Berbagai Faktor Kunci Pembentukan Koalisi di Pilkada

Editor Triyadi Isworo, Penulis Media Indonesia
Minggu, 05 Mei 2024 22.56 WIB
Berbagai Faktor Kunci Pembentukan Koalisi di Pilkada
Bandar Lampung (Lampost.co) — Para bakal calon kepala daerah sudah mulai bermunculan jelang pendaftaran pemilihan kepala daerah (pilkada) setiap provinsi dan kabupaten/kota. Tokoh potensial mulai ramai untuk ikut berkompetisi. Bahkan sudah berkomunikasi membangun koalisi.
.
Menanggapi itu, Direktur Eksekutif Algoritma Research and Consulting Aditya Perdana, menerangkan pembentukan koalisi paslon setiap pilkada akan sangat ditentukan beberapa faktor.
.
Pertama, seberapa kuat petahana kepala daerah akan ikut kompetisi pilkada. Apabila petahana punya potensi elektabilitas yang tinggi untuk memenangkan pilkada. Maka bisa terpastikan para penantangnya tidak akan banyak, bahkan mungkin tidak ada alias calon tunggal.
.
.
“Kedua, cairnya pembentukan koalisi pencalonan pilkada yang tidak sebangun dengan koalisi Pilpres 2024,” ungkap Adit, Minggu, 5 Mei 2024.
.
Artinya, kata Adit, koalisi yang terbentuk dalam pencapresan tidak akan sama atau bahkan tidak relevan dengan kondisi setiap daerah. Hal itu lantaran kekuatan legislatif dari hasil Pileg 2024 lalu tidak sebangun dengan hasil yang ada terpusat.
.
“Maka, setiap parpol mungkin sudah menginstruksikan setiap wilayahnya untuk terbuka dalam membangun koalisi dengan siapapun,” katanya.
.
Ketiga, Adit menyebut pengaruh sosok lokal baik secara sosial, ekonomi, politik atau budaya akan membentuk konstruksi pencalonan yang ada. “Sehingga pengaruh tokoh agama, adat, atau pebisnis yang kuat. Itu akan menjadi pertimbangan tersendiri bagi para elite politik nasional dan lokal. Dalam memutuskan siapa yang mendapatkan dukungan dalam koalisi tersebut,” terangnya.
.
Ia mencontohkan pada pulau Jawa, kemungkinan petahana yang kuat adalah Khofifah untuk Provinsi Jawa Timur. Adit menilai ada kemungkinan sebagian besar parpol akan merapat untuk menyatukan dukungan kepada Khofifah.
.
Sementara, provinsi lainnya seperti Banten, Jakarta, Jabar dan Jateng, akan lebih kompetitif karena tidak ada petahana yang kuat dan dominan berdasarkan situasi politik hari ini. “Kecuali, Ridwan Kamil (Jabar) dan Anies Baswedan (Jakarta) akan memutuskan ikut kompetisi pilkada nanti. Sehingga, peluang partisipasi dari para peserta akan terbuka luas,” tandasnya.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI