Seorang Jurnalis di Pringsewu Ditemukan Meninggal

Editor Denny
Jumat, 26 Juli 2024 14.20 WIB
Seorang Jurnalis di Pringsewu Ditemukan Meninggal
Polisi melakukan olah TKP. (Foto: Dok. Humas Polres Pringsewu)

Pringsewu (Lampost.co) — Seorang jurnalis sebuah media online ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Perumahan Bukit Panjerejo, Pekon Panjerejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Kamis, 25 Juli 2024, malam. Penemuan mayat yang mulai membusuk ini membuat geger warga sekitar.

“Korban Rifai (48) sudah 8 bulan tinggal sendiri di rumah tersebut,” kata Kapolsek Gadingrejo AKP Hasbulloh, Jumat, 26 Juli 2024.

Penemuan mayat ini berawal dari kecurigaan Harianto (27), tetangga korban. Saksi sudah beberapa hari tidak melihat korban keluar rumah. Lampu di rumah korban juga tidak pernah menyala.

Baca juga: 158 Jurnalis Tewas dalam Perang Israel-Hamas di Gaza

Kecurigaan Harianto ini bertambah lantaran dari dalam rumah korban tercium bau tidak sedap. Terlihat juga sepeda motor korban masih berada di dalam rumah. Lantaran tak berani mengecek sendiri, saksi kemudian memberitahukan kepada pengurus lingkungan. Bersama warga lainnya mereka, berupaya mengecek rumah korban.

Lantaran pintu dalam kondisi terkunci, warga kemudian membuka paksa dengan cara mendongkel daun jendela kamar korban. Warga mendapati korban sudah tidak bernyawa dalam posisi tertidur di kasur. Saat itu kondisi tubuh sudah membengkak dan mengeluarkan bau tidak sedap. “Adanya kejadian ini warga kemudian melaporkan kepada kami dan langsung ke TKP,” kata dia.

Diabetes

Kapolsek menjelaskan, pihak kepolisian bersama tenaga medis dari puskesmas Wates datang ke TKP. Setelah itu tim melakukan olah TKP, identifikasi, dan pemeriksaan terhadap jasad korban. “Untuk mengetahui sebab pasti meninggalnya korban, kami membawa jasad korban ke RSUD Pringsewu untuk pemeriksaan leboh lanjut,” ujar Hasbulloh.

Meski belum ada hasil pemeriksaan lebih lanjut, Kapolsek menduga kematian korban tidak terkait tindak pidana. Ia menduga korban meninggal karena sakit diabetes. Menurutnya, yang menguatkan dugaan itu karena tidak ada barang milik korban yang hilang. Selain itu, keterangan pihak medis bahwa di tubuh korban tidak ada luka atau tanda bekas kekerasan.

“Menurut pihak medis, korban sebelumnya pernah berobat di puskesmas Wates karena sakit kencing manis. Tenaga medis juga menyebut korban sudah meninggal dunia kurang lebih 3-4 hari. Terdapat ciri khas akibat sakit kencing manis,” kata dia.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI