• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Sabtu, 29/11/2025 11:01
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Internasional

Komitmen Aksi Iklim Indonesia Lemah, Aktivis Soroti Defisit Komitmen di COP30

Kritik terhadap komitmen iklim Indonesia di COP30 menunjukkan perlunya langkah lebih tegas dalam menghadapi krisis iklim global.

Muharram Candra LuginabyMuharram Candra Lugina
21/11/25 - 23:29
in Internasional
A A
Komitmen Aksi Iklim Indonesia Lemah, Aktivis Soroti Defisit Komitmen di COP30

Ilustrasi. (Dok ist)

Belem (Lampost.co) — Komitmen iklim Indonesia dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB COP30 Brasil tertinggal jauh dari negara lain. Koordinator Aliansi Rakyat untuk Keadilan Iklim (Aruki), Torry Kuswardono, menyampaikan hal itu dan menilai Indonesia belum menunjukkan keberanian dalam menekan krisis iklim global.

Poin Penting:

  • Indonesia absen dari inisiatif global penghentian energi fosil.

  • Greenpeace menilai Indonesia mampu berperan lebih besar.

  • Negara lain sudah menekan penghapusan fosil dan perlindungan hutan.

Menurut Torry, lebih dari 80 negara aktif mendorong Global Mutirao, yaitu kerangka kerja global untuk menghentikan penggunaan energi fosil melalui fossil fuel phase out roadmap. Namun, Indonesia justru absen dari inisiatif penting tersebut. Karena itu, ia menilai diplomasi iklim Indonesia gagal mengikuti arah transformasi energi dunia.

Minim Rencana Kerja Kehutanan

Selain itu, Torry mengungkap pemerintah juga minim bicara soal rencana kerja kehutanan untuk mengakhiri deforestasi. Padahal, dua sektor tersebut menjadi kunci utama pengurangan emisi gas rumah kaca dan perlindungan keanekaragaman hayati Indonesia.

Baca juga: Sekjen PBB Serukan Transisi Energi Adil dalam Negosiasi COP30 Brasil

“Komitmen iklim Indonesia tertinggal jauh dari negara kepulauan kecil dalam AOSIS. Bahkan Kolombia, yang masih bergantung pada energi fosil, sudah mendorong transisi energi yang lebih tegas,” ujar Torry, Jumat, 21 November 2025.

Indonesia Fokus Kepentingan Bisnis Karbon

Torry juga menilai Indonesia tidak menyiapkan proposal kuat untuk menyelamatkan dunia dari krisis iklim. Sebaliknya, Indonesia justru mengedepankan proposal bisnis karbon yang hanya menguntungkan segelintir pihak.

Menurutnya, negara kepulauan kecil tampil jauh lebih progresif karena menyadari ancaman langsung dari kenaikan permukaan laut. Karena itu, mereka mendorong penghapusan energi fosil secara total dan percepatan transisi energi bersih.

“Indonesia hanya fokus pada bisnis karbon. Ini mengecewakan karena dunia butuh komitmen nyata, bukan kepentingan bisnis elite,” katanya.

Indonesia Bisa Berperan Lebih Besar

Sementara itu, Ketua Tim Politik untuk Solusi Hutan Global Greenpeace, Rayhan Dudayev, menilai Indonesia sebenarnya mampu mengambil peran strategis di COP30. Ia mencontohkan keterlibatan Indonesia dalam negosiasi terkait skema tukar guling karbon, yang menunjukkan kapasitas diplomasi Indonesia cukup kuat.

Namun, Rayhan menyayangkan absennya Indonesia dalam pembahasan kunci yang menyangkut solusi nyata, seperti penghapusan bahan bakar fosil dan penghentian deforestasi. Padahal, kedua agenda itu menjadi isu utama dalam upaya menekan krisis iklim global.

“Peran Indonesia kuat dalam negosiasi teknis. Namun, peran itu tidak terlihat saat dunia membutuhkan posisi tegas terkait solusi nyata,” ujar Rayhan.

Ia juga menilai Indonesia dapat memperkuat posisi jika lebih melibatkan masyarakat sipil dalam merumuskan strategi iklim. Dia menilai partisipasi publik mampu menekan pemerintah agar mengambil langkah lebih progresif dalam transisi energi dan tata kelola hutan.

“Indonesia bisa mengajak masyarakat sipil untuk memperkuat aksi iklim nyata. Langkah ini penting karena kebijakan iklim membutuhkan dukungan luas,” katanya.

Konteks COP30 Brasil

COP30 Brasil berlangsung di Belem, wilayah Amazon yang memainkan peran penting dalam stabilitas iklim global. Karena itu, berbagai negara menekankan penghapusan energi fosil, pendanaan iklim, serta perlindungan kawasan hutan sebagai agenda utama.

Namun, aktivis menilai Indonesia belum menunjukkan kepemimpinan dalam agenda global tersebut.

Tags: AOSISbisnis karbon IndonesiaCOP30 BelemCOP30 Brasildeforestasi Indonesiadiplomasi iklim Indonesiaemisi gas rumah kacaenergi fosilfossil fuel phase outGlobal MutirãoGreenpeace Indonesiakomitmen iklim Indonesiakrisis iklim globalPerubahan Iklimtransisi energi
ShareSendShareTweet

Berita Lainnya

Masyarakat Sipil Sorot Pasar Karbon dan Dana Iklim Indonesia di COP30

Masyarakat Sipil Sorot Pasar Karbon dan Dana Iklim Indonesia di COP30

byMuharram Candra Lugina
21/11/2025

Jakarta (Lampost.co) -- Masyarakat sipil Indonesia kembali menekan pemerintah agar meningkatkan transparansi dana iklim selama perundingan COP30 di Belem, Brasil....

Sekjen PBB Serukan Transisi Energi Adil dalam Negosiasi COP30 Brasil

Sekjen PBB Serukan Transisi Energi Adil dalam Negosiasi COP30 Brasil

byMuharram Candra Lugina
21/11/2025

Belem (Lampost.co) -- Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres kembali mendesak negara-negara bergerak cepat menghadapi krisis iklim global yang memburuk....

Masjid Agung Al Furqon dekat Kantor Pemerintah Kota Bandar Lampung cerah berawan. (FOTO: Lampost.co / Triyadi Isworo)

Jumat, 21 November 2025, Lampung Berawan Berpotensi Hujan

byTriyadi Isworo
21/11/2025

Bandar Lampung (Lampost.co) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan prakiraan cuaca harian. Jumat, 21 November 2025, cuaca Provinsi...

Berita Terbaru

Nampak cuaca Kota Bandar Lampung cerah berawan. Namun BMKG Provinsi Lampung tetap mengingatkan tetap waspada potensi hujan. (Foto: Lampost.co / Triyadi Isworo)
Cuaca

Sabtu, 29 November 2025, Lampung Cerah Berawan Berpotensi Hujan

byTriyadi Isworo
29/11/2025

Bandar Lampung (Lampost.co) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan prakiraan cuaca harian. Sabtu, 29 November 2025, cuaca Provinsi...

Read moreDetails
DPR Desak Pemerintah Jadikan Banjir Sumatra Bencana Nasional

DPR Desak Pemerintah Jadikan Banjir Sumatra Bencana Nasional

28/11/2025
Kemensos Pastikan Bantuan Mengalir bagi Korban Banjir Sumatra

Kemensos Pastikan Bantuan Mengalir bagi Korban Banjir Sumatra

28/11/2025
Walhi Sebut Penyebab Banjir dan Longsor Sumatra Bukan Sekadar Hujan

Walhi Sebut Penyebab Banjir dan Longsor Sumatra Bukan Sekadar Hujan

28/11/2025
Prabowo Janji Percepat Perbaikan 60 Ribu Sekolah di 2026

Prabowo Janji Percepat Perbaikan 60 Ribu Sekolah di 2026

28/11/2025
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.