Bandar Lampung (Lampost.co): Bulan Ramadan menghadirkan peluang ekonomi yang menjanjikan selain momentum peningkatan ibadah umat Muslim. Masyarakat meningkatkan kebutuhan terhadap makanan berbuka, santap sahur, perlengkapan ibadah, hingga busana muslim. Kondisi ini membuka kesempatan bagi pelaku usaha besar maupun warga yang ingin merintis bisnis rumahan untuk meraih keuntungan. Perubahan pola konsumsi selama Ramadan mendorong lonjakan permintaan, terutama pada sektor kuliner dan fesyen. Berikut tujuh ide bisnis yang bisa menghasilkan cuan selama Ramadan.
- Gorengan dan Makanan Manis
Pedagang selalu kebanjiran pembeli gorengan saat menjelang waktu magrib. Bakwan, risol, tahu isi, dan pisang goreng menjadi menu favorit berbuka. Penjual juga menawarkan kolak pisang, bubur sumsum, dan es campur sebagai kudapan manis pelepas dahaga. Pelaku usaha bisa memulai bisnis ini dari rumah dengan modal relatif kecil. Mereka perlu menjaga cita rasa, kebersihan, serta memilih lokasi strategis seperti depan rumah atau dekat pusat keramaian. Harga terjangkau dan permintaan tinggi mendorong keuntungan harian yang stabil.
- Minuman Segar dan Salad Buah
Pembeli mencari minuman segar setelah seharian berpuasa. Penjual menawarkan es buah, es timun suri, es kelapa muda, jus, hingga minuman kekinian sebagai pilihan utama. Mereka juga memasarkan salad buah karena konsumen menggemari pilihan yang lebih sehat dan menyegarkan. Tren gaya hidup sehat memperkuat peluang usaha ini. Pelaku usaha bisa menghadirkan variasi topping serta ukuran kemasan agar menarik minat pasar.
- Kue Kering
Menjelang Hari Raya Idulfitri, konsumen meningkatkan permintaan kue kering seperti nastar, kastengel, putri salju, dan lidah kucing. Pelaku usaha dapat membuka sistem pre-order sejak awal Ramadan untuk mengatur produksi. Mereka bisa memproduksi kue secara bertahap karena daya tahannya cukup lama. Penjual juga dapat menawarkan paket bundling dengan harga khusus. Kemasan menarik dan higienis mampu meningkatkan daya saing sekaligus menarik perhatian pembeli.
- Hampers dan Parcel
Tradisi berbagi saat Ramadan dan Idulfitri mendorong peningkatan permintaan hampers dan parcel. Pelaku usaha mengisi paket dengan kue kering, sirup, perlengkapan ibadah, atau sembako, lalu mengemasnya secara kreatif. Desain kemasan yang unik menentukan minat pasar. Penjual bisa menyasar segmen ekonomis hingga premium. Mereka juga dapat menggandeng produsen lokal untuk menekan biaya produksi sekaligus mendukung UMKM setempat.
Sahur
- Katering Sahur dan Berbuka
Kesibukan kerja membuat banyak orang memilih memesan makanan siap santap untuk sahur dan berbuka. Pelaku usaha katering dapat menawarkan menu rumahan variatif dengan harga terjangkau. Mereka bisa menyediakan paket mingguan atau bulanan agar pelanggan lebih praktis. Menu sehat dan bergizi menjadi nilai tambah. Pelaku usaha harus menjaga ketepatan waktu pengiriman agar pelanggan merasa puas dan loyal.
- Sayur Matang
Banyak keluarga mencari sayur dan lauk matang untuk kebutuhan praktis. Penjual menawarkan rendang, ayam semur, tumis sayur, hingga sambal goreng kentang dalam kemasan siap santap. Pelaku usaha bisa menjalankan bisnis ini di lingkungan perumahan. Mereka perlu menjaga konsistensi rasa dan menetapkan harga bersaing agar pelanggan melakukan pembelian berulang. Penjual juga dapat menerima pesanan khusus untuk acara buka bersama.
- Busana Muslim
Ramadan identik dengan peningkatan permintaan busana muslim seperti baju koko, gamis, tunik, hijab, mukena, dan sarung. Pelaku usaha dapat mengikuti tren fesyen terbaru dan menawarkan model kekinian dengan harga kompetitif. Mereka bisa memasarkan produk melalui marketplace dan media sosial untuk menjangkau pasar lebih luas. Foto produk yang menarik serta pelayanan responsif akan memperkuat kepercayaan konsumen dan meningkatkan penjualan.
Dengan perencanaan matang, manajemen keuangan disiplin, dan strategi pemasaran yang tepat, pelaku usaha dapat memaksimalkan peluang cuan selama Ramadan. Kerja keras, kreativitas, dan konsistensi akan menjadikan bulan penuh berkah ini sebagai momentum awal meraih kesuksesan usaha. (Restu/Magang Kemenaker)








