Jakarta (Lampost.co): Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu’ti memastikan kenaikan signifikan anggaran pendidikan pada 2026. Ia menegaskan pemerintah tidak memangkas alokasi dana kementeriannya meskipun pemerintah menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Mu’ti menyampaikan pernyataan tersebut dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Kamis, 19 Februari 2026. Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto justru menambah dukungan anggaran bagi sektor pendidikan. Kemendikdasmen pun mengajukan Anggaran Biaya Tambahan (ABT) untuk memperkuat program prioritas.
Pemerintah mengarahkan perhatian besar pada pembenahan infrastruktur sekolah. Pada 2025, pemerintah mengalokasikan Rp16,9 triliun untuk 16.176 satuan pendidikan. Pada 2026, pemerintah meningkatkan target tersebut secara tajam. Dalam APBN 2026, pemerintah mencantumkan Rp14 triliun untuk 11 ribu sekolah. Presiden kemudian memerintahkan revitalisasi tambahan terhadap 60 ribu sekolah. Dengan langkah itu, pemerintah menargetkan perbaikan lebih dari 71 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia sepanjang tahun ini.
Selain memperkuat sarana fisik, Kemendikdasmen mempercepat transformasi digital di lingkungan sekolah. Pemerintah menyalurkan Interaktif Flat Panel (IFP) atau Panel Interaktif Digital (PID) ke lebih dari 325 ribu satuan pendidikan. Sekolah memanfaatkan perangkat tersebut untuk mendorong pembelajaran interaktif, mengintegrasikan sistem dengan Learning Management System (LMS), serta membuka akses terhadap beragam sumber belajar digital. Presiden juga menginstruksikan penambahan dua hingga tiga unit panel interaktif di setiap sekolah agar seluruh kelas memperoleh akses teknologi secara merata.
Tingkatkan Kualitas
Kemendikdasmen juga meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi dan kesejahteraan guru. Pemerintah mengalokasikan beasiswa bagi 150 ribu guru yang belum menempuh pendidikan D4 atau S1 dengan bantuan Rp3 juta per semester. Pemerintah menggelar pelatihan peningkatan kapasitas guru secara masif sepanjang tahun. Selain itu, Kemendikdasmen memastikan pencairan tunjangan guru PPPK sesuai pengajuan yang telah disampaikan kepada Presiden.
Menanggapi pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan terkait tren anggaran, Mu’ti kembali menegaskan komitmen Presiden terhadap dunia pendidikan. Ia menilai Program Makan Bergizi Gratis yang menyasar 43 juta murid sekolah turut memperkuat karakter dan kesehatan peserta didik. Program tersebut, menurutnya, selaras dengan agenda Indonesia Hebat yang menekankan pentingnya asupan makanan sehat dan bergizi bagi generasi muda. Ia menutup pernyataannya dengan memastikan pemerintah terus mengarahkan anggaran untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional tanpa pengurangan sedikit pun.








