• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Selasa, 10/03/2026 07:38
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Internasional

Komitmen Aksi Iklim Indonesia Lemah, Aktivis Soroti Defisit Komitmen di COP30

Kritik terhadap komitmen iklim Indonesia di COP30 menunjukkan perlunya langkah lebih tegas dalam menghadapi krisis iklim global.

Muharram Candra LuginabyMuharram Candra Lugina
21/11/25 - 23:29
in Internasional
A A
Komitmen Aksi Iklim Indonesia Lemah, Aktivis Soroti Defisit Komitmen di COP30

Ilustrasi. (Dok ist)

ADVERTISEMENT

Belem (Lampost.co) — Komitmen iklim Indonesia dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB COP30 Brasil tertinggal jauh dari negara lain. Koordinator Aliansi Rakyat untuk Keadilan Iklim (Aruki), Torry Kuswardono, menyampaikan hal itu dan menilai Indonesia belum menunjukkan keberanian dalam menekan krisis iklim global.

Poin Penting:

  • Indonesia absen dari inisiatif global penghentian energi fosil.

  • Greenpeace menilai Indonesia mampu berperan lebih besar.

  • Negara lain sudah menekan penghapusan fosil dan perlindungan hutan.

Menurut Torry, lebih dari 80 negara aktif mendorong Global Mutirao, yaitu kerangka kerja global untuk menghentikan penggunaan energi fosil melalui fossil fuel phase out roadmap. Namun, Indonesia justru absen dari inisiatif penting tersebut. Karena itu, ia menilai diplomasi iklim Indonesia gagal mengikuti arah transformasi energi dunia.

Minim Rencana Kerja Kehutanan

Selain itu, Torry mengungkap pemerintah juga minim bicara soal rencana kerja kehutanan untuk mengakhiri deforestasi. Padahal, dua sektor tersebut menjadi kunci utama pengurangan emisi gas rumah kaca dan perlindungan keanekaragaman hayati Indonesia.

Baca juga: Sekjen PBB Serukan Transisi Energi Adil dalam Negosiasi COP30 Brasil

“Komitmen iklim Indonesia tertinggal jauh dari negara kepulauan kecil dalam AOSIS. Bahkan Kolombia, yang masih bergantung pada energi fosil, sudah mendorong transisi energi yang lebih tegas,” ujar Torry, Jumat, 21 November 2025.

Indonesia Fokus Kepentingan Bisnis Karbon

Torry juga menilai Indonesia tidak menyiapkan proposal kuat untuk menyelamatkan dunia dari krisis iklim. Sebaliknya, Indonesia justru mengedepankan proposal bisnis karbon yang hanya menguntungkan segelintir pihak.

Menurutnya, negara kepulauan kecil tampil jauh lebih progresif karena menyadari ancaman langsung dari kenaikan permukaan laut. Karena itu, mereka mendorong penghapusan energi fosil secara total dan percepatan transisi energi bersih.

“Indonesia hanya fokus pada bisnis karbon. Ini mengecewakan karena dunia butuh komitmen nyata, bukan kepentingan bisnis elite,” katanya.

Indonesia Bisa Berperan Lebih Besar

Sementara itu, Ketua Tim Politik untuk Solusi Hutan Global Greenpeace, Rayhan Dudayev, menilai Indonesia sebenarnya mampu mengambil peran strategis di COP30. Ia mencontohkan keterlibatan Indonesia dalam negosiasi terkait skema tukar guling karbon, yang menunjukkan kapasitas diplomasi Indonesia cukup kuat.

Namun, Rayhan menyayangkan absennya Indonesia dalam pembahasan kunci yang menyangkut solusi nyata, seperti penghapusan bahan bakar fosil dan penghentian deforestasi. Padahal, kedua agenda itu menjadi isu utama dalam upaya menekan krisis iklim global.

“Peran Indonesia kuat dalam negosiasi teknis. Namun, peran itu tidak terlihat saat dunia membutuhkan posisi tegas terkait solusi nyata,” ujar Rayhan.

Ia juga menilai Indonesia dapat memperkuat posisi jika lebih melibatkan masyarakat sipil dalam merumuskan strategi iklim. Dia menilai partisipasi publik mampu menekan pemerintah agar mengambil langkah lebih progresif dalam transisi energi dan tata kelola hutan.

“Indonesia bisa mengajak masyarakat sipil untuk memperkuat aksi iklim nyata. Langkah ini penting karena kebijakan iklim membutuhkan dukungan luas,” katanya.

Konteks COP30 Brasil

COP30 Brasil berlangsung di Belem, wilayah Amazon yang memainkan peran penting dalam stabilitas iklim global. Karena itu, berbagai negara menekankan penghapusan energi fosil, pendanaan iklim, serta perlindungan kawasan hutan sebagai agenda utama.

Namun, aktivis menilai Indonesia belum menunjukkan kepemimpinan dalam agenda global tersebut.

Tags: AOSISbisnis karbon IndonesiaCOP30 BelemCOP30 Brasildeforestasi Indonesiadiplomasi iklim Indonesiaemisi gas rumah kacaenergi fosilfossil fuel phase outGlobal MutirãoGreenpeace Indonesiakomitmen iklim Indonesiakrisis iklim globalPerubahan Iklimtransisi energi
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Ketika Timur Tengah Terbakar, Bagaimana Model Ketahanan Ekonomi Indonesia? 

Ketika Timur Tengah Terbakar, Bagaimana Model Ketahanan Ekonomi Indonesia? 

byMustaan
05/03/2026

Hasan Ashari (Mahasiswa Program Doktor Perbanas Institute) Ketika konflik kembali memanas di Timur Tengah, dunia kembali menyadari betapa rapuhnya stabilitas...

Dampak Perang AS-Israel dan Iran Harus Diantisipasi dengan Kebijakan yang Tepat

Dampak Perang AS-Israel dan Iran Harus Diantisipasi dengan Kebijakan yang Tepat

byRicky Marlyand1 others
04/03/2026

Jakarta (Lampost.co) -- Upaya melindungi segenap bangsa Indonesia harus menjadi perhatian serius para pemangku kepentingan dalam menyikapi dampak konflik Amerika...

Akademisi: Indonesia Perlu Pertahankan Netralitas dan Imbau Gencatan Senjata

Perang Iran vs US dan Israel jadi Ancaman Berkelanjutan

byTriyadi Isworo
02/03/2026

Sudah lewat beberapa dekade, konflik antara US dan Iran akhirnya pecah kembali dengan wajah lebih serius dan memprihatinkan. Permasalahan seputar...

Berita Terbaru

Nampak cuaca Kota Bandar Lampung cerah berawan. Namun BMKG Provinsi Lampung tetap mengingatkan tetap waspada potensi hujan. (Foto: Lampost.co / Triyadi Isworo)
Cuaca

Selasa, 10 Maret 2026, Lampung Berawan Berpotensi Hujan

byTriyadi Isworo
10/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan prakiraan cuaca harian. Selasa, 10 Maret 2026 cuaca Provinsi...

Read moreDetails
Polda Lampung Petakan Jalan Rusak untuk Pengamanan Arus Mudik Lebaran 2026

Polda Lampung Petakan Jalan Rusak untuk Pengamanan Arus Mudik Lebaran 2026

10/03/2026
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, memimpin Rapat Koordinasi Forum Kepala Daerah, yang berlangsung di Gedung Pusiban, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Bandar Lampung, Senin (9/3/2026). Dok ADPIM Lampung

Wujudkan Kemandirian Fiskal melalui Digitalisasi dan Inovasi Ekosistem Investasi

10/03/2026
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memberikan penghargaan kepada empat siswa SMKN 1 Liwa Lampung Barat di Kantor Gubernur Lampung, Senin, 9 Maret 2026. Dok. Adpim Lampung

Empat Siswa SMKN 1 Liwa Temukan Celah Keamanan Website NASA

10/03/2026
Pemerintah Provinsi Lampung menerima Laporan Eksekutif Daerah (LED) Semester II Tahun 2025 dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Lampung. Laporan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Lampung Agus Setiyawan kepada Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal. Dok ADPIM Lampung

Perkuat Kolaborasi Transformasi Keuangan Daerah

10/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.