Bandar Lampung(Lampost.co) — Pembaruan proyek AI eksperimental Google, Project Genie, yang dipamerkan di Game Developers Conference (GDC) Maret 2026, sempat memicu kekhawatiran massal di industri game. Teknologi yang mampu menciptakan dunia interaktif hanya dari perintah teks ini bahkan membuat saham raksasa industri seperti Take-Two Interactive sempat goyah.
Namun, CEO Take-Two Interactive, Strauss Zelnick, memberikan tanggapan yang menenangkan sekaligus tajam. Dalam wawancara eksklusif dengan The Game Business pada pertengahan Maret 2026, Zelnick menyebut reaksi pasar terhadap Project Genie terlalu berlebihan dan didasari oleh kesalahpahaman terhadap proses kreatif pembuatan game.
AI Hanya Pencipta Aset, Bukan Pencetak Game Hit
Zelnick menegaskan bahwa alat berbasis AI hanyalah sarana pembantu (tools), bukan pengganti peran vital manusia. Meski AI mampu menghasilkan aset visual dengan kecepatan luar biasa, hal itu bukan jaminan sebuah game akan sukses di pasar.
Banyak sekali aset yang sudah ada saat ini. Entah dibuat dalam satu klik atau enam minggu, hasilnya tetaplah aset. Tapi itu tidak menentukan apakah sebuah game akan menjadi hit, jelas Zelnick dengan tegas.
Menurutnya, keberhasilan game besar seperti Grand Theft Auto (GTA) atau Red Dead Redemption tidak hanya bergantung pada kualitas aset visual, tetapi pada desain narasi, mekanisme permainan, dan sentuhan emosional yang sejauh ini hanya bisa dipahami oleh manusia.
Tanggapan Atas Penurunan Saham
Sentimen negatif sempat menyelimuti bursa saham pada akhir Januari hingga Februari 2026, di mana saham Take-Two merosot sekitar 8 hingga 10 persen setelah demonstrasi awal Genie 3 milik Google DeepMind. Investor khawatir teknologi ini akan memangkas kebutuhan akan ribuan developer dan mengancam model bisnis studio besar.
Zelnick justru melihat fenomena ini dari sudut pandang efisiensi. Ia mengakui AI mampu menghasilkan konten yang menyerupai visual NBA 2K, EA Sports FC, hingga Red Dead Redemption dalam hitungan detik. Namun, ia menyebut gagasan bahwa seseorang bisa membuat game setara GTA VI hanya dengan menekan satu tombol AI sebagai sebuah gagasan yang lucu (laughable notion).
Keterbatasan Teknis Project Genie 2026
Laporan teknis dari GDC 2026 juga mendukung pernyataan Zelnick. Project Genie memang terlihat impresif. Namun, teknologi ini masih memiliki keterbatasan. Sistem hanya mampu menjaga konsistensi dunia interaktif hingga 60 detik. Setelah itu, sistem bisa mengalami distorsi. Dalam beberapa kasus, sistem juga mengalami kegagalan logika atau crash.
Teknologi ini lebih cocok disebut sebagai model dunia. Fungsinya untuk riset kecerdasan buatan. Teknologi ini belum bisa menjadi mesin pengembang game. Sistem juga belum siap untuk produksi komersial.
Zelnick menutup wawancara dengan nada optimistis. Ia percaya pada masa depan kreator manusia. Menurutnya, AI akan menjadi alat bantu. AI akan mendorong kreator di Rockstar Games dan 2K untuk berkembang. Teknologi ini tidak akan menggantikan peran mereka.
Bagi penggemar, fokus utama Take-Two tetap jelas. Perusahaan menyiapkan peluncuran Grand Theft Auto VI. Game ini menjadi salah satu rilisan paling dinanti tahun ini. Take-Two menjadwalkan rilis pada November 2026. Game ini juga tidak mengandalkan konten yang sepenuhnya dibuat oleh AI generatif.








