• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Rabu, 14/01/2026 11:24
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Nasional

Usulan Pemilihan Kepala Daerah oleh DPRD Patut Dikaji

Para calon kepala daerah di paksa untuk menyiapkan modal yang sangat besar untuk menggerakkan mesin pemenangan hingga ke tingkat paling bawah.

NurbyNur
09/12/25 - 22:14
in Nasional, Politik
A A
Simulasi pemilihan kepala daeah yang diselenggarakan KPU kabupaten/kota.Dok/Lampost.co

Simulasi pemilihan kepala daeah yang diselenggarakan KPU kabupaten/kota.Dok/Lampost.co

Jakarta (Lampost.co)—Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno mengaku pihaknya terbuka dengan usulan mengembalikan mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) ke tangan DPRD kembali menguat.

Eddy menilai sudah saatnya dilakukan kajian atau evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Pilkada atau pemilihan langsung di tingkat daerah. Salah satunya terkait apakah pemilihan langsung oleh rakyat atau di pilih DPRD.

“Ya, wacana itu tentu membutuhkan kajian. Kami tidak menutup diri atas wacana tersebut karena memang kita lihat demokrasi langsung kita membawa banyak manfaat, tetapi juga membawa banyak mudarat juga,” ujar Eddy di, Senayan, Jakarta, Selasa (9/12).

Baca juga:Ketua DPRD Lampung Imbau Masyarakat Awasi Aktivitas Ilegal Logging

Eddy menyinggung penyakit yang selama ini menggerogoti Pilkada langsung, yakni politik uang yang membuat biaya politik meroket. Para calon kepala daerah di paksa untuk menyiapkan modal yang sangat besar untuk menggerakkan mesin pemenangan hingga ke tingkat paling bawah.

Ia mengatakan kondisi ini kemudian menyuburkan praktik politik uang dan merusak tatanan demokrasi dari aka rumput.

“Apalagi kita lihat sekarang ongkos politik menjadi tinggi. Money politics juga tidak surut, ya. Pendidikan politik kepada masyarakat itu perlu di tingkatkan,” jelasnya.

Putuskan Sistem Pilkada

Oleh karena itu, Eddy berpandangan bahwa aspek-aspek negatif inilah yang harus menjadi pertimbangan utama dalam diskusi publik dan politik untuk memutuskan sistem Pilkada. Ia mengatakan harus ada sistem mana yang menghasilkan pemimpin berkualitas tanpa terjebak dalam pragmatisme transaksional.

Meski demikian, ia mengatakan bahwa mengubah sistem pemilihan dari langsung menjadi dipilih DPRD tidaklah mudah. I mengatakan jalan yang harus ditempuh masih sangat panjang, karena menyangkut perubahan undang-undang yang vital.

“Jadi kajian-kajian itu perlu kita matangkan dulu dan perlu ada kesepakatan, kesepakatan dari partai politik karena nanti akan merubah undang-undang gitu ya,” terangnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengusulkan agar kepala daerah kembali dipilih melalui DPRD. Hal tersebut ia sampaikan saat Puncak Hari Ulang Tahun ke-61 Golkar, Jumat (5/12),

“Khusus menyangkut Pilkada, setahun lalu kami menyampaikan, kalau bisa Pilkada dipilih lewat DPRD saja. Banyak pro kontra, tapi setelah kami mengkaji, alangkah lebih baiknya memang kita lakukan sesuai dengan pemilihan lewat DPR Kabupaten/Kota biar tidak lagi pusing-pusing,” kata Bahlil.

Presiden Prabowo Subianto yang juga hadir dalam kesempatan itu menyambut usulan Bahlil. Menurut Prabowo, demokrasi harus didesain untuk menekan ongkos politik agar pemilihan tidak ditentukan hanya oleh orang-orang yang berduit.

“Kalau sudah sekali memilih DPRD kabupaten, DPRD provinsi, ya, kenapa enggak langsung saja pilih gubernurnya dan bupatinya, selesai,” ucapnya.

Tags: dprKPUpemilihPILKADA
ShareSendShareTweet

Berita Lainnya

Ketua Komisi II DPR, Rifqinizamy Karsayuda. (Antara)

Komisi II DPR RI Dorong Kodifikasi UU Pemilu

byTriyadi Isworoand1 others
13/01/2026

Jakarta (Lampost.co) – Komisi II DPR RI mendorong kodifikasi UU Pemilu untuk menyatukan aturan Pilpres hingga Pilkada. Kodifikasi itu ada...

Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Kholid. Dok PKS

Masih Mengkaji, PKS Tak Mau Terburu-buru Sikapi Pilkada via DPRD

byTriyadi Isworoand1 others
13/01/2026

Jakarta (Lampost.co) – Wacana perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) dari pemilihan langsung menjadi pemilihan melalui DPRD memerlukan kajian yang...

dr. Richard Lee dan istri

dr. Richard Lee Dituding Selingkuh: Reni Effendi Beri Jawaban Menohok Terkait Foto Viral

byNana Hasan
13/01/2026

Jakarta (Lampost.co) - Dokter kecantikan ternama, dr. Richard Lee, baru-baru ini diterjang isu miring mengenai perselingkuhan. Kabar burung tersebut mulai...

Berita Terbaru

Pandji Pragiwaksono
Hiburan

Habib Rizieq Desak Pandji Pragiwaksono Hapus Materi Stand Up Mens Rea Karena Dugaan Penistaan

byNana Hasan
14/01/2026

Jakarta ( Lampost.co) - Materi Stand Up Comedy bertajuk 'Mens Rea' milik Pandji Pragiwaksono memicu reaksi keras. Mantan pimpinan FPI,...

Read moreDetails
Demo Aliansi Masyarakat Desa Penyangga Taman Nasional Way Kambas di depan Balai Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur, Selasa (13/1/26). FOTO ANTARA/MUKLASIN.

Warga Tuntut Ganti Rugi Rp1 Miliar atas Konflik Gajah TNWK

14/01/2026
Ilustrasi

KLHK Siapkan Pembangunan Kanal dan Pagar Listrik Permanen

14/01/2026
Ribuan warga Lampung Timur yang tergabung dalam aliansi Desa Penyangga Taman Nasional Way Kambas melakukan aksi demo di Balai Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, Selasa (14/1/2026)

Ribuan Warga Geruduk Balai TNWK Soal Konflik Gajah

14/01/2026
Harga emas batangan Antam hari ini, Rabu. Dok ANTARA

Harga Emas Antam 14 Januari 2026 Melonjak Lagi

14/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.