Meta Geser 7.000 Pegawai ke AI, 8.000 Kena PHK

Chief Financial Officer Meta, Susan Li, mengatakan AI dipandang sebagai alat utama untuk meningkatkan produktivitas perusahaan dalam jangka panjang.

Editor Denny
Rabu, 20 Mei 2026 14.48 WIB
Meta Geser 7.000 Pegawai ke AI, 8.000 Kena PHK
(Foto: Medcom)

Bandar Lampung (Lampost.co) — Gelombang kecerdasan buatan kini bukan cuma mengubah cara perusahaan teknologi bekerja, tetapi juga menentukan siapa yang bertahan dan siapa yang harus pergi. Di tengah persaingan AI yang makin panas, Meta mengambil langkah drastis: ribuan karyawan dialihkan untuk fokus mengembangkan AI, sementara ribuan lainnya justru kehilangan pekerjaan.

Perusahaan induk Facebook dan Instagram itu disebut sedang menjalankan reorganisasi besar-besaran demi mempercepat ambisinya di sektor kecerdasan buatan. Sekitar 7.000 pegawai dipindahkan ke divisi yang berkaitan langsung dengan AI, sementara sekitar 8.000 pekerja terkena PHK sebagai bagian dari efisiensi internal.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa perlombaan AI kini bukan lagi proyek sampingan perusahaan teknologi, melainkan pusat strategi bisnis mereka.

AI Jadi Prioritas Utama Meta

Dalam restrukturisasi terbaru, Meta disebut membentuk empat organisasi baru yang seluruhnya diarahkan untuk memperkuat pengembangan AI. Perusahaan ingin mempercepat integrasi teknologi tersebut ke seluruh layanan dan produknya.

Di balik langkah agresif ini, ada perubahan besar dalam cara Meta memandang masa depan. Jika sebelumnya media sosial menjadi tulang punggung utama, kini AI mulai diposisikan sebagai mesin pertumbuhan berikutnya.

Memo internal perusahaan pada April 2026 bahkan mengungkap bahwa Meta sengaja mengosongkan sekitar 6.000 posisi pekerjaan demi menekan biaya operasional sekaligus mengalihkan fokus investasi ke teknologi AI.

Head of People Meta, Janelle Gale, mengakui keputusan tersebut bukan hal mudah. Namun perusahaan merasa perlu bergerak cepat agar tetap kompetitif di tengah tekanan industri teknologi global.

Bukan Sekadar PHK, Tapi Pergeseran Era

PHK yang dilakukan Meta kali ini bukan hanya soal pengurangan pegawai. Banyak analis melihatnya sebagai tanda perubahan besar di industri teknologi: kemampuan terkait AI kini jauh lebih dibutuhkan dibanding pekerjaan konvensional di perusahaan digital.

Sebelumnya, Meta juga telah memangkas ratusan pekerja dari divisi Reality Labs, tim Facebook, penjualan, hingga operasional global. Kini, gelombang baru kembali datang dengan skala yang lebih besar.

Per akhir Maret 2026, jumlah pekerja Meta tercatat sekitar 77 ribu orang, turun cukup jauh dibanding masa puncaknya pada 2022 yang sempat mencapai lebih dari 86 ribu pegawai.

Meta Siapkan Dana Fantastis demi AI

Di saat banyak perusahaan teknologi memilih menahan pengeluaran, Meta justru meningkatkan anggaran belanja modal hingga US$145 miliar pada 2026.

Dana jumbo tersebut akan dipakai untuk membangun infrastruktur AI dalam skala besar, termasuk:

  • pembangunan pusat data baru,
  • pembelian komponen teknologi berharga tinggi,
  • peningkatan kapasitas server dan komputasi AI,
  • serta penguatan sistem pendukung kecerdasan buatan di masa depan.

Chief Financial Officer Meta, Susan Li, mengatakan AI dipandang sebagai alat utama untuk meningkatkan produktivitas perusahaan dalam jangka panjang.

Investor Mulai Khawatir

Meski Meta sangat agresif membangun AI, pasar ternyata belum sepenuhnya yakin strategi itu akan langsung menghasilkan keuntungan besar.

Saham Meta tercatat turun hampir 9% sepanjang tahun ini. Beberapa analis bahkan mulai mempertanyakan seberapa cepat investasi besar tersebut bisa menghasilkan keuntungan nyata.

JPMorgan Chase menilai jalur pengembalian investasi AI Meta lebih berat dibanding pesaing lain. Sementara Bank of America menyebut biaya pengembangan AI saat ini membengkak lebih besar dari prediksi awal industri.

Namun bagi Meta, risiko besar tampaknya dianggap sepadan. Perusahaan kini memilih bertaruh penuh pada AI, meski konsekuensinya harus mengorbankan ribuan pekerjaan.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI