Bandar Lampung (Lampost.co) — AMD resmi memperkenalkan portofolio baru prosesor tertanam AMD Ryzen AI Embedded. Ini adalah serangkaian prosesor x86 yang dirancang khusus untuk mendukung aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) di edge. Prosesor baru ini ditargetkan untuk pasar otomotif (kokpit digital), perawatan kesehatan pintar, dan AI fisik untuk sistem otonom, termasuk robotika humanoid.
Portofolio ini mencakup Prosesor Seri P100 dan Seri X100. Prosesor ini menawarkan komputasi AI berkinerja tinggi dan efisien dalam paket BGA (ball grid array) yang ringkas. Prosesor ini mengintegrasikan arsitektur inti Zen 5 CPU berkinerja tinggi. Ini juga meliputi GPU RDNA 3.5 untuk visualisasi dan grafis real-time, serta NPU XDNA 2 untuk akselerasi AI berdaya rendah dan berlatensi rendah—semuanya dalam satu chip.
Salil Raje, Senior Vice President and General Manager, AMD Embedded, menyatakan bahwa portofolio Ryzen AI Embedded menyatukan kemampuan CPU, GPU, dan NPU terdepan dalam satu perangkat. Hal ini memungkinkan sistem otomotif, industri, dan otonom yang lebih cerdas dan responsif.
Seri P100
Seri P100 yang diluncurkan hari ini menampilkan 4 hingga 6 inti. Prosesor ini dioptimalkan untuk kokpit digital generasi berikutnya dan antarmuka mesin-manusia (HMI). Prosesor ini mampu memberikan peningkatan kinerja multi-thread dan single-thread hingga 2,2x dibandingkan generasi sebelumnya. Ini memastikan kontrol deterministik dalam paket 25×40 mm.
Untuk grafis imersif, Prosesor Seri P100 mengintegrasikan GPU RDNA 3.5. Diklaim, rendering hingga 35% lebih cepat untuk mendukung hingga empat layar digital 4K (atau dua 8K) secara simultan pada 120 frame per detik.
3 Kali
Selain itu, NPU XDNA 2 generasi berikutnya menghasilkan hingga 50 Trillions of Operations per Second (TOPS). Artinya, kinerja inferensi AI hingga 3X lebih tinggi. NPU ini mampu menggabungkan pemahaman suara, gerakan, dan isyarat lingkungan menggunakan model AI.
Prosesor tertanam ini menyediakan lingkungan pengembangan yang konsisten dengan software stack terpadu. Seluruh software stack dibangun di atas kerangka kerja virtualisasi berbasis Xen sumber terbuka. Hal ini memungkinkan isolasi yang aman untuk berbagai sistem operasi (seperti Yocto atau Ubuntu untuk HMI, FreeRTOS untuk kontrol real-time, dan Android atau Windows untuk aplikasi yang lebih kaya) agar berjalan aman secara paralel.
Mengenai ketersediaan, Prosesor AMD Ryzen AI Embedded P100 dengan 4-6 inti saat ini sedang memasuki fase sampling dengan pelanggan akses awal. Pengiriman produksi harapannya pada kuartal kedua tahun depan. Sementara itu, sampling untuk Prosesor Seri X100, yang menawarkan hingga 16 inti dan ditujukan untuk AI fisik yang lebih menuntut, diharapkan dimulai pada paruh pertama tahun depan.








