Kasus ini muncul di tengah sorotan terhadap CEO Tim Cook yang akan segera mengakhiri masa jabatannya.
Bandar Lampung (Lampost.co) — Perusahaan teknologi Apple Inc. sepakat membayar kompensasi sebesar US$250 juta atau sekitar Rp3,9 triliun untuk menyelesaikan gugatan terkait dugaan iklan menyesatkan pada fitur kecerdasan buatan mereka, Apple Intelligence.
Kesepakatan ini diajukan di pengadilan federal California pada Selasa waktu setempat. Meski demikian, Apple tidak mengakui kesalahan dalam kasus tersebut.
Gugatan class action ini berfokus pada promosi fitur AI Apple yang dinilai tidak sesuai dengan kenyataan saat produk dirilis.
Fitur yang dipermasalahkan mencakup:
Penggugat menilai Apple telah memasarkan fitur yang belum tersedia, bahkan disebut belum akan hadir dalam waktu dekat.
Dalam kesepakatan tersebut, Apple akan memberikan kompensasi kepada konsumen di Amerika Serikat yang membeli perangkat tertentu dalam periode tertentu.
Rinciannya sebagai berikut:
Langkah ini dilakukan untuk mengakhiri sengketa hukum tanpa melalui proses persidangan panjang.
Tim pengacara penggugat menyebut strategi pemasaran Apple sebagai bentuk penyesatan konsumen.
Beberapa poin utama tuduhan:
Penggugat juga menilai langkah ini sebagai upaya Apple mengejar ketertinggalan dari perusahaan AI lain seperti OpenAI dan Anthropic.
Pihak Apple menegaskan bahwa gugatan tersebut hanya mencakup sebagian kecil dari fitur yang dikembangkan dalam Apple Intelligence.
Dalam pernyataannya, Apple menyebut:
Kasus ini muncul di tengah sorotan terhadap CEO Tim Cook yang akan segera mengakhiri masa jabatannya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Cook kerap dikritik karena:
Penyelesaian kasus ini diharapkan dapat menutup polemik hukum dan mengembalikan fokus Apple pada pengembangan teknologi di masa depan.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa dalam era persaingan teknologi, klaim inovasi harus diimbangi dengan realisasi yang jelas.
Meski Apple memilih menyelesaikan kasus tanpa mengakui kesalahan, dampaknya tetap besar—baik dari sisi kepercayaan konsumen maupun reputasi perusahaan di tengah kompetisi AI yang semakin ketat.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update