarakat yang tinggi, serta dukungan kebijakan yang konsisten.

Program wajib belajar 12 tahun di Indonesia merupakan langkah progresif dalam memperluas akses pendidikan. Namun, perlu diakui bahwa perluasan akses belum sepenuhnya diiringi oleh peningkatan kualitas pembelajaran. Tantangan seperti kesenjangan antarwilayah, disparitas mutu sekolah, serta rendahnya kapasitas pedagogik sebagian guru masih menjadi pekerjaan rumah yang sangat serius.

Inilah pentingnya menggeser paradigma dari schooling menuju learning. Pendidikan tidak lagi cukup hanya memastikan peserta didik hadir di sekolah, tetapi harus menjamin bahwa mereka benar-benar belajar secara bermakna, kritis, dan relevan dengan tantangan zaman yang berubah sangat cepat dan fantastis. Inovasi pembelajaran menjadi kunci dalam transformasi ini. Integrasi teknologi digital, pendekatan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), penguatan literasi dan numerasi, serta pengembangan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi harus menjadi arus utama dalam praktik dan proses pendidikan.

Gerak Bersama Membangun Pendidikan

Pada era desentralisasi pendidikan, pemerintah daerah memegang peran strategis dalam memastikan implementasi kebijakan pendidikan berjalan efektif di tingkat lokal. Pemerintah daerah tidak hanya berfungsi sebagai pelaksana kebijakan pusat, tetapi juga sebagai inovator yang mampu merespons kebutuhan spesifik daerah. Penguatan kapasitas pengelola pendidikan, pengalokasian anggaran yang berpihak pada mutu, serta pengembangan program inovatif berbasis kearifan lokal menjadi langkah penting yang harus didorong secara sistematis.

Di sisi lain, Dewan Pendidikan (DP) memiliki posisi strategis sebagai lembaga penghubung atau jembatan kelembagaan (bridging institution) antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya. Dewan Pendidikan tidak hanya sekadar menjadi lembaga simbolik, tetapi harus aktif memberikan rekomendasi kebijakan berbasis data, melakukan advokasi pendidikan, serta memastikan akuntabilitas publik dalam pengelolaan pendidikan. Kolaborasi antara pemerintah daerah, Dewan Pendidikan dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan tata kelola pendidikan yang transparan, partisipatif, dan berorientasi pada kualitas.

Sekolah tidak bisa bekerja sendiri dalam membangun kualitas pendidikan. Peran masyarakat, termasuk orang tua, dunia usaha, dan komunitas lokal, sangat penting dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang kondusif. Konsep sekolah sebagai komunitas pembelajar (school as a learning community) perlu dihidupkan kembali, di mana sekolah menjadi pusat pembelajaran yang terbuka, kolaboratif, dan kontekstual.

Keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan, kemitraan dengan dunia industri, serta pemanfaatan sumber daya lokal sebagai media pembelajaran dapat memperkaya pengalaman belajar peserta didik. Dalam perspektif ini, pendidikan tidak lagi dipandang sebagai tanggung jawab institusi formal semata, tetapi sebagai gerakan sosial yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Fondasi Pendidikan Masa Depan

Pemikiran para pakar pendidikan dunia memberikan landasan teoritis yang kuat bagi transformasi pendidikan. John Dewey, menekankan bahwa pendidikan berbasis pengalaman (learning by doing), bukan sekadar transfer pengetahuan. Paulo Freire mengingatkan pentingnya pendidikan yang membebaskan, yang mendorong kesadaran kritis peserta didik terhadap realitas sosial.

Andreas Schleicher dari OECD menegaskan bahwa sistem pendidikan masa depan harus mampu mengembangkan global competence, yaitu kemampuan untuk memahami isu global, menghargai keberagaman, dan berkontribusi secara produktif dalam masyarakat global. Berbagai pandangan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan tidak boleh stagnan. Pendidikan harus terus beradaptasi dengan perubahan zaman, tanpa kehilangan nilai-nilai dasar kemanusiaan.

Dalam tradisi Islam, pendidikan memiliki dimensi yang jauh lebih luas dari sekadar penguasaan ilmu pengetahuan. Para pemikir klasik seperti Al-Ghazali, Ibn Khaldun, dan Ibn Sina telah meletakkan fondasi pendidikan yang holistik, yang mengintegrasikan aspek intelektual, spiritual, dan moral. Al-Ghazali menekankan pentingnya pembentukan akhlak sebagai tujuan utama pendidikan. Ibn Khaldun melihat pendidikan sebagai proses sosial yang terkait erat dengan dinamika peradaban.

Sedangkan Ibn Sina menggarisbawahi pentingnya metode pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan psikologis anak. Nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan tantangan pendidikan modern, yang sering kali terjebak dalam orientasi kognitif semata. Integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai moral menjadi kunci dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki integritas.

Mempersiapkan Generasi Emas 2045

Mempersiapkan generasi emas 2045 bukanlah pekerjaan instan, membutuhkan visi jangka panjang, konsistensi kebijakan, serta komitmen kolektif dari seluruh elemen bangsa. Investasi pendidikan harus dipandang sebagai prioritas utama, bukan pilihan. Inovasi pembelajaran harus terus didorong berkelanjutan, dengan memberikan ruang bagi guru untuk berkreasi dan berkembang by design. Pemerintah daerah harus berani melakukan terobosan, Dewan Pendidikan harus aktif mengawal kebijakan, masyarakat harus terlibat secara konstruktif, dan sekolah harus menjadi pusat pembelajaran yang hidup.

Pendidikan adalah tentang masa depan generasi yang meneruskan keberlanjutan kepemimpinan (Khalifah fil Ardh). Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan wajah Indonesia dan Lampung pada tahun 2045. Jika kita mampu mengelola pendidikan dengan baik dan bijaksana, maka generasi emas bukanlah sekadar retorika, tetapi sebuah keniscayaan yang akan kita rasakan manfaatnya. Sebaliknya, jika kita abai, maka kita sedang menunda masa depan bangsa dan daerah kita.

Oleh
Prof. Syafrimen, M.Ed., Ph.D
syafrimen@radenintan.ac.id
Guru Besar Psikologi Pendidikan UIN Raden Intan Lampung
Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Lampung

Tags: Guru Besar Psikologi PendidikanINDONESIAIndonesia Emas 2045kepemimpinan masa depanKetua Dewan Pendidikan Provinsi Lampungkualitas sumber daya manusiapedagogi konvensionalPENDIDIKANPendidikan Dasar dan Menengahpertumbuhan ekonomiProf. Syafrimenprogram wajib belajar 12 tahunsejarah peradabannyasistem pendidikanStabilitas politikUIN Raden Intan Lampung
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Pemprov Lampung dan Baznas Perkuat Tata Kelola Zakat Profesional dan Transparan

Transformasi Zakat: Dari Logistik Menuju Pemberdayaan

byMustaan
06/04/2026

Oleh : Muhammad Syauqi Al Muhdhar, LC., MA. Direktur Zakat Study Center ZAKAT di Indonesia memiliki potensi amat besar yang...

Triono Direktur INKOL Inisiatif

Lebaran: Jembatan Hati Menuju Indonesia Raya

byTriyadi Isworo
23/03/2026

DALAM budaya bangsa Indonesia, setiap tahun kita menyaksikan sebuah fenomena sosio-kultural kolosal yang nyaris tak tertandingi di belahan dunia manapun...

Triono Direktur INKOL Inisiatif

Esensi Spirit Ramadhan Menuju Kesalehan Sosial

byTriyadi Isworo
16/03/2026

TANPA terasa hari-hari akhir Ramadhan semakin cepat berlalu, semburat cahaya fajar di penghujung Ramadhan selalu membawa dualitas rasa kehangatan spiritual...

Berita Terbaru

persik vs persijap
Bola

Persik Kediri Tertahan Imbang tanpa Gol Lawan Persijap Jepara

byIsnovan Djamaludin
07/04/2026

Kediri (Lampost.co)–Stadion Brawijaya, Kota Kediri, menjadi saksi bisu perjuangan keras tuan rumah Persik Kediri saat menjamu Persijap Jepara dalam lanjutan...

Read moreDetails
67 Perusahaan Pemicu Banjir di Sumatra Diberi Sanksi Oleh KLH

67 Perusahaan Pemicu Banjir di Sumatra Diberi Sanksi Oleh KLH

07/04/2026
Daya Beli Menurun, Pelaku UMKM di Persit Keluhkan Penurunan Omzet

Daya Beli Menurun, Pelaku UMKM di Persit Keluhkan Penurunan Omzet

06/04/2026
Rektor Imbau Mahasiswa Berorganisasi Secara Produktif

Rektor Imbau Mahasiswa Berorganisasi Secara Produktif

06/04/2026
Mahasiswa Dituntut Kritis Jalankan Fungsi Kontrol Pemerintah, Namun Tetap Santun

Mahasiswa Dituntut Kritis Jalankan Fungsi Kontrol Pemerintah, Namun Tetap Santun

06/04/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.