YouTube Bisa Deteksi Deepfake AI Pakai Wajah Anda

Teknologi AI generatif kini mampu membuat video palsu dengan wajah seseorang secara sangat realistis.

Editor Denny
Minggu, 17 Mei 2026 20.02 WIB
YouTube Bisa Deteksi Deepfake AI Pakai Wajah Anda
deteksi deepfake YouTube

Bandar Lampung (Lampost.co) — Di era AI generatif, wajah seseorang kini bisa muncul di internet tanpa pernah benar-benar merekam video apa pun. Teknologi deepfake membuat siapa saja berisiko “dipinjam” identitasnya untuk konten palsu yang terlihat sangat nyata.

Masalah itu kini mulai dianggap serius oleh YouTube. Platform video terbesar di dunia tersebut resmi memperluas alat deteksi deepfake berbasis AI untuk lebih banyak pengguna.

Lewat fitur baru ini, kreator bisa mengetahui apakah wajah mereka digunakan dalam video AI tanpa izin di YouTube.

YouTube Kini Bisa Cari Video AI yang Pakai Wajah Pengguna

Fitur terbaru YouTube bekerja dengan memindai video yang diunggah ke platform untuk mendeteksi kemungkinan kemunculan wajah pengguna di konten berbasis AI.

Jika sistem menemukan video yang diduga menggunakan kemiripan wajah seseorang, hasilnya akan muncul di tab “Likeness” dalam YouTube Studio.

Dari sana, pengguna dapat langsung meninjau video dan mengajukan permintaan penghapusan apabila merasa wajah mereka dipakai tanpa izin.

Menurut YouTube, langkah ini dilakukan untuk memberikan perlindungan tambahan di tengah meningkatnya penyebaran video deepfake yang semakin sulit dibedakan dari rekaman asli.

Bahkan bukan hanya kreator besar yang mendapat akses. Dalam beberapa minggu ke depan, seluruh kreator YouTube berusia 18 tahun ke atas disebut mulai bisa menggunakan fitur tersebut.

Deepfake Kini Jadi Ancaman Baru Kreator Digital

Perluasan fitur ini menunjukkan bahwa ancaman deepfake sudah bukan sekadar isu masa depan.

Teknologi AI generatif kini mampu membuat video palsu dengan wajah seseorang secara sangat realistis. Dalam beberapa kasus, deepfake digunakan untuk penipuan, manipulasi informasi, hingga promosi produk tanpa persetujuan pemilik wajah asli.

YouTube menyebut fitur ini juga dapat membantu kreator mendeteksi apabila ada brand atau perusahaan yang memakai wajah mereka dalam konten promosi berbasis AI tanpa izin.

Juru bicara YouTube, Jack Malon, mengatakan fitur tersebut memang awalnya ditujukan untuk kreator, tetapi perlindungan yang diberikan diharapkan bisa dirasakan lebih luas.

Sebelumnya, alat deteksi likeness AI ini pertama kali diperkenalkan YouTube pada 2024 sebelum dirilis terbatas untuk anggota YouTube Partner Program pada akhir 2025.

Setelah sempat diuji ke jurnalis dan politisi, kini fitur tersebut mulai diperluas ke semua kreator dewasa.

Cara Mengaktifkan Fitur Deteksi Deepfake YouTube

Untuk menggunakan fitur ini, pengguna harus melakukan pendaftaran lewat YouTube Studio versi desktop.

Proses aktivasi dimulai dengan membuka menu “Likeness” di bagian “Content Detection”. Setelah itu pengguna perlu melakukan verifikasi identitas menggunakan QR code, dokumen resmi pemerintah, serta selfie video.

Setelah proses verifikasi selesai, sistem YouTube akan mulai memindai video yang ada di platform guna mencari kecocokan wajah pengguna.

Jika ditemukan dugaan penggunaan wajah tanpa izin, pengguna bisa langsung mengirim permintaan penghapusan beserta detail bagaimana kemiripan wajah mereka digunakan.

Menariknya, YouTube juga mulai menanyakan apakah video tersebut turut meniru suara pengguna. Namun saat ini sistem mereka masih belum mampu mendeteksi deepfake suara secara otomatis.

Platform Teknologi Mulai Berlomba Bangun Perlindungan AI

Langkah YouTube memperluas alat deteksi deepfake memperlihatkan perubahan besar di industri teknologi. Jika sebelumnya perusahaan berlomba menghadirkan AI paling canggih, kini perlindungan identitas digital mulai menjadi fokus utama.

Meningkatnya penyalahgunaan AI generatif membuat platform digital mau tak mau harus menyediakan sistem perlindungan tambahan bagi pengguna.

Dan bagi banyak kreator, fitur seperti ini kemungkinan bakal menjadi kebutuhan penting, bukan lagi sekadar fitur tambahan.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI