Meski pertumbuhan AI membawa peluang besar, ada juga kekhawatiran munculnya “bubble” atau gelembung industri.
Bandar Lampung (Lampost.co) — Ketika mendengar nama Toto, kebanyakan orang langsung teringat toilet canggih khas Jepang. Namun di balik citra itu, perusahaan ini diam-diam punya peran penting dalam industri teknologi global—terutama di era ledakan AI.
Di tengah meningkatnya kebutuhan komputasi berbasis kecerdasan buatan, permintaan terhadap chip memori melonjak tajam. Dan di sinilah Toto ikut bermain.
Selain memproduksi produk sanitasi seperti Washlet, Toto memiliki divisi keramik canggih yang memproduksi komponen penting untuk industri semikonduktor.
Komponen ini digunakan dalam pembuatan chip memori seperti NAND flash memory, yang menjadi fondasi penyimpanan data di berbagai perangkat—mulai dari smartphone hingga server AI.
Lonjakan kebutuhan AI membuat permintaan memori meningkat drastis. Dampaknya langsung terasa pada bisnis Toto, khususnya di divisi ini.
Seiring berkembangnya teknologi AI, divisi keramik Toto mencatat pertumbuhan signifikan—sekitar 34% dibanding tahun sebelumnya.
Bahkan, kontribusinya terhadap laba operasional perusahaan mencapai lebih dari separuh total pendapatan. Ini menunjukkan bahwa lini bisnis non-toilet justru menjadi mesin utama pertumbuhan Toto saat ini.
Salah satu produk kunci yang dibuat Toto adalah electrostatic chucks (E-chucks).
Komponen ini berfungsi untuk menahan wafer silikon agar tetap stabil selama proses produksi chip. Tanpa E-chucks, proses manufaktur semikonduktor tidak akan berjalan presisi.
Saat ini, Toto disebut sebagai salah satu produsen E-chucks terbesar di dunia—posisi yang membuatnya sangat strategis dalam rantai pasok global.
Melihat peluang besar di sektor ini, Toto tidak tinggal diam. Perusahaan berencana menggelontorkan investasi besar untuk:
Langkah ini menegaskan bahwa Toto serius menjadikan sektor teknologi sebagai pilar bisnis jangka panjang.
Toto bukan satu-satunya perusahaan “non-teknologi” yang ikut menikmati efek AI.
Beberapa perusahaan Jepang lain juga terdorong oleh tren ini, seperti:
Fenomena ini menunjukkan bahwa ledakan AI tidak hanya menguntungkan perusahaan teknologi besar, tetapi juga membuka peluang bagi industri pendukung.
Meski pertumbuhan AI membawa peluang besar, ada juga kekhawatiran munculnya “bubble” atau gelembung industri.
Jika permintaan tidak berkelanjutan, lonjakan investasi bisa berisiko terhadap stabilitas ekonomi. Namun untuk saat ini, tren masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat.
Kisah Toto memperlihatkan satu hal menarik: di era AI, batas antar industri semakin kabur.
Perusahaan yang terkenal lewat produk rumah tangga pun bisa menjadi pemain penting di sektor teknologi global.
Dari toilet hingga chip—perjalanan yang mungkin tidak terduga, tapi sangat relevan di masa kini.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update