Bandar Lampung (Lampost.co) — Memasuki bulan Ramadan, umat Muslim menjalankan puasa lebih dari 12 jam setiap hari. Untuk itu, perlu cara untuk jaga stamina tubuh tetap fit saat puasa Ramadan.
Sebab, perubahan pola makan dan jam tidur menuntut tubuh beradaptasi cepat. Jika tidak dikelola dengan tepat, tubuh mudah lemas dan sulit fokus. Produktivitas pun bisa menurun drastis.
Namun, pola hidup seimbang bisa membuat puasa tetap lancar dan aktivitas berjalan optimal. Berikut tujuh cara menjaga kesehatan selama Ramadan agar stamina tetap terjaga.
-
Prioritaskan Sahur Berkualitas
Sahur menjadi sumber energi utama sepanjang hari. Anda perlu memilih menu yang memberi energi tahan lama.
Konsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, atau oatmeal. Tambahkan protein dari telur, ayam, ikan, tahu, atau tempe.
Protein membantu menjaga massa otot dan membuat rasa kenyang bertahan lebih lama. Hindari makanan instan tinggi garam karena memicu rasa haus berlebihan. Lengkapi sahur dengan sayur dan buah agar kebutuhan vitamin tetap terpenuhi.
-
Atur Pola Minum Air dengan Strategi
Tubuh tidak menerima cairan selama berjam-jam saat puasa. Untuk itu, perlu mengatur pola minum dengan disiplin.
Gunakan metode pembagian waktu minum. Minum satu gelas saat bangun tidur, dua gelas saat sahur, dan dua gelas saat berbuka.
Tambahkan satu gelas setelah tarawih dan satu gelas sebelum tidur. Pola itu membantu mencegah dehidrasi tanpa membuat perut terasa penuh. Hindari minuman berkafein berlebihan karena dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil.
-
Batasi Gorengan dan Makanan Manis Berlebih
Gorengan dan makanan manis sering menjadi pilihan berbuka. Namun, konsumsi berlebihan membuat tubuh terasa berat dan mengantuk.
Gula tinggi memang memberi energi cepat, tetapi efeknya tidak bertahan lama. Energi bisa turun drastis setelah lonjakan awal.
Pilih takjil sehat seperti kurma dan buah segar. Konsumsi makanan berlemak secukupnya agar pencernaan tetap nyaman.
-
Tetap Bergerak dengan Olahraga Ringan
Puasa bukan alasan untuk berhenti bergerak. Tubuh tetap membutuhkan aktivitas fisik ringan. Lakukan jalan santai, stretching, atau bersepeda ringan selama 20 hingga 30 menit. Waktu terbaik biasanya menjelang berbuka.
Olahraga ringan membantu melancarkan sirkulasi darah. Aktivitas itu juga menjaga metabolisme tetap aktif.
-
Jaga Pola Tidur Lebih Teratur
Perubahan jadwal sahur sering mengurangi waktu tidur malam. Anda perlu mengatur waktu istirahat lebih disiplin.
Usahakan tidur lebih awal sekitar pukul 21.30 hingga 22.00 WIB. Cara itu membantu memenuhi kebutuhan istirahat enam hingga tujuh jam.
Hindari begadang tanpa keperluan penting. Kurang tidur membuat tubuh cepat lelah dan sulit berkonsentrasi. Jika memungkinkan, manfaatkan waktu istirahat siang selama 20 menit untuk memulihkan energi.
-
Perbanyak Konsumsi Buah dan Sayur
Buah dan sayur menyediakan serat, vitamin, dan mineral penting. Nutrisi itu membantu menjaga daya tahan tubuh.
Pilih buah tinggi kandungan air seperti semangka, melon, dan jeruk. Buah tersebut membantu memenuhi kebutuhan cairan tambahan.
Sayuran hijau seperti bayam dan brokoli mendukung kesehatan pencernaan. Serat yang cukup mencegah sembelit selama perubahan pola makan.
-
Dengarkan Sinyal Tubuh Anda
Setiap orang memiliki kondisi fisik berbeda. Perhatikan tanda seperti pusing, lemas berlebihan, atau mulut sangat kering. Segera istirahat jika tubuh terasa tidak stabil. Hindari aktivitas berat di bawah terik matahari.
Jika memiliki kondisi medis tertentu, konsultasikan dengan dokter sebelum menjalankan puasa. Langkah itu memastikan ibadah tetap aman dan nyaman.
Ramadan Sebagai Momentum Gaya Hidup Sehat
Ramadan bukan hanya waktu beribadah, tetapi juga kesempatan memperbaiki pola hidup. Pola makan seimbang dan manajemen istirahat yang baik memberi dampak jangka panjang.
Disiplin menjaga asupan dan aktivitas membuat tubuh tetap bugar sepanjang hari. Produktivitas pun tetap terjaga tanpa mengorbankan kesehatan. Puasa yang dijalani dengan pola hidup sehat akan terasa lebih ringan dan bermakna.
(Restu Amalia)








