Bandar Lampung (Lampost.co): Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa Lampung menunjukkan capaian rendah, terutama pada mata pelajaran Matematika. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Lampung, Thomas Amirico, menyebut lemahnya kemampuan siswa menalar teks panjang sebagai penyebab utama capaian tersebut.
Thomas menjelaskan bahwa peserta didik kesulitan memproses dan menalar soal-soal panjang. Kondisi itu membuat siswa gagal memahami isi soal secara utuh sehingga hasil TKA tidak mencapai target maksimal.
“Berdasarkan hasil TKA, literasi dan numerasi siswa Lampung masih rendah. Siswa menunjukkan daya juang dan semangat membaca soal panjang yang lemah,” ujar Thomas, Selasa, 13 Januari 2026.
Meski demikian, Thomas menyebut sejumlah sekolah berhasil mencatatkan nilai di atas rata-rata nasional. Saat ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung melakukan pendataan hasil TKA setiap sekolah di seluruh Lampung sebagai dasar evaluasi.
Thomas menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh sekolah untuk melakukan perbaikan. Dinas mendorong sekolah meningkatkan kemampuan siswa dengan menyusun soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS).
“Saya meminta sekolah menyiapkan soal berbasis HOTS mulai dari tingkat ringan, sedang, hingga tinggi,” kata Thomas.
Sekolah akan memberikan soal-soal tersebut kepada siswa sebagai latihan sejak kelas 10. Melalui langkah itu, siswa akan terbiasa membaca dan memahami teks soal panjang saat memasuki kelas 12.
Berdasarkan data laman resmi Kemendikdasmen, pelaksanaan TKA Matematika di Lampung melibatkan 108.600 peserta didik dari 1.439 sekolah. Nilai rata-rata Matematika siswa Lampung hanya mencapai 34,63.
Sebanyak 50 persen peserta memperoleh nilai kategori kurang. Sebanyak 33,5 persen siswa meraih nilai kategori memadai, 15,5 persen siswa memperoleh nilai baik, dan hanya 1 persen siswa mencapai kategori istimewa.
Capaian rendah juga muncul pada mata pelajaran Bahasa Inggris. Pelaksanaan TKA Bahasa Inggris di Lampung melibatkan 108.541 siswa dari 1.439 sekolah dengan nilai rata-rata hanya 22,43.
Sebanyak 39,8 persen peserta memperoleh nilai kategori kurang. Nilai kategori memadai mendominasi dengan porsi 42,5 persen. Sementara itu, 10,8 persen siswa meraih nilai baik dan 6,8 persen siswa mencapai kategori istimewa.
Bahasa Indonesia
Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, siswa Lampung mencatatkan nilai rata-rata 53,81 dari 108.648 peserta di 1.439 sekolah. Nilai kategori baik mendominasi dengan persentase 41,5 persen, kemudian kategori istimewa sebesar 39,9 persen dan kategori memadai sebesar 15 persen. Hanya 3,6 persen peserta yang memperoleh nilai kategori kurang.








