IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Kamis, 02/04/2026 02:37
Jendela Informasi Lampung
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
    • LAMPUNG SELATAN
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
    • LAMPUNG SELATAN
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Teknologi

Upin & Ipin Universe: Ketika Ekspektasi Tinggi Tak Sejalan dengan Kenyataan

Alasannya pun beragam. Mulai dari gameplay yang tidak berkembang, nilai replayability rendah, hingga kekecewaan atas fitur yang tidak sesuai promosi.

Denny ZYbyDenny ZY
06/08/25 - 11:12
in Teknologi
A A
Upin & Ipin Universe, bug teknis, gameplay dangkal, ulasan buruk, boikot Malaysia, komunitas gamer, pengalaman bermain
ADVERTISEMENT

Bandar Lampung (Lampost.co) — Upin & Ipin Universe bukan sekadar game anak-anak. Ia hadir membawa nama besar dua karakter ikonik yang membentuk masa kecil jutaan orang di Asia Tenggara. Namun setelah ekspektasi melambung tinggi, kenyataan di lapangan justru membuktikan sebaliknya.

Kini, setelah sekian waktu berjalan pasca peluncuran, banyak pemain mulai mengajukan satu pertanyaan penting: Apakah game ini masih relevan dimainkan, atau sudah waktunya move on?

Visual Apik Tak Selalu Menyelamatkan Gameplay

Tidak bisa dipungkiri, game ini punya pesona visual yang kuat. Detail lingkungan kampung, suara latar tropis, dan desain karakter terasa familier sekaligus menyenangkan. Para pengembang sukses menghadirkan atmosfer khas Durian Runtuh yang memanjakan mata.

Namun, di balik semua itu, banyak pemain merasa bahwa keindahan grafis tersebut tidak diimbangi dengan kedalaman gameplay. Interaksi terbatas, mini-game cepat membosankan, dan alur permainan kurang menggugah. Bahkan, beberapa fitur yang dijanjikan sejak awal justru tak terasa penting dalam pengalaman bermain sehari-hari.

Masalah Teknis yang Tak Kunjung Usai

Satu hal yang masih jadi ganjalan besar adalah masalah teknis. Pemain masih melaporkan bug seperti karakter yang stuck, frame drop parah, atau visual yang glitch di beberapa perangkat. Meskipun update sudah dirilis berkali-kali, tampaknya perbaikan tersebut belum sepenuhnya tuntas.

Lebih parah lagi, sebagian pemain justru merasa update malah menambah masalah baru. Hal ini membuat frustrasi, apalagi bagi mereka yang sudah membeli game ini dengan ekspektasi tinggi.

Ulasan Pengguna yang Terus Menurun

Seiring waktu, ulasan pengguna di platform digital menunjukkan penurunan yang cukup drastis. Banyak yang awalnya memberikan bintang 4 atau 5 kini mulai mengoreksi ulasannya menjadi 2 atau bahkan 1 bintang.

Alasannya pun beragam. Mulai dari gameplay yang tidak berkembang, nilai replayability rendah, hingga kekecewaan atas fitur yang tidak sesuai promosi. Ini menunjukkan adanya jurang antara ekspektasi awal dan realitas yang dihadapi pemain.

Komunitas Pecah: Nostalgia vs Kekecewaan

Yang menarik, komunitas penggemar Upin & Ipin Universe justru terpecah dua. Sebagian tetap setia karena nostalgia dan atmosfer lokal yang kuat. Namun sebagian lain mulai bersuara lantang menyuarakan kritik. Bahkan, beberapa forum komunitas kini lebih banyak membahas bug daripada konten gameplay.

Bukan berarti game ini tidak punya potensi. Sebaliknya, dengan basis karakter sekuat Upin & Ipin, seharusnya game ini bisa berkembang jauh lebih besar. Sayangnya, pengembang tampaknya belum mampu membaca dinamika komunitas dengan tepat.

Kontroversi Etika dan Seruan Boikot

Selain isu teknis, Upin & Ipin Universe juga mengalami masalah etika. Kasus penggunaan klip video kreator tanpa izin jadi pemantik konflik di kalangan gamer, terutama di Malaysia. Akibatnya, seruan boikot pun menggema di media sosial.

Isu ini memperparah citra game yang sudah lebih dulu terguncang oleh bug dan gameplay lemah. Pengembang memang sudah mencoba memberi klarifikasi, namun respons publik tampaknya belum sepenuhnya mereda.

Hal ini menunjukkan bahwa reputasi digital bukan hanya soal konten, tetapi juga bagaimana sebuah perusahaan memperlakukan komunitasnya. Sekali kepercayaan rusak, sulit untuk memperbaikinya.

Haruskah Game Ini Berubah Arah?

Pertanyaan besar saat ini adalah: apakah game ini bisa bangkit? Jawabannya: masih bisa. Namun, perubahan harus terjadi dari akar. Pengembang perlu menyusun ulang roadmap, memperbaiki sistem secara menyeluruh, dan membuka diri terhadap kritik pemain.

Tanpa pendekatan yang transparan dan terbuka, sulit rasanya mengembalikan minat pemain lama, apalagi menjaring pemain baru.

Kesimpulan

Upin & Ipin Universe sebenarnya punya modal besar untuk jadi game ikonik regional. Sayangnya, pengelolaan modal itu tidak dengan baik. Visual yang cantik tidak cukup menutupi gameplay yang dangkal, bug yang mengganggu, serta konflik etika yang belum selesai.

Kini saatnya pengembang melakukan introspeksi. Jika tidak, game ini hanya akan menjadi kenangan sebagai proyek ambisius yang gagal memenuhi ekspektasi. Pemain ingin lebih dari sekadar nostalgia — mereka butuh pengalaman bermain yang solid, jujur, dan berkelas

Tags: game open world anakgame open-worldgame upin ipinUpin & Ipin Universe
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

roblox ai

Roblox Pakai AI Canggih, Server Game Bisa Ditutup Otomatis

byDenny ZY
01/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dunia game online terus berkembang, tapi tantangan utamanya tetap sama: menjaga komunitas tetap aman. Untuk menjawab...

poco x8 pro

Poco X8 Pro Series Siap Rilis di Indonesia, Bawa Performa Ngebut dan Baterai Jumbo

byDenny ZY
01/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kabar yang ditunggu penggemar smartphone akhirnya tiba. Poco memastikan akan meluncurkan Poco X8 Pro Series di...

harga ram ddr5

Harga RAM DDR5 Anjlok, Turun Lebih dari 30 Persen dalam Hitungan Hari

byDenny ZY
01/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pasar komponen PC kembali dikejutkan. Setelah sempat meroket selama berbulan-bulan, harga RAM DDR5 kini justru anjlok...

Berita Terbaru

Pemain Timnas Republik Ceko
Bola

Drama Penalti di Praha, Republik Ceko Akhiri Penantian 20 Tahun Menuju Piala Dunia

byIsnovan Djamaludin
01/04/2026

Praha (Lampost.co)–Stadion Letna di Praha menjadi saksi sejarah kembalinya Republik Ceko ke panggung tertinggi sepak bola dunia. Melalui pertarungan epik...

Read moreDetails
Praktisi Hukum Soroti Dimensi Global di Balik Kasus Kekerasan terhadap Tokoh Kritis

Praktisi Hukum Soroti Dimensi Global di Balik Kasus Kekerasan terhadap Tokoh Kritis

01/04/2026
Pemain dan staf Timnas Turki

Penantian 24 Tahun Berakhir, Gol Tunggal Kerem Akturkoglu Bawa Turki ke Piala Dunia 2026

01/04/2026
TKD Dipangkas, Pemkot Metro Ambil Langkah Strategis Pinjaman Jangka Pendek

TKD Dipangkas, Pemkot Metro Ambil Langkah Strategis Pinjaman Jangka Pendek

01/04/2026
Akselerasi Vokasi Pemprov Lampung Kikis Angka Pengangguran

Akselerasi Vokasi Pemprov Lampung Kikis Angka Pengangguran

01/04/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
    • LAMPUNG SELATAN
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.