Bukan Kamera atau AI, Baterai Galaxy S26 Justru Jadi Sorotan

Meski pengujian dilakukan dalam kondisi tertentu dan belum tentu mencerminkan semua skenario penggunaan harian, selisih yang cukup besar ini tetap sulit diabaikan.

Editor Denny
Selasa, 31 Maret 2026 13.28 WIB
Bukan Kamera atau AI, Baterai Galaxy S26 Justru Jadi Sorotan
baterai Galaxy S26

Bandar Lampung (Lampost.co) — Di tengah hiruk-pikuk peluncuran seri terbaru Samsung, perhatian publik biasanya tertuju pada kamera canggih atau kecerdasan buatan yang semakin pintar. Namun kali ini, yang mencuri perhatian dari lini Galaxy S26 justru sesuatu yang lebih “sunyi” tapi krusial: daya tahan baterai.

Perbincangan ini muncul setelah hasil pengujian terbaru mengungkap perbedaan mencolok antara dua varian chipset yang digunakan dalam seri ini. Alih-alih sekadar angka di atas kertas, hasilnya cukup mengejutkan dan langsung memicu diskusi di kalangan pengguna.

Mengacu pada laporan Digital Trends, varian Galaxy S26 yang ditenagai chipset Snapdragon mampu bertahan hingga 9 jam 26 menit dalam pengujian penggunaan. Sementara itu, versi dengan chipset Exynos hanya mencatatkan waktu sekitar 6 jam 48 menit. Selisihnya tidak main-main—mendekati 28 persen.

Perbedaan ini menjadi semakin menarik karena kedua perangkat membawa kapasitas baterai yang sama. Artinya, faktor utama yang memengaruhi ketahanan tersebut bukan pada ukuran baterai, melainkan efisiensi dari masing-masing chipset.

Dalam praktiknya, chipset Snapdragon—khususnya generasi terbaru—dinilai lebih mampu mengelola konsumsi daya secara optimal. Di sisi lain, Exynos yang secara spesifikasi terlihat kompetitif, masih menghadapi tantangan dalam efisiensi energi saat digunakan dalam skenario nyata.

Bukan Hal Baru

Situasi ini sebenarnya bukan hal baru. Samsung telah lama membagi distribusi chipset berdasarkan wilayah pasar. Amerika Serikat dan China biasanya kebagian varian Snapdragon, sementara banyak negara lain, termasuk pasar global, menggunakan Exynos. Perbedaan performa ini pun kembali memantik perdebatan lama yang belum sepenuhnya mereda.

Dengan kapasitas baterai Galaxy S26 yang masih berada di kisaran 4.300 mAh hingga 5.000 mAh—tidak jauh berbeda dari generasi sebelumnya—efisiensi chipset menjadi kunci utama. Tanpa peningkatan signifikan di sisi ini, pengalaman pengguna bisa terasa timpang meski perangkat terlihat identik.

Meski pengujian dilakukan dalam kondisi tertentu dan belum tentu mencerminkan semua skenario penggunaan harian, selisih yang cukup besar ini tetap sulit diabaikan. Bagi sebagian pengguna, terutama yang mengandalkan ponsel untuk aktivitas padat, perbedaan beberapa jam saja sudah sangat berarti.

Temuan ini sekaligus menjadi catatan penting bagi Samsung. Di tengah persaingan flagship yang semakin ketat, efisiensi daya bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan utama. Jika ingin menjaga kepercayaan pengguna global, peningkatan performa Exynos di sektor ini tampaknya tak bisa lagi ditunda.

Pada akhirnya, Galaxy S26 menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu soal fitur baru yang mencolok. Kadang, hal paling menentukan justru terletak pada seberapa lama perangkat bisa bertahan menemani penggunanya sepanjang hari.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI