Dominasi pabrikan asal Italia, Aprilia, menjadi sorotan utama.
Le Mans (Lampost.co)–Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 memasuki babak baru yang makin panas. Usai berakhirnya seri GP Prancis di Sirkuit Bugatti, Le Mans, Minggu (10/5/2026), peta kekuatan di papan atas klasemen mengalami pergeseran signifikan. Kemenangan perdana Jorge Martin musim ini tidak hanya mengakhiri dahaganya akan podium tertinggi, tetapi juga memberikan tekanan luar biasa bagi pemuncak klasemen sementara.
Dominasi pabrikan asal Italia, Aprilia, menjadi sorotan utama. Tidak hanya menguasai podium di lintasan, tim ini juga menempatkan para pembalapnya di posisi yang sangat menguntungkan dalam perburuan gelar juara dunia tahun ini.
Hasil di Le Mans menjadi titik balik bagi Jorge Martin. Dengan tambahan poin maksimal dari kemenangan pertamanya di musim 2026, pembalap berjuluk The Martinator tersebut kini mengoleksi total 127 poin. Catatan ini membuatnya hanya terpaut satu angka saja dari rekan setimnya di Aprilia Racing, Marco Bezzecchi.
Bezzecchi sendiri meski gagal meraih kemenangan di Prancis, tetap menunjukkan konsistensi luar biasa. Ia masih kokoh di puncak klasemen dengan raihan 128 poin.
Sepanjang musim 2026 yang telah berjalan, Bezzecchi tampil impresif dengan catatan tiga kemenangan dan lima kali naik podium. Persaingan internal antara Martin dan Bezzecchi akan menjadi bumbu penyedap utama di seri-seri berikutnya, mengingat keduanya menggunakan paket motor yang identik.
Dominasi Aprilia makin lengkap dengan performa gemilang pembalap tim satelit Trackhouse Racing, Ai Ogura. Keberhasilan Ogura finis di posisi ketiga di Le Mans membawanya melesat ke posisi kelima klasemen sementara dengan 67 poin. Hal ini membuktikan motor RS-GP milik Aprilia musim ini sangat kompetitif, baik di tim pabrikan maupun tim satelit.
Sementara itu, persaingan ketat juga terjadi di perebutan posisi ketiga. Fabio Di Giannantonio dari Pertamina Enduro VR46 masih bertahan di peringkat ketiga klasemen dengan 84 poin.
Namun, posisinya tidaklah aman karena wonderkid Pedro Acosta membayangi tepat di belakangnya dengan selisih hanya satu angka (83 poin). Duel antara pengalaman Di Giannantonio dan bakat liar Acosta menjadi salah satu tontonan paling menarik di barisan tengah.
Kontras dengan kegembiraan di kubu Aprilia, tim pabrikan Ducati Lenovo justru mengalami akhir pekan yang kelam. Marc Marquez terpaksa absen akibat cedera yang dialaminya saat sesi sprint race, membuatnya tertahan di posisi ketujuh dengan 57 poin. Kondisi ini tentu merugikan bagi sang juara dunia delapan kali dalam upayanya mengejar ketertinggalan poin.
Nasib sial juga menimpa Francesco Bagnaia. Sang juara bertahan gagal menambah pundi-pundi poin setelah terjatuh saat balapan berlangsung di Le Mans.
Akibat kegagalan finis tersebut, posisi Bagnaia merosot ke peringkat kesembilan klasemen sementara dengan 43 poin. Ducati kini harus segera melakukan evaluasi besar-besaran jika tidak ingin jarak poin dengan Aprilia semakin melebar.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update