• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Kamis, 12/02/2026 07:40
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Tajuk Lampung Post

Lonjakan Harga Bebani Rakyat

Tahun ini, lonjakan harga kembali terjadi dan dirasakan merata pada berbagai komoditas.

MustaanbyMustaan
22/03/25 - 06:36
in Tajuk Lampung Post
A A
lonjakan

Pedagang sembako sedang melayani pembeli. Dok

MEMASUKI bulan Ramadan dan menjelang Lebaran, kenaikan harga bahan pokok seakan menjadi “tradisi” tahunan yang tidak terhindarkan. Tahun ini, lonjakan harga kembali terjadi dan dirasakan merata pada berbagai komoditas.

Seperti minyak goreng, bawang merah, cabai merah, hingga telur ayam. Kondisi ini tentu saja menuai keluhan dari masyarakat yang merasa semakin tercekik oleh tingginya biaya hidup.

Di Bandar Lampung, fenomena ini telah berlangsung sejak awal Ramadan. Akibatnya warga mengeluhkan kenaikan harga yang kompak pada berbagai komoditas pokok, sehingga cukup membebani masyarakat. 

Upaya stabilisasi harga mendesak dilakukan agar lonjakan tidak semakin menjadi-jadi menjelang Hari Raya Idulfitri.

Tidak hanya memberatkan pembeli, pedagangpun juga terdampak kenaikan harga yang telah berlangsung sejak sebelum. 

Harga minyak goreng, misalnya, kini menyentuh Rp18-19 ribu per liter. Bawang putih dan bawang merah masing-masing melambung hingga Rp45 ribu dan Rp50 ribu per kilogram. Tak hanya itu, cabai merah caplak yang kini mencapai Rp86 ribu per kilogram juga menjadi momok bagi para pembeli.

Sayangnya, kenaikan harga sejumlah bahan pokok ini belum menjadi perhatian maupun atensi khusus dari pemerintah. Dalam sebuah kesempatan Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa harga sembako masih terkendali.

Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meringankan beban masyarakat, terutama yang hendak mudik. 

Pernyataan ini mendapat perhatian publik, mengingat kenyataan di lapangan menunjukkan hal yang berbeda. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bahkan menegaskan bahwa harga beras dan minyak goreng tidak boleh naik karena produksi melimpah. Namun, fakta di pasar justru menunjukkan adanya lonjakan harga minyak goreng.

Lonjakan harga bahan pokok pada periode Ramadan dan Lebaran bukanlah fenomena baru di Indonesia. Penyebabnya bisa dilacak dari beberapa faktor, seperti meningkatnya permintaan, spekulasi harga, serta distribusi yang tidak optimal. 

Meskipun pemerintah terus berusaha menstabilkan harga melalui berbagai kebijakan dan operasi pasar, kenyataan di lapangan menunjukkan hasil yang masih jauh dari harapan.

Pada dasarnya, harga bahan pokok di Indonesia sangat dipengaruhi oleh rantai pasokan yang panjang dan kerentanan terhadap perubahan permintaan. Ketika permintaan melonjak, seperti pada Ramadan dan Lebaran, para spekulan cenderung mengambil keuntungan dengan menaikkan harga, sementara distribusi menjadi terhambat karena tingginya volume kebutuhan.

Sikap pemerintah yang menyatakan harga masih terkendali juga perlu pengkajian ulang. Pada kenyataannya, banyak komoditas yang justru mengalami lonjakan tajam. Ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara kebijakan di pusat dan implementasinya di daerah. 

Stabilisasi harga tidak cukup hanya dengan pernyataan atau wacana, tetapi perlu adanya tindakan konkret dalam pengawasan distribusi dan penindakan terhadap oknum yang bermain harga.

Selain itu, perlu adanya di versifikasi sumber pangan agar tidak terjadi ketergantungan pada satu jenis komoditas. Misalnya, ketika harga cabai melonjak, masyarakat bisa mengarahkan pada penggunaan bumbu alternatif. Edukasi terhadap pola konsumsi juga perlu memperkuat agar masyarakat lebih bijak dalam menghadapi lonjakan harga.

Tags: editorialhargakolomlonjakanrakyatramadansikap lampung posttajuk
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

dapur tradisi

Segubal, Dapur Tradisi Lampung Menuju Agenda Ketahanan Pangan

byMustaan
26/09/2025

Oleh :Erlina Rufaidah (Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian Unila) dan Musta'an Basran (Penulis Budaya Lampung) DI tengah riuhnya wacana swasembada...

omon-omon

Pantang Omon Omon Perangi Korupsi

byMustaan
01/07/2025

PRESIDEN Prabowo Subianto mengumumkan “perang total” melawan korupsi saat meresmikan pembangunan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Istana Negara dan bukan...

kabinet

Matahari Kembar Kabinet Pemerintahan Prabowo

byMustaan
02/05/2025

FENOMENA matahari kembar pada kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menjadi diskursus politik yang menarik. Istilah ini merujuk pada situasi ketika dua...

Berita Terbaru

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini. Waspada dampak hujan pada wilayah Kabupaten Tulang Bawang, Kamis, 12 Februari 2026. Dok BMKG
Cuaca

Peringatan Dini Waspada Dampak Hujan di Wilayah Kabupaten Tulang Bawang

byTriyadi Isworo
12/02/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini. Waspada dampak hujan pada wilayah Kabupaten Tulang...

Read moreDetails
Langit mendung menyelimuti Masjid Raya Al Bakrie Bandar Lampung dan sekitarnya. BMKG menyampaikan prakiraan cuaca Lampung berawan berpotensi hujan. (Foto: Triyadi Isworo/Lampost.co)

Kamis, 12 Februari 2026, Lampung Berawan Berpotensi Hujan

12/02/2026
Bangun Ekosistem Perlindungan yang Tepat untuk Cegah Ragam Kekerasan terhadap Anak

Tingkatkan Keamanan Pangan Demi Wujudkan Kualitas SDM yang Lebih Baik

11/02/2026
Pemprov Lampung Tak Wajibkan ASN Ikut Penerbangan Perdana ke Kuala Lumpur

Pemprov Lampung Tak Wajibkan ASN Ikut Penerbangan Perdana ke Kuala Lumpur

11/02/2026
08OLAHRAGA-FA1 (foto pendamping HL)-11FEB

Persib Takluk 0-3 dari Ratchaburi di Leg Pertama 16 Besar ACL 2

11/02/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.