Penderita Kanker Serviks di Pringsewu Kian Menghawatirkan

Positif type 52 dan type lainnya yang beresiko rendah atau kanker selain serviks sebanyak 82 orang, hasil tidak terbaca sebanyak 1 orang.

Editor Nur, Penulis Yudi Prayoga
Senin, 27 April 2026 14.55 WIB
Penderita Kanker Serviks di Pringsewu Kian Menghawatirkan
Kepala Bidang Pencegahan dan pengendalian penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu Rahmadi

‎Pringsewu (Lampost.co)— Kasus kanker serviks di Kabupaten Pringsewu semakin menghawatirkan. Dari hasil pemeriksaan menggunakan metode HPV DNA co testing IVA pada tahun 2025  sebanyak 3204 orang yang sudah di screening positif IVA sebanyak 3 orang.

Positif type 16 dan 18 yang beresiko tinggi kanker serviks sebanyak 30 orang. Positif type 52 dan type lainnya yang beresiko rendah atau kanker selain serviks sebanyak 82 orang, hasil tidak terbaca sebanyak 1 orang.

‎‎Kepala Bidang Pencegahan dan pengendalian penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu Rahmadi mengatakan data penelitian menunjukkan tingginya kebutuhan akan kesadaran dini.

Dengan temuan kasus di wilayah PKM Sukoharjo dan wilayah kerja lainnya di Pringsewu. “Dari hasil pemeriksaan periode Januari sampai Maret 2026  dari 203 orang yg di screening 3 orang kita temukan positif type 18, positif type lainnya sebanyak 3 orang. Ddan hasil tidak terbaca sebanyak 1 orang. Masyarakat harus waspada jika mengalami gejala seperti pendarahan yang abnormal dan keputihan berbau”, ungkapnya, Senin 27 April 2026.

Pencegahan Terbaik

‎Rahmadi juga mengatakan pencegahan terbaik adalah melalui vaksinasi HPV dan melakukan Pap Smear atau tes IVA secara berkala di puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Dengan upaya deteksi dini dan skrining gratis di RSUD Pringsewu bagi ibu muda kami sosialisasi pencegahan dan vaksinasi HPV yang gencar melakukan untuk menurunkan risiko kanker serviks.

Sering menyerang wanita usia 35-55 tahun, karena kanker serviks penularan melalui hubungan seksual sehingga sangat menyarankan bagi wanita yang sudah pernah melakukan hubungan seksual untuk melakukan pemeriksaan.

Jika sudah dilakukan screening dan hasil negatif disarankan agar wanita tersebut untuk melakukan vaksin HPV secara mandiri melalui rumah sakit yang menyediakan layanan vaksin atau di dokter spesialis kandungan.

“Masyarakat dapat mencegah terjadinya kanker serviks dengan melakukan hubungan yang aman, tidak bergonta ganti pasangan seperti seks bebas”, pungkasnya.


Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI