• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Kamis, 26/03/2026 13:15
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Teknologi

Bos Take-Two Strauss Zelnick Tanggapi Ancaman Google Project Genie 2026

CEO Take-Two Interactive Strauss Zelnick menegaskan AI Google Project Genie hanyalah alat pembantu dan bukan ancaman bagi kreativitas manusia di industri game.

Denny ZYbyDenny ZY
19/03/26 - 16:24
in Teknologi
A A
project genie ai game
ADVERTISEMENT

Bandar Lampung(Lampost.co) — Pembaruan proyek AI eksperimental Google, Project Genie, yang dipamerkan di Game Developers Conference (GDC) Maret 2026, sempat memicu kekhawatiran massal di industri game. Teknologi yang mampu menciptakan dunia interaktif hanya dari perintah teks ini bahkan membuat saham raksasa industri seperti Take-Two Interactive sempat goyah.

Namun, CEO Take-Two Interactive, Strauss Zelnick, memberikan tanggapan yang menenangkan sekaligus tajam. Dalam wawancara eksklusif dengan The Game Business pada pertengahan Maret 2026, Zelnick menyebut reaksi pasar terhadap Project Genie terlalu berlebihan dan didasari oleh kesalahpahaman terhadap proses kreatif pembuatan game.

AI Hanya Pencipta Aset, Bukan Pencetak Game Hit

Zelnick menegaskan bahwa alat berbasis AI hanyalah sarana pembantu (tools), bukan pengganti peran vital manusia. Meski AI mampu menghasilkan aset visual dengan kecepatan luar biasa, hal itu bukan jaminan sebuah game akan sukses di pasar.

Banyak sekali aset yang sudah ada saat ini. Entah dibuat dalam satu klik atau enam minggu, hasilnya tetaplah aset. Tapi itu tidak menentukan apakah sebuah game akan menjadi hit, jelas Zelnick dengan tegas.

Menurutnya, keberhasilan game besar seperti Grand Theft Auto (GTA) atau Red Dead Redemption tidak hanya bergantung pada kualitas aset visual, tetapi pada desain narasi, mekanisme permainan, dan sentuhan emosional yang sejauh ini hanya bisa dipahami oleh manusia.

Tanggapan Atas Penurunan Saham

Sentimen negatif sempat menyelimuti bursa saham pada akhir Januari hingga Februari 2026, di mana saham Take-Two merosot sekitar 8 hingga 10 persen setelah demonstrasi awal Genie 3 milik Google DeepMind. Investor khawatir teknologi ini akan memangkas kebutuhan akan ribuan developer dan mengancam model bisnis studio besar.

Zelnick justru melihat fenomena ini dari sudut pandang efisiensi. Ia mengakui AI mampu menghasilkan konten yang menyerupai visual NBA 2K, EA Sports FC, hingga Red Dead Redemption dalam hitungan detik. Namun, ia menyebut gagasan bahwa seseorang bisa membuat game setara GTA VI hanya dengan menekan satu tombol AI sebagai sebuah gagasan yang lucu (laughable notion).

Keterbatasan Teknis Project Genie 2026

Laporan teknis dari GDC 2026 juga mendukung pernyataan Zelnick. Project Genie memang terlihat impresif. Namun, teknologi ini masih memiliki keterbatasan. Sistem hanya mampu menjaga konsistensi dunia interaktif hingga 60 detik. Setelah itu, sistem bisa mengalami distorsi. Dalam beberapa kasus, sistem juga mengalami kegagalan logika atau crash.

Teknologi ini lebih cocok disebut sebagai model dunia. Fungsinya untuk riset kecerdasan buatan. Teknologi ini belum bisa menjadi mesin pengembang game. Sistem juga belum siap untuk produksi komersial.

Zelnick menutup wawancara dengan nada optimistis. Ia percaya pada masa depan kreator manusia. Menurutnya, AI akan menjadi alat bantu. AI akan mendorong kreator di Rockstar Games dan 2K untuk berkembang. Teknologi ini tidak akan menggantikan peran mereka.

Bagi penggemar, fokus utama Take-Two tetap jelas. Perusahaan menyiapkan peluncuran Grand Theft Auto VI. Game ini menjadi salah satu rilisan paling dinanti tahun ini. Take-Two menjadwalkan rilis pada November 2026. Game ini juga tidak mengandalkan konten yang sepenuhnya dibuat oleh AI generatif.

Tags: AI gameGoogle AIgta 6industri gameproject genieTake-Two Interactive
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

The Spirit Weaver

Gim The Spirit Weaver Rilis di Steam 1 April 2026, Kolaborasi StarBullet dan GameChanger Studio

byDenny ZY
25/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) – Industri gim Tanah Air kembali menunjukkan taringnya di kancah internasional. Kolaborasi antara StarBullet Studio dan GameChanger...

KH2 Final Mix

Mod KH2FM FFVII 2026: Strategi Komunitas Menjaga Relevansi Game Klasik di Era Modern

byDenny ZY
25/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Di tengah hiruk-pikuk industri gim tahun 2026 yang didominasi oleh teknologi kecerdasan buatan (AI) dan grafis...

Samsung Galaxy A57

Samsung Galaxy A57 2026: Strategi Investasi Gadget dengan Jaminan Update 6 Tahun

byDenny ZY
25/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Memasuki kuartal pertama tahun 2026, perilaku konsumen ponsel pintar di Indonesia mulai bergeser. Alih-alih sekadar mengejar...

Berita Terbaru

Pesta sekura cakak buah
Lampung

Tradisi Cakak Buah Simbol Gotong Royong Warga

byDelima Napitupulu
26/03/2026

Liwa (lampost.co)--Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menegaskan bahwa pelestarian tradisi lokal merupakan pilar utama dalam membangun fondasi kemasyarakatan. Wakil Bupati Lampung...

Read moreDetails
ASDP Terapkan Skema TBB, Antrean Kendaraan Arus Balik Ditekan

ASDP Terapkan Skema TBB, Antrean Kendaraan Arus Balik Ditekan

26/03/2026
Arus Balik H+2 Membludak, 91 Ribu Penumpang Padati Bakauheni

Arus Balik H+2 Membludak, 91 Ribu Penumpang Padati Bakauheni

26/03/2026
Pelabuhan Panjang Siaga Darurat, Dishub Antisipasi Lonjakan Arus Balik

Pelabuhan Panjang Siaga Darurat, Dishub Antisipasi Lonjakan Arus Balik

26/03/2026
235 Bus Pariwisata Perkuat Layanan Arus Balik Lebaran 2026 di Lampung

235 Bus Pariwisata Perkuat Layanan Arus Balik Lebaran 2026 di Lampung

25/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.